Lintasan Sejarah 26 Maret 2017
Hari ini, Ahad tanggal 26 Maret 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 27 Jumadil Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 6 Farvardin 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Beethoven Meninggal Dunia
190 tahun yang lalu, tanggal 26 Maret 1827, Ludwig Van Beethoven musisi besar dunia asal Jerman meninggal dunia.
Masa kecil dan masa remaja bagi Beethoven yang lahir di Bonn tahun 1770, adalah masa-masa hidup yang paling sulit. Meski demikian, dia memperoleh kesempatan berguru pada komposer dan musisi besar zaman itu, Wolfgang Amadeus Mozart dan Franz Joseph Haydn.
Sejak usia muda, Beethoven mengalami gangguan pendengaran. Di usianya yang ke-49 Beethoven tuli secara total. Namun, justeru di masa-masa itulah Beethoven menciptakan banyak karya besarnya termasuk sembilan simfoni yang merupakan simfoni musik klasik paling terkenal.
Haji Mirza Husein Nuri Tabrizi Wafat
118 tahun yang lalu, tanggal 27 Jumadil Tsani 1320 HQ, Haji Mirza Husain Nuri Tabrizi, seorang ulama muslim Iran, meninggal dunia.
Haji Mirza Husain Nuri Tabrizi sangat utama dalam ibadah, ketakwaan, kehati-hatian, dan penyucian jiwa. Beliau banyak meninggalkan karya penulisan di bidang ilmu hadis, tafsir al-Quran, dan penjelasan mengenai ulama-ulama Islam. Semua itu ditulisnya degan penuh ketelitian dan kekhasan.
Beliau juga menulis mengenai Ahlul Bait Rasulullah Saw. Di antara karya beliau yang paling terkenal adalah "Mustadrak Wasail" yang berisi catatan kehidupan ulama-ulama besar muslim.
Mirza Abul Hasan Azarbaijani Mishkini Wafat
80 tahun yang lalu, tanggal 27 Jumadil Tsani 1358 HQ, Mirza Abul Hasan Azarbaijani Mishkini, seorang ulama Iran, meninggal dunia di kota Baghdad.
Sejak masa mudanya, Mirza Mishkini telah menuntut ilmu kepada ulama-ulama besar sampai akhirnya beliau sendiri menjadi salah satu di atara ulama-ulama besar zaman itu. Beliau sangat menguasai ilmu fiqih, ushul fiqih, dan tafsir Quran.
Di antara karya-karya Mirza Mishkini adalah sebuah buku tafsir atas kitab "Makasib" karya Syaikh Murtadha Anshari.
Mahasiswa Menduduki Kedubes Mesir di Tehran
38 tahun yang lalu, tanggal 6 Farvardin 1358 HS, mahasiswa Iran menduduki Kedubes Mesir di Tehran.
Setelah berbulan-bulan perundingan antara Israel dan Mesir dengan Amerika sebagai penengahnya, ditandatangani perjanjian damai antara keduanya di Washington. Menjelang terlaksananya gerakan pengkhianatan ini, Imam Khomeini ra mengeluarkan pesan yang menyebut perjanjian damai Anwar Sadat, Presiden Mesir waktu itu dengan Israel sebagai bentuk pengkhianatan kepada Islam dan Muslimin sekaligus mengutuk perjanjian tersebut.
Dalam aksi protes atas kesiapan Mesir untuk menandatangani perjanjian damai, dini hari 6 Farvardin 1358 HS, lebih dari lima puluh mahasiswa Arab yang tinggal di Iran menyerang Kedutaan Besar Mesir di Tehran dan menduduki halamannya. Setelah itu mereka menyebarkan pamflet berisi 5 butir pernyataan. Selain memrotes kinerja pemerintah Mesir, disebutkan bahwa Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sebagai satu-satunya wakil bangsa Palestina.
Sekalipun aksi ini didukung oleh para mahasiswa Iran, tapi Kementerian Luar Negeri Pemerintah Sementara menilai itu tidak menguntungkan Revolusi Islam Iran dan revolusi bangsa Palestina. Akhirnya, para mahasiswa yang menempati gedung Kedubes Mesir sehari setelahnya (7 Farvardin 1358 HS) harus meninggalkan tempat itu.
Ketika pemerintah Mesir menerima Shah Iran yang dilengserkan, pemerintah Iran memutuskan hubungan politiknya dengan Mesir.
Ismail Adib Khansari, Pemusik Kontemporer Iran Wafat
34 tahun yang lalu, tanggal 6 Farvardin 1361 HS, Ismail Adib Khansari, pemusik kontemporer Iran meninggal dunia dalam usia 81 tahun dan dikebumikan di pekuburan Behesht-e Zahra.
Ismail Adib Khansari lahir pada 1280 HS di kota Khansar. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di kota kelahirannya, Adib Khansari yang memiliki suara bagus diperkenalkan ayahnya untuk mengumandangkan azan di masjid kota.
Sejak saat itu pula ia mulai mengenal dan menyukai puisi dan musik lalu mempelajari karya-karya penyair berbahasa Persia. Setelah itu ia pergi ke Isfahan dan mulai mengenal prinsip-prinsip musik. Perlahan-lahan ia juga mempelajari suling, sitar dan piano. Ketika radio mengudara, ia menjadi penyanyi tetap di sana.
Adib Khansari sejak tahun 1319 HS mengisi acara radio setiap pekan, sekaligus menjadi pembawa acara. Ia menjadi salah satu pendiri Jameh Barbod dengan tujuan ada tempat untuk mementaskan teater dan konser musik.