Lintasan Sejarah 13 Maret 2017
Hari ini, Senin tanggal 13 Maret 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 14 Jumadil Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 23 Isfand 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Imam Ghazali Al-Thusi Wafat
933 tahun yang lalu, tanggal 14 Jumadil Tsani 505 HQ, Abu Hamid Muhammad Ghazali Thusi, yang terkenal dengan nama Imam Muhammad Ghazali, ilmuwan dan ahli fiqih besar Iran, meninggal dunia.
Ghazali mempelajari ilmu fiqih dari Abu Nasr Ismail dan dalam waktu singkat ia berhasil menguasai ilmu tersebut. Pada usianya ke-28 tahun, Ghazali telah masuk ke jajaran ulama besar muslim.
Kemasyhuran Ghazali membuatnya diundang oleh kerajaan Maliki untuk mengajar di Baghdad. Pada tahun 488 Hijriah, Imam Muhammad Ghazali pergi ke Mekah untuk menunaikan haji dan setelah itu, ia tinggal di Baitul Maqdis. Di akhir usianya, ia kembali ke Iran dan mengajar di negeri kelahirannya itu. Di antara karya-karya Imam Muhammad Gazali adalah "Ihya-u Ulumid-Din" dan "Nasihatul-Muluk"
Tzar Alexander II Dibunuh
136 tahun yang lalu, tanggal 13 Maret 1881, Tzar Alexander II yang menjadi pemimpin Russia sejak tahun 1855, terbunuh di jalan kota St. Petersburg akibat bom yang dilemparkan seorang anggota kelompok revolusioner bernama "Kehendak Rakyat".
Organisasi ini didirikan pada tahun 1879 dengan tujuan untuk menggulingkan sistem kerajaan di Rusia. Kelompok ini sebelumnya telah melakukan pembunuhan terhadap pejabat kerajaan dan beberapa kali melakukan percobaan pembunuhan terhadap Tzar Alezander II.
Sebagai raja, Alexander II banyak melakukan reformasi untuk meliberalisasi dan memodernisasi Russia, termasuk pembebasan budak pada tahun 1861. Namun, ketika kekuasaannya ditentang, Tzar Alexander II berubah menjadi represif dan dengan keras menentang gerakan reformsi politik. Ironisnya, pada hari ketika Alexander II dibunuh, dia telah menandatangani UU pendirikan dua komisi legislatif yang terdiri dari wakil-wakil rakyat yang dipilih secara tidak langsung.
Pengganti Alexander II adalah anaknya, yaitu Alexander III. Raja baru itu membatalkan UU tersebut serta menghukum gantung para pembunuh ayahnya. Perjuangan rakyat Rusia untuk menggulingkan kerajaan berhasil pada tahun 1917.
Ayatullah Mirza Habibullah Rashti Meninggal Dunia
126 tahun yang lalu, tanggal 14 Jumadil Tsani 1312 HQ, Ayatullah Mirza Habibullah Rashti, seorang ulama dan marji' besar Islam, meninggal dunia.
Ayatullah Mirza Habibullah Rashti meneruskan pelajarannya di Najaf, Irak, dan belajar kepada Syeikh Murtadha Anshari. Secara bertahap, beliau akhirnya menjadi salah satu marji besar di hauzah ilmiah Najaf. Salah satu di antara karya beliau adalah "Badi'ul Afkar".
Kelompok Teror Hagana Membunuh Massal Warga Palestina
69 tahun yang lalu, tanggal 13 Maret 1948, kelompok teroris Zionis, "Hagana", menyerang desa Husainiyah yang terletak di Jalilah utara.
Dalam serangan ini, kelompok Hagana menghancurkan rumah-rumah milik warga sipil Palestina dan 60 warga desa itu dibunuh massal. Pada hari itu pula, tentara Zionis meledakkan rumah-rumah di Baitul Maqdis sehingga membunuh dan melukai sejumlah orang Palestina.
Pada saat itu, kaum Zionis tengah melakukan persiapan untuk memproklamasikan berdirinya pemerintahan ilegal Israel. Melalui tindakan-tindakan teror ini, mereka berharap bisa menakut-nakuti rakyat Palestina agar meninggalkan tanah air mereka.
Ayatullah Kashani Meninggal
55 tahun yang lalu, tanggal 23 Isfand 1340 HS (13 Maret 1962), Ayatullah Sayid Abolqasem Kashani, seorang ulama dan pejuang Iran, meninggal dunia.
Ayatullah Kashani di usia muda telah berhasil meraih derajat mujtahid di hauzah ilmiah Najaf. Kemudian, bersama-sama dengan para ulama Irak lainnya, Ayatullah Kashani aktif berjuang melawan imperialisme Inggris di Irak, sehingga beliaupun diusir keluar dari negara itu.
Di Iran, Ayatullah Kashani juga terus aktif dalam menentang masuknya infiltrasi Inggris di Iran sehingga oleh pemerintah, beliau dipenjara selama beberapa tahun. Keluar dari penjara, rakyat kota Teheran memilih beliau menjadi anggota parlemen. Berkat dukungan beliau, parlemen akhirnya menasionalisasi minyak Iran dan mengangkat Doktor Mosaddegh sebagai perdana menteri. Ketika Doktor Mosaddegh digulingkan oleh Qawam Sataneh yang merupakan perpanjangan tangan Inggris, Ayatullah Kashani memimpin demonstrasi 30 ribu warga Iran.
Raja Iran, yaitu Shah Pahlevi, melihat posisinya terancam sehingga ia menyetujui pengunduran diri Qawam Sataneh dan Mosaddegh kembali diangkat sebagai perdana menteri. Namun, pada tahun 1954, AS mendalangi kudeta terhadap Doktor Mosaddegh dan pemerintahan Iran kembali dikuasai orang-orang pro-Barat.