Lintasan Sejarah 20 Februari 2017
Hari ini, Senin tanggal 20 Februari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 22 Jumadil Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 2 Isfand 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Abdullah Ar-Rasyathi, Sejarawan Islam Wafat
896 tahun yang lalu, tanggal 22 Jumadil Awal 542 HQ, Abdullah bin ali bin Abdullah bin Khalaf al-Lakhmi yang lebih dikenal dengan sebutan ar-Rasyathi meninggal dunia dalam usia 77 tahun.
Sebagian menyebut beliau dibunuh oleh musuh-musuhnya. Abdullah ar-Rasyathi lahir pada 465 Hq di Andalusia, Spanyol.
Beliau dikenal dengan penguasaannya yang luas akan ilmu Hadis dan Sejarah dan memiliki banyak karya tulis seperti al-‘Alam bima fi al-Mutalifi dan al-Mukhtalif ad-Dar al-Quthni min al-Ibham.
Ibnu Abdussalam Meninggal
778 tahun yang lalu, tanggal 22 Jumadil Awal 660 HQ, Ibnu Abdussalam, seorang ulama fiqih, hakim, dan khatib kaum muslimin Kairo, meninggal dunia.
Sebagian besar masa hidup Ibnu Abdussalam dilalui pada era Perang Salib. Ibnu Abdussalam terjun ke dunia politik dan menggerakkan perjuangan kaum muslimin agar tetap tegak melawan pasukan Kristen Roma.
Perjuangan politiknya di masa Perang Salib inilah yang membuat Ibnu Abdussalam terkenal. Ibnu Abdussalam juga meninggalkan beberapa karya penulisan, di antaranya berjudul Al-Fatawaa.
Penjajahan Perancis di Haiti Dimulai
340 tahun yang lalu, tanggal 20 Februari 1677, pasukan Perancis berhasil mengalahkan tentara Spanyol yang saat itu tengah menduduki Haiti.
Dengan kemenangan ini, dimulailah penjajahan Perancis atas Haiti. Selama masa penjajahannya, Perancis banyak mendatangkan budak-budak negro dari Afrika.
Seiring dengan bergolaknya Revolusi Perancis, kaum budak Haiti di bawah pimpinan Toussaint L'Overture, mengangkat senjata untuk mengusir penjajah Perancis. Namun, pemberontakan ini gagal setelah Toussaint ditangkap dan dipenjarakan oleh Napoleon.
Perjuangan kaum budak Haiti masih terus berlanjut hingga akhirnya Haiti berhasil merdeka pada tahun 1804 dan menjadi negara Amerika Latin pertama yang meraih kemerdekaannya.
Majd Al-Ula Boustan, Peneliti dan Wartawan Iran Wafat
132 tahun yang lalu, tanggal 2 Isfand 1263 HS, Majd al-Ula Boustan meninggal dunia dalam usia 85 tahun.
Boustan lahir pada 1278 Hs di kota Mashad dan memulai pendidikannya di bidang bahasa dan sastra Persia, Arab dan Perancis. Ia pergi ke Tehran pada 1303 Hs dan belajar ilmu-ilmu keislaman pada Ayatullah Mirza Mahdi Ashtiani dan Sheikh Dhiya ad-Din Darri Isfahani.
Majd al-Ula Boustan banyak menulis artikel di bidang sosial dan sastra di sejumlah surat kabar ternama. Sejak tahun 1307 Hs, ia aktif di lembaga sastra Iran dan Asosiasi Sastra Hakim Nezami. Di masa Shah Pahlevi, ia sempat dikejar bahkan dijebloskan ke dalam penjara karena bekerjasama dengan mereka yang diasingkan rezim Pahlevi.
Selama hidupnya Majd al-Ula Boustan banyak memiliki karya tulis seperti Dastour Shargh, Resaleh Khorafat dan Pandnameh.
Wafatnya Ayatullah Mulla Habibullah Kashani
95 tahun yang lalu, tanggal 2 Isfand 1300 HS, Ayatullah Mulla Habibollah Kashani meninggal dunia dalam usia 78 tahun dan dimakamkan di kota Kashan.
Mirza Habibullah Sharif Kashani lahir di kota Kashan sekitar tahun 1225 HS. Sejak kecil ia telah kehilangan ayahnya dan belajar giat di bawah pengawasan Ayatullah Sayid Hossein Kashani. Berkat ketekunanya, beliau telah mendapat ijazah meriwayatkan hadis di usia 16 tahun dan pada usia 18 tahun ia mencapai derajat ijtihad. Demi melanjutkan pendidikan agamanya, Ayatullah Mirza Habibullah pergi ke Tehran dan ikut dalam kuliah-kuliah guru besar seperti Sheikh Mohammad Isfahani, Mulla Hadi Modarres Tehrani, Mulla Abdulhadi Tehrani dan Mirza Abolqassem Tehrani Kalantar.
Pada usia 19 tahun, beliau pergi ke Irak untuk menimba ilmu dari Ayatullah Murtadha al-Anshari. Namun ketika beliau tiba di Karbala, Ayatullah Murtadha al-Anshari telah meninggal dunia. Setelah beberapa tahun tinggal di Irak, beliau kemudian kembali ke kota Kashan dan sibuk menulis, menyusun dan menyempurnakan penelitiannya.
Ayatullah Mirza Habibullah Kashani mendapat banyak ijazah di pelbagai bidang keilmuan. Kelebihan yang paling menonjol dari beliau terletak pada beragamnya karya tulis beliau. Karya beliau mencapai 300 jilid buku dan risalah dan sekitar 200 jilid darinya sudah tercatat. Munaqqid al-Manafi', ensiklopedia fiqih Syiah, Manzhumah fi al-Fiqh dan lain-lainnya merupakan sebagian dari karya beliau.