Jul 22, 2017 05:12 Asia/Jakarta

Hari ini, Sabtu tanggal 22 Juli 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 27 Syawal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 31 Tir 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Naisyaburi Meninggal Dunia

1057 tahun yang lalu, tanggal 27 Syawal 381 HQ, Abul Hasan Amiri Naisyaburi, seorang filsuf dan ulama terkemuka Iran, meninggal dunia di Khorasan, sebuah provinsi di timur laut Iran.

Naisyaburi adalah filsuf yang hidup di antara periode dua filsuf besar, yaitu Farabi dan Ibnu Sina. Naisyaburi dikenal sebagai penyambung aliran filsafat kedua filsuf tersebut. Dia berpendapat bahwa filsafat adalah hasil dari akal dan pemikiran.

Menurutnya, akal sama sekali tidak akan pernah bertentangan dengan perintah Tuhan. Selain menguasai bidang filsafat, Naisyaburi juga merupakan seorang ulama akhlak dan agama. Dia banyak melakukan penelitian dalam hal ini dan meninggalkan berbagai karya penulisan. Karya penulisan yang ditinggalkan Naisyaburi antara lain berjudul, "an-Nusukul Aqli" dan "al-Abshar wal Mubshar".

Johann Sebastian Bach Meninggal

267 tahun yang lalu, tanggal 22 Juli 1750, Johann Sebastian Bach, musisi klasik terkenal  Jerman, meninggal dunia dalam usia 65 tahun.

Bach dilahirkan pada tahun l685 dalam keluarga yang mencintai musik. Ayahnya, Johann Ambrosius, adalah pemimpin kelompok musik di kota Eisenach.

Pada usia kanak-kanak, Johann Sebastian diajari ayahnya memainkan biola. Dia juga mempelajari organ dari pamannya yang juga terkenal sebagai musisi, Johann Christoph Bach. Pada usia delapan tahun, Bach memasuki Latin Grammar School dan di sana ia bergabung dalam paduan suara yang membuat bakat musiknya semakin terasah.

Pada usia remaja, ia mulai bergabung dalam berbagai kelompok musik dan akhirnya ia menciptakan sendiri karay-karya musiknya yang banyak bertema relijius.

Tzar Rusia Berusaha Memisahkan Georgia dari Iran

234 tahun yang lalu, tanggal 22 Juli 1783, Tzar Rusia dalam usahanya untuk melaksanakan wasiat dari Peter the Great, mantan penguasa Rusia, berkenaan dengan penguasaan Rusia atas Teluk Persia, melakukan langkah pertamanya dengan memisahkan Georgia dari kekuasaan Iran.

 

Dalam rangka ini, Tzar Rusia menjalin perjanjian dengan pemimpin Georgia yang menyatakan bahwa Georgia berada di bawah perlindungan Rusia dan Georgia dilarang berhubungan langsung dengan Iran dan Ottoman. Meskipun perjanjian antara Georgia dan Rusia ini menimbulkan kemarahan di pihak Iran, namun raja Iran saat itu yang sibuk dengan perang dan konflik dalam negeri tidak mengambil langkah apapun dalam menanggapi masalah ini.

Ayatullah Mulla Ali Hamedani Wafat

39 tahun yang lalu, tanggal 31 Tir 1357 HS, Ayatullah Mulla Ali Hamedani meninggal dunia.

Ayatullah Akhond Mulla Ali Masoumi Hamedani lahir pada 12 Rabiul Awal 1312 HQ di kota Sarderoud, Iran. Beliau besar di bawah didikan ayahnya yang seorang petani. Ketika ayahnya mengetahui kecerdasan anaknya, ia menyerahkannya kepada ulama di daerahnya, Akhond Mulla Mohammad Taqi Sabeti. Di tangan beliau, Mulla Ali Masoumi belajar membaca dan menulis dan setelah itu pada tahun 1330 HQ, beliau pergi ke kota Hamedan.

Di Hamedan Mulla Ali Masoumi belajar di hauzah ilmiah selama 5 tahun dan belajar kepada Ayatullah Haj Mirza Abdorrazaq, Ayatullah Haj Ali Damghani dan Ayatullah Haj Sheikh Emad ad-Din Ali Gonbadi. Pada tahun 1335 HQ beliau pergi ke Tehran dan belajar kepada guru-guru besar Tehran.

Pada tahun 1340 HQ, ketika Ayatullah Abdolkareem Hairi Yazdi mendirikan hauzah ilmiah Qom, Akhond Mulla Ali Masoumi ikut pergi ke kota Qom untuk melanjutkan pendidikannya. Beliau pada tahun 1350 HQ atas perintah Ayatullah Hairi Yazdi kembali ke kota Hamedan untuk mengurusi masalah keagamaan di kota ini. Beliau menjadi pengurus hauzah ilmiah Hamedan dan bagian barat Iran hingga meninggal dunia.

Pembantaian Massal Tentara Zionis

15 tahun yang lalu, tanggal 22 Juli 2002, di kegelapan malam, ketika anak-anak dan kaum perempuan Palestina tengah terlelap, tentara Zionis mengempur kawasan Jalur Gaza dengan menggunakan beberapa unit pesawat tempur F-16 buatan AS.

Dalam serangan ini, Syaikh Salahus-syahadah, komandan Brigade Izuddin Qassam, sayap militer Hamas dan 16 warga sipil Palestina gugur syahid, di antaranya 9 anak-anak tak berdosa.Sementara itu, 150 warga Palestina lainnya terluka.

Syaikh Salahus-syahadah adalah seorang pejuang Palestina yang sangat gigih. Dalam serangan Zionis tersebut, ia gugur syahid bersama istri dan anak perempuannya yang masih kecil. Dia juga pernah dipenjara ooleh Zionis selama 12 tahun dan mengalami penyiksaan yang keji.