Lintasan Sejarah 16 Juli 2017
Hari ini, Ahad tanggal 16 Juli 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 21 Syawal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 25 Tir 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Andalusia Ditaklukkan Thariq bin Ziyad
1346 tahun yang lalu, tanggal 21 Syawal 92 HQ, Andalusia, yang terletak di Spanyol, ditaklukkan oleh pasukan Islam di bawah pimpinan Thariq bin Ziyad.
Thariq dengan 12.000 pasukan dengan menggunakan beberapa kapal, melewati selat antara Maroko dan Spanyol yang kemudian diberi nama sesuai dengan namanya, yaitu Selat Jabal Thariq. Untuk membangkitkan semangat pasukannya, Thariq membakar kapal-kapal mereka.
Pasukan muslimin kemudian bertempur dengan gigih sehingga berhasil menaklukkan pasukan Spanyol. Mereka kemudian mendirikan pemerintahan dan peradaban Islam selama delapan abad di Andalusia. Pada akhir abad ke-9, tentara salib Eropa bangkit menyerang Andalusia dan menghancurkan peradaban Islam di sana.
Ibnu Hibban, Sejarawan dan Muhaddis Wafat
1084 tahun yang lalu, tanggal 21 Syawal 354 HQ, Ibnu Hibban, sejarawan dan ahli hadis meninggal dunia.
Ibnu Hibban, sejarawan dan ahli hadis terkenal abad ke-4 Hijriah mulai mempelajari dasar-dasar agama kepada guru-guru di masanya. Setelah itu ia ke Neishabour, Iran yang pada masa itu merupakan pusat penting pendidikan agama. Di Neishabour, Ibnu Hibban melanjutkan pendidikannya.
Ibnu Hibban merupakan ulama hebat di bidang hadis dan memiliki pandangan khusus terkait hadis. Ia beberapa kali diangkat menjadi hakim di sejumlah kota. Ia juga memiliki perpustakaan pribadi yang kemudian diwakafkan untuk dimanfaatkan oleh para ilmuwan lain menyalin koleksi buku-bukunya. Tapi saat ini kebanyakan buku-bukunya telah musnah. Karya tulisnya yang masih tersisa adalah al-Tsiqaat dan Raudhah al-Uqala.
Doktor Mosaddegh Mengundurkan Diri dari PM
65 tahun yang lalu, tanggal 25 Tir 1331 HS, Doktor Mosaddegh mengundurkan diri dari jabatan Perdana Menteri Iran.
Peristiwa pengunduran Doktor Mosaddegh diawali dari hari itu juga ketika ia mengadakan pertemuan dengan Shah dan menyerahkan daftar kabinetnya kepada Mohammad Reza Pahlevi. Dalam pertemuan ini, Mosaddegh meminta kepada Shah agar posisi kementerian pertahanan dipilih olehnya. Ia beralasan bahwa tentara tidak mendengar ucapannya dan banyak melakukan aksi-aksi merusak. Dengan kondisi yang seperti ini, pemerintah tidak dapat melanjutkan aktivitasnya.
Ternyata Shah tidak setuju untuk menyerahkan kementerian pertahanan kepada Mosaddegh. Keputusan ini sangat menyakitkan bagi Mosaddegh dan ia kembali ke rumahnya.
Tanpa melakukan musyawarah dengan seorangpun, Mosaddegh mengirimkan surat pengunduran dirinya kepada Shah. Shah menerima pengunduran dirinya dan mengangkat Qiwam Saltanah sebagai Perdana Menteri. Di awal pengangkatannya, Qiwam Saltanah mengeluarkan pengumuman bahwa pemerintah akan bersikap tegas terhadap para oposan.
Langkah-langkah yang diambil oleh Qiwam Saltanah mendapat dukungan total Shah. Hal ini membuat rakyat dan ulama tidak puas dan melakukan aksi protes. Perlahan-lahan situasi ini menarik rakyat untuk hadir lebih luas, hingga terjadi kebangkitan bersejarah 30 Tir 1331 dan kembalinya Mosaddegh ke tampuk kekuasaan.
Saddam Menggulingkan Presiden Bakr
38 tahun yang lalu, tanggal 16 Juli 1979, Saddam menggulingkan Presiden Irak saat itu, Hassan Al- Bakr dan mengangkat dirinya sebagai presiden baru Irak sekaligus sebagai Sekjen Partai Baath.
Aktivitas politik Saddam dimulai sejak masa remaja dengan bergabung ke dalam Partai Sosialis Baath. Ia kemudian dipenjarakan karena terlibat dalam usaha pembunuhan atas PM Abdul-Karim Qassim.
Pada tahun 1960, Saddam melarikan diri ke Syria, kemudian ke Mesir dan di sana ia menyelesaikan pendidikan SMU-nya. Pada tahun itu pula, pengadilan Irak menjatuhinya hukuman mati in absentia.
Sambil mneruskan pendidikan di fakultas hukum, Saddam meneruskan aktivitas militernya. Pada tahun 1968, Saddam telah menjadi salah satu pimpinan di Partai Baath dan terlibat dalam penggulingan Presiden Abdul Rahman Arif.
Jabatan Presiden Irak kemudian dipegang Hassan Al-Bakr dan Saddam ditunjuk sebagai wakil presiden. Akhirnya, pada tahun 1979, Saddam menggulingkan Hasan Al-Bakr dan ia menjalankan kekuasaan tangan besinya di Irak hingga tahun 2003, ketika ia digulingkan oleh AS.