Jul 17, 2017 08:44 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 17 Juli 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 22 Syawal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 26 Tir 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Abu Ishaq Kisai Marwazi Lahir

1097 tahun yang lalu, tanggal 22 Syawal 341 HQ, Abu Ishaq Kisai Marwazi, seorang penyair terkenal Iran, terlahir ke dunia.

Masa hidup Abu Ishaq Kisai Marwazi bersamaan dengan akhir masa pemerintahan Samai dan awal periode Ghaznawi di Iran. Awalnya, Kisai adalah seorang penyair yang memuji-muji penguasa, namun kemudian seiring dengan pergulatan batinnya, ia menjalani hidup sebagai zuhud dan taat beribadah. Kisai pun menyusun syair-syair yang memuji-muji Rasulullah dan Ahlul Baitnya.

Dalam syair-syairnya, Kisai sangat pandai dalam menggunakan kata-kata dan peribahasa. Dia dianggap sebagai penyair yang membawa syair-syair nasehat dan hikmah bahasa Persia ke tahap kesempurnaan dan menyebakan lahirnya penyair-penyair besar Persia seperi Naser Khosrow. Penyair besar Persia ini meninggal dunia tahun 394 Hijriah.

Sayid Nikmatullah Jazayiri Meninggal

326 tahun yang lalu, tanggal 22 Syawal 1112 HQ, Sayid Nikmatullah Jazayiri, seorang ulama fiqih dan ahli hadis terkemuka Muslim meninggal dunia pada usia ke 62 tahun.

Sayid Nikmatullah Jazayiri menguasai ilmu fiqih, hadis, tafsir, dan sastra Arab. Selain itu, beliau banyak berperan dalam menyebarluaskan hukum-hukum dan agama Islam serta melakukan penulisan buku-buku agama.

Karya-karya beliau di antaranya berjudul "Qishashul Anbiya", "Madinatul hadis", dan "Hidayatul Mukminin".

Khan Muhammad Daud Melakukan Kudeta

44 tahun yang lalu, tanggal 17 Juli 1973, Panglima Khan Muhammad Daud dari Afganistan melancarkan kudeta terhadap terhadap Raja Muhammad Zahir, dengan dukungan dari Uni Soviet.

Khan Muhammad Daud kemudian membubarkan sistem kerajaan di Afganistan dan mendirikan negara republik. Dua tahun kemudian, Khan Muhammad Daud mengangkat dirinya sebagai Presiden Afganistan dan melakukan berbagai tindakan represif terhadap rakyat negara itu yang mengadakan perlawanan terhadap dirinya.

Pada masa pemerintahannya, pengaruh Soviet semakin menguat di Afganistan. Namun, tiga tahun kemudian, justru Soviet pula yang mendalangi kudeta terhadap Khan Muhammad Daud melalui tangan Nur Muhammad Turki.

Dimulainya Kerja Periode Awal Dewan Garda Konstitusi

37 tahun yang lalu, tanggal 26 Tir 1359 HS, periode pertama Dewan Garda Konstitusi memulai kerjanya.

Sesuai dengan Pasal 91 UUD Iran dan demi melindungi hukum Islam serta UUD dari sisi tidak adanya pertentangan dengan ratifikasi Majlis Iran (parlemen), dibentuklah sebuah dewan yang bernama Dewan Garda Konstitusi (Shura-ye Negahban Qanun Asasi). Di dewan ini terdiri dari enam faqih, yang adil dan menguasai perkembangan dunia, yang dipilih oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam dan enam ahli hukum Islam yang diusulkan oleh Mahkamah Agung dan dipilih oleh parlemen.

Kewajiban terpenting Dewan Garda Konstitusi ini adalah mengidentifikasi tidak adanya pertentangan antara UU yang diratifikasi parlemen dengan hukum Islam dan UUD, menafsirkan UUD dan pengawas jalannya pemilu.

Perancis Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Iran

30 tahun yang lalu, tanggal 26 Tir 1366 HS, Perancis putuskan hubungan diplomatik dengan Iran.

Pemerintah Perancis sejak awal perang 8 tahun Iran-Irak memberikan dukungan penuh kepada Irak dan semasa perang, dukungan ini semakin meluas. Perancis memberikan senjata-senjata modern seperti pesawat tempur Super Etendard dan helikopter Super Frelon yang dipersenjatai dengan rudal Exocet kepada Irak yang membuat Irak menjadi kuat, sehingga mampu menyerang kapal-kapal Iran.

Pemerintah Irak sendiri dengan memanfaatkan pesawat dan helikopter ini sejak tahun 1363 HS meningkatkan serangannya terhadap kapal-kapal tanker Iran dan ratusan kapal yang menjadi sasaran tembak.

Antara tahun 1364-1365, Perancis memberikan bantuan utang sebesar 5 miliar dolar kepada Baghdad dan dengan demikian Perancis menjadi partner Eropa terbesar bagi Irak. Bersamaan dengan bantuan ini, Paris berusaha untuk tidak membayar utangnya sebesar 1 miliar dolar kepada Iran.

Kebijakan tidak bersahabat Perancis di masa perang 8 tahun terhadap Iran terus berlanjut, sehingga akhirnya pada 26 Tir 1366, secara sepihak Paris memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Iran.