Lintasan Sejarah 7 Maret 2017
Hari ini, Selasa tanggal 7 Maret 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 8 Jumadil Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 17 Isfand 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Yamin Meninggal Dunia
669 tahun yang lalu, tanggal 8 Jumadil Tsani 769 HQ, Ibnu Yamin Fariumadi, pujangga besar Iran abad ke 8 H meninggal dunia.
Ibnu Yamin dilahirkan pada tahun 685 HQ. Kemasyhuran Ibnu Yamin lebih banyak dikarenakan oleh muatan puisi-puisinya yang mendidik, namun tetap menyuratkan kesederhanaan dan mudah untuk difahami.
Ibnu Yamin meninggalkan sebuah antologi puisi yang berisi 10 ribu bait syair dari beragama bentuk puisi. Dia dikenal begitu piawai dalam melantunkan Qasideh, Qathe'eh, dan Ghazal.
Ayatullah Syafrafuddin Amili Meninggal Dunia
61 tahun yang lalu, tanggal 8 Jumadil Tsani 1377 HQ, Ayatullah Sayid Abdul Husein Syarafuddin Amili, seorang tokoh ulama besar muslim, meninggal dunia.
Ayatullah Syarafuddin Amili dilahirkan pada tahun 1290 HQ di kota Kazhimain, Irak. Di tahun-tahun pertama beliau belajar ilmu-ilmu dasar keislaman kepada ayahnya. Setelah itu beliau melanjutkan pendidikan agamanya kepada guru-guru besar seperti Syaikh as-Syariah Isfahani, Akhond Khorasani, Sayid Muhammad Kazhim Yazdi dan lain-lain.
Setelah menyelesaikan pendidikannya, Ayatullah Syarafuddin Amili pada 1322 HQ pergi ke kawasan Jabal Amil di Lebanon untuk menyebarkan ajaran Islam. Pada 1330 HQ, beliau mengajak ulama dan para pemuka Jabal Amil untuk bangkit melawan penjajahan Perancis dan mengeluarkan fatwa jihad. Perjuangan ini memunculkan banyak masalah baginya dan dengan penuh kesabaran beliau menanggung semua itu.
Sepanjang hidupnya, Ayatullah Amili selalu menyerukan persatuan kaum Muslimin sedunia. Beliau juga banyak meninggalkan karya penulisan dan yang paling penting adalah al-Muraja’at.
Invasi Pertama Nazi
81 tahun yang lalu, tanggal 7 Maret 1936, Nazi Jerman melakukan invasi pertamanya pasca Perang Dunia Pertama dengan mengirimkan pasukan ke Rhineland, sebuah kawasan bebas militer di sepanjang Sungai Rhine, di barat Jerman.
Pengiriman pasukan oleh Hitler ini merupakan pelanggaran atas Perjanjian Versailles dan Pakta Locarno. Perjanjian Versailles ditandatangani bulan Juli 1919 yang berisi perintah denda dan ganti rugi yang harus dibayar Jerman sebagai pihak yang kalah perang, pengurangan jumlah pasukan Jerman, dan demiliterisasi kawasan Rhineland. Sementara itu, Pakta Locarno ditandatangani tahun 1925 yang berisi persetujuan atas isi perjanjian Versailles dan diterimanya Jerman dalam Liga Bangsa-Bangsa.
Empat tahun kemudian, Hitler dan Partai Nazinya meraih kekuasaan di Jerman dan pada tahun 1935, Hitler secara sepihak membatalkan kedua perjanjian itu sehingga meletuslah Perang Dunia Kedua.
Tentara Inggris Mendarat di Yunani
76 tahun yang lalu, tanggal 7 Maret 1941, dalam era Perang Dunia Kedua, tentara Inggris yang sebelumnya berpangkalan di Mesir, mendarat di Yunani.
Sebelumnya, pada bulan Oktober 1940, tentara Italia menginvasi Yunani. Aksi Italia di bawah pimpinan Musolini ini bertentangan dengan keinginan sekutunya, Hitler, yang menghendaki agar Italia lebih berkonsentrasi di Mesir.
Dalam menghadapi serangan Italia, Tentara Yunani melakukan perlawanan keras dan berhasil memukul mundur Italia hingga ke Albania dalam satu minggu. Inggris mengambil kesempatan ini dengan mengirim tentaranya ke Yunani yang merupakan daerah strategis karena menghalani akses Hitler terhadap sumber minyak di Rumania yang merupakan sumber minyak utama Hitler untuk mengoperasikan mesin-mesin perangnya.
Namun sebulan kemudian, yaitu bulan April 1941, tentara Hitler menyerbu Yunani dan tentara Inggris dipukul mundur.
Ahmad Ebadi Meninggal
24 tahun yang lalu, tanggal 17 Isfand 1371 HS, Ahmad Ebadi, seorang seniman musik tradisional Iran terkenal, meninggal dunia.
Ahmad Ebadi mulai mempelajari musik sejak usia muda dan setelah bertahun-tahun memainkan sitar, Ebadi berhasil menemukan metode baru dalam memainkan alat musik ini.
Ahmad Ebadi juga aktif dalam mengajar musik dan mengembangkan musik tradisional Iran. Dia banyak menciptakan karya musik yang amat populer di kalangan penikmat musik tradisional Iran. Salah satu di antaranya adalah penggunaan berbagai jenis nada-nada sitar yang merupakan hasil dari 80 tahun pengalamannya di dunia musik.