Lintasan Sejarah 14 Maret 2017
Hari ini, Selasa tanggal 14 Maret 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 15 Jumadil Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 24 Isfand 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Perang Jamal Antara Pasukan Imam Ali as dan Nakitsin
1402 tahun yang lalu, tanggal 15 Jumadil Tsani 36 HQ, terjadi perang Jamal antara pasukan Imam Ali as dan kelompok Nakitsin.
Tidak berapa lama setelah Imam Ali as menjadi khalifah umat Islam dan baiat yang yang dilakukan masyarakat waktu itu, Talhah dan Zubair, dua sahabat besar Rasulullah Saw gagal mendapat saham yang besar dari pemerintah membatalkan baiatnya dan pergi ke Mekah. Mereka kemudian bertemu dengan Aisyah, isteri Rasulullah Saw dan bersekongkol mengajak masyarakat bangkit menuntut kematian Utsman bin Affan, Khalifah sebelumnya terhadap Imam Ali as.
Imam Ali as tahu apa yang sedang terjadi dan kemudian mempersiapkan kekuatan militernya untuk memberangus fitnah Nakitsin (para pelanggar janji). Tapi pengikut Talhah dan Zubair telah menguasai kota Basrah dan memberontak terhadap Imam Ali as, beliau memerintahkan pasukannya untuk memadamkan pemberontakan.
Sebelum memulai perang, Imam Ali as berdiri di tengah-tengah dua pasukan yang siap berperang dan menasihati Aisyah, Talhah dan Zubair. Kepada Aisyah, beliau menasihati agar kembali ke rumah, sementara kepada Talhah dan Zubair beliau mengingatkan mengapa mereka membatalkan baiatnya. Sekalipun Imam melihat tidak mungkin terjadi perdamaian, tapi beliau tetap harus mengingatkan mereka demi melengkapi hujjah.
Akhirnya Pada 15 Jumadil Tsani 36 Hq perang meletus. Talhah dan Zubair tewas dalam perang itu bersama 16 ribu orang pengikutnya. Sementara di sisi Imam Ali as lebih dari 1000 pasukannya yang tewas. Perang ini berakhir dengan pengakuan kemenangan pasukan Imam Ali as. Perang ini diberi nama Jamal karena Aisyah dalam peristiwa itu mengendarai unta yang dalam bahasa Arab adalah jamal.
Perang Dien Bien Phu Meletus
63 tahun yang lalu, tanggal 14 Maret tahun 1954, meletuslah perang besar di Dien Bien Phu, Vietnam, yang mengubah nasib kolonial Perancis di Indocina.
Dalam Perang Dunia II, Jepang menduduki Indocina dan mengusir rezim kolonial di wilayah itu. Setelah perang berakhir, tentara Perancis masih tetap bercokol di Indocina dan merestorasi kekuasaan mereka. Namun demikian, pendudukan Jepang memberi kesempatan kepada rakyat Vietnam untuk mengkonsolidasi kekuatan dan melakukan perlawanan terhadap Perancis. Perang di Bien Dien Phu ini berhasil mengakhiri masa penjajahan Perancis.
Pemilu Parlemen Iran Pertama Diselenggarakan
37 tahun yang lalu, tanggal 24 Isfand 1358 HS (14 Maret 1980), pemilu parlemen pertama setelah terbentuknya Republik Islam Iran diselenggarakan.
Pemilu ini terselenggara di sela-sela berbagai aksi provokasi dan propaganda negara-negara Barat yang menentang berdirinya Republik Islam di Iran.
Parlemen Iran terdiri dari 290 orang dan mazhab-mazhab minoritas, seperti Kristen, Katolik, Yahudi, Zoroaster, berhak mengirimkan minimalnya satu wakil dalam parlemen.
Pengeboman Dalam Salat Jumat Tehran
32 tahun yang lalu, tanggal 24 Isfand 1363 HS (14 Maret 1985), ketika salat Jumat di kota Tehran tengah berlangsung, sebuah bom meledak sehingga membunuh dan melukai sejumlah peserta salat Jumat itu.
Bersamaan dengan terjadinya ledakan tersebut, beberapa pesawat tempur Irak terbang di atas udara Teheran. Namun demikian, Ayatullah Khamenei yang saat itu menjadi khatib, tetap melanjutkan khutbah beliau dan salat Jumat pun juga tetap dilanjutkan hingga selesai.
Ayatullah Abdorrahman Mohammadi Heydaji Wafat
16 tahun yang lalu, tanggal 24 Isfand 1379 HS, Ayatullah Sheikh Abdorrahman Mohammadi Heydaji meninggal dunia dalam usia 75 tahun dan dimakamkan di kota Qom.
Ayatullah Heydaji lahir di Heydaj, Zanjan pada 1304 HS dari keluarga agamis. Beliau menyelesaikan pendidikan dasar di kota kelahirannya dan tingkat menengah di kota Qom. Selama di Qom, beliau belajar kepada Ayatullah Sayid Hossein Boroujerdi dan Sayid Mohammad Hojjat Kouh Kamareh-i.
Sekitar tahun 1337 HS, Ayatullah Heydaji kembali ke tempat kelahirannya atas permintaan warga dan di sana beliau mengajar ilmu-ilmu agama,membangun perpustakaan mengurus hauzah ilmiah.
23 tahun mengabdi di kota kelahirannya, Ayatullah Heydaji kembali ke Qom bersamaan dengan kemenangan Revolusi Islam Iran dan tekun mengajar dan menulis buku. Beliau banyak meninggalkan karya tulis di bidang fiqih, hadis dan sejarah. Ayatullah Heydaji juga menguasai sastra. Sebagian buku yang ditulisnya antara lain, Ahd-e Pedari, Avamil Salah va Vasad, Enteghadat Akhlaqi dan 40 Hadis tentang Hari Kiamat.