Lintasan Sejarah 6 Maret 2017
Hari ini, Senin tanggal 6 Maret 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 7 Jumadil Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 16 Isfand 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Ainul Qudhaat Hamedani Gugur Syahid
913 tahun yang lalu, tanggal 7 Jumadil Tsani 525 HQ, Ainul Qudhaat Hamedani, seorang ulama besar asal Hamedan Iran, digantung oleh rezim yang berkuasa saat itu, sehingga gugur syahid.
Ainul Qudhaat Hamedani yang dikenal pula dengan julukan Abul Fudhail, dilahirkan pada tahun 492 Hijriah dan sepanjang hidupnya, beliau tidak pernah ragu-ragu dalam menyampaikan kebenaran Islam. Akibat sikapnya tersebut pula, Ainul Qudhaat Hamedani ditangkap oleh pemerintah dan dipenjarakan di Bagdad, Irak.
Namun kemudian, beliau dipulangkan ke kota Hamedan dan kemudian dihukum gantung di samping madrasahnya sendiri. Ainul Qudhaat Hamedani meninggalkan beberapa karya penulisan di antaranya berjudul Tamhidaat dan Haqaiqul Quran.
Bahaud Din Meninggal Dunia
795 tahun yang lalu, tanggal 7 Jumadil Tsani 643 HQ, Baha'ud-Din Abul-Abbas, yang lebih dikenal dengan 'Qadhi-e Ashraf', ilmuan Mesir, meninggal dunia di Kairo.
Sebagaimana bapaknya, Qadhi-e Fadhil, Ia pun bekerja sebagai seorang qadhi di Mesir. Qadhi-e Sharif dikenal amat cerdas.
Gaya penulisannya cendrung mengikuti gaya tulis bapaknya. Ia juga begitu gemar mendengarkan hadis dari para pakar hadis di zamannya, dan begitu berminat dalam mengumpulkan hadis-hadis terpercaya. Salah satu karyanya yang masih tersisa hingga saat ini adalah sebuah buku tulisan tangan berisi himpunan hadis yang ia kumpulkan sendiri.
Ali Razm Ara Dibunuh
66 tahun yang lalu, tanggal 16 Isfand 1329 HS, Ali Razm Ara, Perdana Menteri Iran saat itu, tewas terbunuh.
Razm Ara adalah seorang jenderal dalam rezim Shah Pahlevi. Ketika ia diangkat menjadi perdana menteri pada bulan Juni tahun yang sama, ia masih tetap memiliki kekuasaan di militer.
Razm Ara dalam pelaksanaan tugasnya sebagai perdana menteri secara terang-terangan menjadi perpanjangan tangan Inggris dan melakukan pengkhianatan terhadap kepentingan bangsa Iran. Pada saat itu, situasi di Iran tengah memanas akibat tekanan rakyat untuk melakukan nasionalisasi terhadap minyak Iran yang ketika itu dikuasai oleh Inggris.
Perilaku Jenderal Razm Ara ini membuat rakyat Iran yang dipimpin oleh para ruhaniwan bangkit menentangnya dan akhirnya dia terbunuh di tangan seorang pejuang kebangkitan muslim bernama Khalil Tahmasabi.
Ghana Merdeka
60 tahun yang lalu, tanggal 6 Maret 1957, rakyat Ghana di bawah pimpinan Dokter Kwane Nkrumah, akhirnya berhasil meraih kemerdekaan mereka.
Ghana sejak abad ke 15 dijajah oleh Portugis. Kemudian, pada tahun 1874, negara yang dijuluki Pantai Emas karena memiliki tambang emas yang kaya itu, jatuh ke tangan Inggris.
Perjuangan rakyat Ghana pada pertengahan abad ke-20, membuat Inggris terpaksa memberikan status otonomi kepada Ghana dan pada tahun 1952, diadakan pemilu yang behasil menetapkan Nkrumah sebagai Perdana Menteri. Dua tahun berikutnya, Nkrumah memproklamasikan kemerdekaan negerinya. Ghana menjadi negara Afrika pertama yang merdeka dan menjadi anggota PBB.
Kemenlu Iran Putuskan Hubungan dengan Inggris
28 tahun yang lalu, tanggal 16 Isfand 1367 HS, Kementerian Luar Negeri Iran memutuskan hubungan diplomatik dengan Inggris.
Empat hari pasca dikeluarkannya hukum bersejarah Imam Khomeini ra soal murtadnya Salman Rushdi, penulis buku Ayat-Ayat Setan yang membuat marah umat Islam, akhirnya memaksa Salman Rushdi meminta maaf kepada seluruh umat Islam. Pada hakikatnya, pernyataan maaf Salman Rushdi dilakukan untuk meredak kemarahan Muslimin.
Oleh karenanya, Parlemen Iran pada tanggal 9 Isfand 1367 Hs dalam sebuah sidang istimewa mengeluarkan ultimatum sepekan kepada Inggris dan menyatakan setiap bentuk hubungan politik dengan London hanya dapat dilakukan dengan syarat para pejabat Inggris menyatakan permintaan maafnya dan meninjau kembali sikapnya Inggris terkait dunia Islam dan buku Ayat-Ayat Setan.
Menyusul kejadian ini, Menteri Luar Negeri Inggris menyatakan penyesalannya atas publikasi buku Salman Rushdi itu, tapi menilai pemerintah Inggris tidak bertanggung jawab soal publikasi buku itu. Tapi dikarenakan pernyataan ini tidak memuat permintaan maaf, pemerintah Republik Islam Iran pada 16 Isfand 1367 setelah lewat ultimatum sepekan yang dikeluarkan, akhirnya memutuskan hubungan politik dengan Ingris secara resmi.