Lintasan Sejarah 20 Juli 2017
Hari ini, Kamis tanggal 20 Juli 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 25 Syawal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 29 Tir 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Imam Jakfar Shadiq Gugur Syahid
1290 tahun yang lalu, tanggal 25 Syawal 148 HQ, Imam Jakfar Shadiq as, cucu Rasulullah Saw generasi ke-lima, gugur syahid akibat dibunuh oleh rezim yang berkuasa saat itu, yaitu Dinasti Abbasiah.
Imam Jakfar Shadiq lahir pada tahun 83 Hijriah di kota Madinah dan dibesarkan oleh ayah beliau, Imam Baqir as. Setelah Imam Baqir gugur syahid, tampuk imamah (kepemimpinan kaum Muslimin) dilanjutkan oleh anak beliau, Imam Jakfar Shadiq as yang saat itu berusia 31 tahun.
Sebagaimana yang juga dialami ayah dan kakek-kakek beliau, serta kelak anak dan cucu beliau, Imam Jakfar Shadiq dan para pengikutnya mengalami tekanan dan represi dari dinasti yang berkuasa saat itu. Namun, karena saat itu tengah terjadi perebutan kekuasaan kekhalifahan Islam antara Dinasti Umayah dan Abbasiah, tekanan terhadap Imam Jakfar Shadiq dan para pengikut Ahlul Bait tidak terlalu besar, sehingga beliau memiliki kesempatan untuk menyebarluaskan ajaran dan ilmu-ilmu Islam.
Tercatat ribuan ahli fiqih dan cendikiawan Islam datang ke majelis ilmu Imam Jakfar Shadiq untuk menuntut ilmu di berbagai bidang, mulai dari agama, teologi, kedokteran, kimia, hingga astronomi. Jabar bin Hayan, seorang kimiawan besar dunia Islam adalah salah satu murid Imam Jakfar Shadiq. Imam Jakfar Shadiq dan ayah beliau, Imam Muhamamd Baqir, adalah pendiri pusat keilmuwan terbesar di dunia Islam saat itu, di kota Madinah.
Bernard Riemann
151 tahun yang lalu, tanggal 20 Juli 1866, Bernard Riemann, seorang matematikawan terkenal Jerman, meninggal dunia akibat penyakit TBC.
Bernard Riemann melewati pendidikan menengahnya di Johanneum Gymnasium dan pada saat itu, ia menunjukkan minat dan kemampuan yang besar pada bidang matematika dengan mampu menyelesaikan buku teori angka setebal 900 halaman hanya dalam waktu enam hari.
Pada tahun 1846, Riemann masuk universitas Gottingen di jurusan teologi, namun akhirnya pindah ke jurusan filsafat agar bisa lebih banyak mempelajari matematika. Salah satu keberhasilan Reimann adalah menemukan dasar-dasar relativitas umum. Riemann juga membangun teori bentuk kuadrat.
Marconi Meninggal
80 tahun yang lalu, tanggal 20 Juli 1937, Guglielmo Marconi, penemu teknik pengiriman pesan lewat gelombang radio, meninggal dunia.
Marconi dilahirkan tahun 1874 di Bologna Italia. Sejak muda, Marconi telah tertarik pada bidang fisika dan elektronika dan mempelajari karya-karya fisikawan terkenal, seperti Maxwell dan Hertz.
Pada tahun 1895, dia memulai eksperimennya sendiri dan berhasil mengirimkan sinyal melalui gelombang radio dengan jarak satu setengah mil. Selanjutnya, penemuan itu terus dikembangkan Marconi dan pada tahun 1932, ia berhasil menemukan sistem radio-telepon.
DK-PBB Ratifikasi Resolusi 598 Soal Gencatan Senjata Iran-Irak
30 tahun yang lalu, tanggal 29 Tir 1366 HS, akhirnya Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi bernomor 598 tentang segera dihentikan perang Iran-Irak.
Resolusi 598 ini berisikan 10 butir yang diratifikasi dengan mufakat oleh 15 anggota DK-PBB. Setelah berdiri selama 40 tahun, resolusi ini termasuk satu dari sedikit resolusi DK-PBB yang disepakati oleh 5 anggota tetap lembaga ini.
Rezim Baath Irak langsung mengumumkan bila Iran menerima resolusi itu, maka Irak menerima keseluruhan butir yang ada tanpa syarat. Berbeda dengan resolusi-resolusi sebelumnya, dalam resolusi 598 ini hak-hak bangsa Iran mendapat perhatian yang membuat pemerintah Iran tidak menolak resolusi tersebut. Satu-satunya yang ditekankan terkait resolusi itu adalah penetapan siapa yang bersalah dan pemicu perang.
Sikap Iran membuat berang musuh-musuhnya yang akhirnya menyeret mereka untuk terjun langsung dalam medan pertempuran. Amerika mengirim lebih dari 43 kapal perangnya ke Teluk Persia dan negara-negara sekutunya menghadiahi rezim Baath dengan pelbagai senjata. Aksi ini untuk menunjukkan puncak dari persekutuan mereka dengan rezim Baath Irak.
Sejak saat itu, permusuhan rezim Baath terhadap bangsa Iran dilakukan secara terbuka dengan dukungan mutlak Barat. Rezim Baath menebar terornya dengan senjata kimia dan hal ini dilakukan bukan hanya terhadap rakyat Iran, tapi juga kepada bangsanya sendiri. Akhirnya, Imam Khomeini ra yang melihat terjadinya pelbagai peristiwa dan memahami ada konspirasi di balik semua ini serta memperhatikan kepentingan Iran, beliau menerima resolusi 598, setahun setelah dikeluarkannya, tepat pada 27 Tir 1367 HS.