Lintasan Sejarah 5 Maret 2017
Hari ini, Ahad tanggal 5 Maret 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 6 Jumadil Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 15 Isfand 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Dimulainya Petualangan Tujuh Tahun Nasir Khosrou
1001 tahun yang lalu, tanggal 6 Jumadil Tsani 437 HQ, Nasir Khosrou Qubadiani, penyair dan penulis terkenal Iran memulai petualangan tujuh tahunnya ke berbagai kawasan Timur Tengah dan Mediterania.
Khosrou melakukan perjalanan ke jazirah Arab, Mesir, Irak, dan Roma. Hasil petualangannya itu ia tuliskan ke dalam sebuah buku sastra terkenal berjudul "Safar Nameh" yang artinya catatan perjalanan.
Buku ini kemudian menjadi terkenal dan dianggap penting karena sejumlah alasan. Pertama, dari sisi bahasa, kitab Safar Nameh diakui memiliki kualitas yang sangat hebat. Kemudian, karena Safar Nameh berisikan catatan perjalanan seorang yang jenius seperti Khosrou, maka di dalam buku itu terdapat keterangan-keterangan antropologis penting mengenai budaya, bahasa, dan keyakinan masyarakat di tempat-tempat yang dikunjungi oleh Khosrou.
Alexander Volta Meninggal
190 tahun yang lalu, tanggal 5 Maret 1827, Alexander Volta, seorang fisikawan Italia, meninggal dunia pada usianya yang ke 82 tahun.
Volta adalah seorang ilmuan yang telah menyumbangkan kemajuan besar kepada dunia. Pada tahun 1792, Volta berhasil menyimpulkan bahwa sumber listrik adalah pertemuan antara dua logam. Selanjutnya pada tahun 1796, Volta berhasil menciptakan alat ukur dari listrik yang dihasilkan oleh berbagai jenis logam, yang dinamakan elektrometer.
Akhirnya, Volta berhasil menemukan cara untuk memproduksi arus listrik yang tinggi yang kemudian dikembangkan oleh ilmuan-ilmuan setelahnya, sehingga terciptalah mesin-mesin listrik yang kita gunakan hari ini. Nama Volta diabadikan sebagai nama satuan pengukur tegangan listrik, yaitu "Volt" atau "Voltase".
Henri Bergson Meninggal
76 tahun yang lalu, tanggal 5 Maret 1941, Henri Bergson, seorang filsuf terkenal Perancis, meninggal dunia.
Bergson dilahirkan tahun 1859 di Paris dan menuntut ilmu filsafat di Lycee Condorcet. Seusai menyelesaikan pendidikannya, Bergson mengajar filsafat di sekolah menengah. Karirnya kemudian semakin meningkat dengan dipilih sebagai anggota Akademi Perancis pada tahun 1914.
Bergson menuliskan filosofinya dalam sejumlah buku yang terkenal karena interpretasinya yang baru tentang kehidupan dan penggunaan metafora, imaji, dan analogi.
Dalam bukunya "An Introduction to Metaphysics" yang ditulis tahun 1903, Bergson menuliskan tentang metode instrospeksi intuitif. Bergson juga meminati sastra dan menulis tentang survey atas estetika dan filosofi sastra dalam bukunya berjudul "The Laughter."
Iran-Irak Tandatangani Perjanjian Aljazair Soal Perbatasan
42 tahun yang lalu, tanggal 15 Isfand 1353 HS, Iran dan Irak menandatangani perjanjian Aljazair soal perbatasan.
Ketika kepala-kepala negara pengekspor minyak, OPEC mengadakan pertemuan di Aljazair dari tanggal 13 hingga 15 Isfand 1353 HS yang bertepatan dengan tanggal 4 hingga 6 Maret 1975, pada tanggal 15 Isfand 1353 HS (6 Maret 1975) Iran dan Irak dalam sebuah pernyataan bersama mengumumkan kesepakatan terkait perbatasan kedua negara. Iran dan Irak bersedia untuk menciptakan keamanan dan saling percaya di garis perbatasan kedua negara.
Iran dan Irak memutuskan untuk membangun hubungan baik dan bersahabat, khususnya untuk menghilangkan pandangan negatif kedua negara dan menciptakan kerjasama guna melindungi keduanya dari campur tangan pihak-pihak asing. Guna melaksanakan keputusan ini, menteri luar negeri Iran, Irak dan Aljazair melakukan sejumlah pertemuan guna menyusun dan menandatangani dokumen perjanjian Aljazair. Akhirnya, pada tanggal 23 Khordad 1354 HS (13 Juni 1975) kedua pihak menandatangani perjanjian tersebut.
Hubungan Iran dan Irak meningkat luar biasa pasca perjanjian Aljazair. Terlebih lagi setelah kedua negara telah mengambil keputusan tegas untuk melaksanakan seluruh isi perjanjian tersebut demi mengakhiri segala perselisihan kedua negara sejak dahulu.
Tapi perjanjian Aljazair ini tidak bertahan lebih dari lima tahun dan pada bulan Shahrivar 1359, rezim Saddam Husein melanggar perjanjian ini dan menyerang daerah-daerah Iran yang berbatasan dengan irak. Rezim Baath Irak memaksakan perang selama 8 tahun terhadap Iran. Perang berakhir dan rezim Saddam menelan kekalahan memalukan dan Saddam Husein akhirnya mengakui kembali perjanjian Aljazair.