Lintasan Sejarah 9 Maret 2017
Hari ini, Kamis tanggal 9 Maret 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 10 Jumadil Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 19 Isfand 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Attar Neishabouri Tewas
820 tahun yang lalu, tanggal 10 Jumadil Tsani 618 QH, Fariruddin Attar Neishabouri, penyair dan sufi terkenal Iran tewas oleh pasukan Mongol yang menyerang kawasan Iran.
Attar terlahir ke dunia sekitar tahun 540 hijriah. Setelah ayahandanya meninggal dunia, Attar meneruskan profesi ayahnya sebagai penjual obat-obatan. Kecerdasaan Attar membuatnya mampu menjadi seorang dokter hanya dengan mempelajari secara otodidak masalah obat-obatan yang dijualnya.
Kekayaan dari hasil menjual obat-obatan dan kemahirannya sebagai dokter membuatnya menjadi orang yang berkecukupan. Akan tetapi, dalam sebuah fase kehidupannya, Attar mengalami perubahan kondisi kejiwaan secara revolutif.
Untuk itulah ia kemudian meninggalkan profesi dan segala kehidupan duniawinya. Attar kemudian melakukan perjalanan jauh. Dari Mekah yang berada Jazirah Arab, ia kemudian menyusuri kawasan Ma Wara'an Nahr. Sepanjang perjalanannya tersebut, Attar bertemu dengan sejumlah ‘urafa terkenal zaman itu.
Segala yang dijumpai sepanjang perjalanan itu ia tuangkan ke dalam tulisan-tulisan yang memiliki makna mendalam serta nilai kesusatraan yang sangat tinggi. Karya paling terkenal Attar adalah kitab syair berjudul "Mantiquth Thayr". Selain itu, karya Aththar yang lainnya adalah "Tadzkiratul Awliya", "Ilahi Name", "Asrar Name", dan "Mushibat Name".
Wafatnya Sayid Mohammad Mahdi Khansari
111 ahun yang lalu, tanggal 19 Isfand 1284 HS, Mirza Mahdi Khansari meninggal dunia di usia 70 tahun dan dikuburkan di samping makam ayahnya di kota Isfahan.
Mirza Mohammad Mahdi Khansari lahir sekitar tahun 1214 HS dari keluarga ulama di kota Isfahan. Ayahnya, Mirza Mohammad Baqir Khonsari adalah penulis buku terkenal Raudhaat al-Jannaat yangu juga merupakan ahli fiqih dan ulama Syiah terkenal di masanya.
Mirza Mohammad Mahdi memulai pendidikan agamanya bersama ayah dan pamannya, Sayid Mohammad Hashem Char Souqi dan belajar kepada para ulama Isfahan. Akhirnya Mirza Mohammad Mahdi mendapat ijazah ijtihad dari guru-gurunya.
Selain mengajar, Mirza Mohammad Mahdi juga meninggal karya ilmiah seperti buku Faraidh al-Yaumiyah, catatan pinggir atas buku Qawanin dan komentar atas buku Lum'ah.
Abbas Riyazi Kermani, Ahli Astronomi Iran Wafat
28 tahun yang lalu, tanggal 19 Isfand 1367 HS, Doktor Abbas Riyazi Kermani meninggal dunia dalam usia 81 tahun di kota Tehran.
Doktor Abbas Riyazi Kermani merupakan ahli astronomi dan matematika terkenal Iran. Beliau lahir pada 1286 HS di kota Kerman. Setelah menyelesaikan kuliahnya selesai, Doktor Riyazi melanjutkan pendidikannya di Perancis dan berhasil menyelesaikan doktoralnya di bidang astronomi di Universitas Sorbonne.
Sekembalinya Doktor Riyazi ke Tehran, beliau mengajar di Universitas Tehran dan menjadi guru besar astronomi. Pada 1325 HS, beliau menyusun kalender resmi Iran.
Doktor Riyazi banyak meninggalkan karya tulis di bidang astronomi.
Menachem Begin Meninggal
25 tahun yang lalu, tanggal 9 Maret 1992, Menachem Begin, salah seorang pendiri rezim Zionis dan partai Likud, meninggal dunia.
Begin dilahirkan di Belarusia pada tahun 1913. Ayahnya adalah seorang Yahudi ekstrim yang memiliki peran besar dalam membentuk kepribadian ekstrim Mencahem Begin.
Pada usia 12 tahun, Begin telah membentuk kelompok pemuda pengawal Zionis dan pada tahun 1942, setelah ia hijrah ke Palestina, Begin membentuk organsasi teroris ekstrim "Irgun" yang benyak melakukan teror dan pembunuhan massal terhadap warga Palestina.
Kekejaman Begin amat terkenal sampai-sampai Ben Gurion yang juga salah seorang pendiri Rezim Zionis, menjuluki Begin sebagai Hitler Sejati. Setelah menduduki berbagai posisi dalam kabinet Zionis, pada tahun 1977, Begin terpilih sebagai Perdana Menteri.
Begin terpaksa mundur dari kursinya pada tahun 1982 setelah ia memerintahkan pembunuhan massal terhadap pengungsi Palestina di kamp Shabra Shatila di Libanon yang menimbulkan kemarahan dunia internasonal. Beberapa bulan kemudian, Begin terjangkit penyakit dan akhirnya meninggal dunia.