Peneliti Inggris: Amerika Terjebak oleh Diktator Kecil
https://parstoday.ir/id/news/world-i183728-peneliti_inggris_amerika_terjebak_oleh_diktator_kecil
Pars Today - Seorang peneliti Inggris menggambarkan Presiden AS Donald Trump sebagai seorang diktator yang otaknya telah gagal dan telah menjerumuskan dunia ke dalam kekacauan.
(last modified 2026-01-06T09:22:43+00:00 )
Jan 06, 2026 16:21 Asia/Jakarta
  • Profesor Haim Bresheeth
    Profesor Haim Bresheeth

Pars Today - Seorang peneliti Inggris menggambarkan Presiden AS Donald Trump sebagai seorang diktator yang otaknya telah gagal dan telah menjerumuskan dunia ke dalam kekacauan.

Profesor Haim Bresheeth, seorang penulis dan peneliti Inggris mengatakan pada hari Selasa (06/01/2026) dalam sebuah wawancara tentang persepsinya terhadap operasi militer AS di Venezuela, "Amerika telah menjadi imperium yang usang saat ini dengan ekonomi yang kehabisan napas, dengan perang yang telah lepas kendali, kekacauan yang diciptakannya dan sekarang berbalik melawan dirinya sendiri, dan dolar yang secara bertahap kehilangan popularitasnya."

Haim Bresheeth menyatakan bahwa Amerika Serikat sekarang diperintah oleh "seorang diktator kecil dan kekanak-kanakan bernama Donald Trump" yang "otaknya tidak berfungsi dengan baik".

Peneliti Inggris itu menyatakan, "Amerika telah berubah dari 'kekuatan dunia yang kejam' menjadi 'negara yang sedang menurun' yang sekarang menjadi bajak laut Karibia, merusak lingkungan sekitar mereka bersama dengan bajak laut genosida Mediterania (rezim Israel). Mereka menciptakan lebih banyak kekacauan setiap hari dan menjarah siapa pun yang mereka inginkan.

Bresheeth melanjutkan dengan menyatakan harapan bahwa negara-negara anggota BRICS akan berdiri “lebih terbuka dan berprinsip” melawan keberadaan kriminal Amerika Serikat dan mencegah implementasi apa yang disebut rencana perdamaian Trump yang akan menyerahkan Gaza kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Penulis Inggris itu mencatat, "Tiongkok dan Rusia seharusnya menghentikan tindakan AS sejak awal. Dalam situasi saat ini, AS dan Israel akan terus merusak lingkungan sekitar mereka dan mendekatkan perang nuklir."

Bresheeth mengatakan, "Kita sekarang menyaksikan runtuhnya semua lembaga, mulai dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi kerja sama internasional lainnya hingga sistem hukum internasional dan hubungan perdagangan, dan yang terpenting, penghancuran langkah-langkah perubahan iklim oleh Amerika Serikat. Sesuatu yang akan membuat kehidupan di Bumi sangat menakutkan bahkan tanpa perang nuklir."

Menurut peneliti ini, tindakan AS untuk menjarah dan menghancurkan Venezuela adalah kelanjutan dari jalan yang sama dalam menghancurkan Libya, Irak, Lebanon, Yaman, Palestina, Suriah, Sudan, dan Somalia.

Dalam konteks ini, Bresheeth menggambarkan rezim Zionis sebagai "mesin kekacauan di Barat" dan menyatakan bahwa rezim ini berupaya menghancurkan dunia Islam bersamaan dengan kejahatan Amerika Serikat.

Peneliti Inggris ini menekankan bahwa perdamaian dan stabilitas internasional tidak akan tercapai tanpa menyingkirkan rezim Zionis dari Asia Barat dan membendung Amerika Serikat dan Uni Eropa serta menghentikan perang-perang destruktif mereka.(sl)