Lintasan Sejarah 1 Agustus 2017
Hari ini, Selasa tanggal 1 Agustus 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 8 Dzulqadah 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 10 Mordad 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Daru Quthni Meninggal Dunia
1053 tahun yang lalu, tanggal 8 Dzulqadah 385 HQ, Ali bin Umar Daru Quthni, seorang penulis yang ahli hadis dan fiqih muslim, meninggal dunia di kota Bagdad.
Setelah menempuh pendidikan dasarnya, Daru Quthni melakukan perjalanan ke Mesir dan Suriah untuk mencari ilmu.
Selain menguasai hadis dan fiqih, Daru Quthni juga mahir di bidang sastra dan syair.
Di antara karya-karya yang ditinggalkan Daru Quthni adalah kitab kumpulan hadis Rasulullah, berjudul "Sunan Daru Quthni." Karyanya yang lain berjudul "al-Mukhtalif wal Mu'talaf".
Columbus Menginjakkan Kaki di AS
519 tahun yang lalu, tanggal 1 Agustus 1498, petualang Italia, Christopher Columbus menginjakkan kakinya untuk pertama kali di daratan benua Amerika, di kawasan yang sekarang menjadi bagian dari Venezuela.
Columbus mengira wilayah yang didatanginya itu sebagai sebuah pulau dan memberinya nama Isla Santa serta mengklaimnya sebagai wilayah jajahan Spanyol. Columbus dilahirkan di Genoa, Italia pada tahun 1451. Ia sangat terobsesi oleh kemungkinan menemukan jalur pelayaran langsung dari Eropa ke Asia. Saat itu, masyarakat Eropa mengira tidak ada jalur langsung ke Asia timur, dan satu-satunya jalur yang ada, yaitu melalui Mesir dan Laut Merah telah ditutup oleh kerajaan Ottoman.
Dengan mengira bahwa Eropa dan India Timur hanya dibatasi oleh Lautan Atlantik, Columbus menemui Raja Portugis untuk mensponsori pelayarannya mencari rute baru ke Asia. Proposal ini ditolak dan kemudian Columbus menemui Raja Ferdinand dari Spanyol yang akhirnya bersedia menjadi sponsor misi tersebut.
Pada tanggal 3 Agustus 1492, Columbus memulai ekspedisinya dengan menggunakan tiga kapal bernama Santa Maria, Pinta, dan Niya. Dalam ekspedisi pertama ini, Columbus mencapai Cuba, yang dikiranya bagian dari Cina dan Hispaniola yang disangka sebagai wilayah Jepang. Mereka kembali ke Spanyol dengan membawa emas dan rempah-rempah. Atas kesuksesannya ini, Columbus diberi penghargaan oleh Raja Spanyol dan diberi kesempatan untuk menjalankan ekspedisi yang kedua.
Pada tahun 1493, Columbus memulai ekspedisi keduanya namun hanya berhasil mencapai wilayah Karibia dan pasukannya banyak terbunuh dalam pertempuran dengan kaum pribumi. Selanjutnya pada bulan Mei 1498, Columbus memulai eskpedisi dengan tujuan utama mencari jalur langsung ke India. Tiga bulan kemudian, pada tanggal 1 Agustus 1498, ia menginjakkan kakinya untuk pertama kali di benua AS.
Swiss memperoleh kemerdekaan
369 tahun yang lalu, tanggal 1 Agustus 1648, Swiss memperoleh pengakuan atas kemerdekaannya.
Karenanya tanggal 1 Agustus di negara itu diperingati sebagai hari nasional. Swiss memilih sikap netral dalam perang panjang di benua Eropa yang terjadi antara tahun 1618 hingga 1648. Di bawah perjanjian Westfalen, Negara Eropa mengakui kemerdekaan Swiss dari Kekaisaran Romawi Suci dan kenetralannya (ancient Regime).
Swiss dengan ibukotanya Bern, memiliki luas wilayah 41,293 kilometer persegi dan terletak di jantung benua Eropa. Negara ini bertetangga dengan Jerman, Perancis, Italia, Austria dan Liechtenstein.
Ayatullah Sayid Ahmad Rouzati Wafat
16 tahun yang lalu, tanggal 10 Mordad 1380 HS, Ayatullah Sayid Ahmad Rouzati meninggal dunia.
Haj Mir Sayid Ahmad Rouzati Isfahani adalah ulama Tehran. Beliau lahir pada 7 Rajab 1347 HQ di Isfahan dan setelah menyelesaikan sekolah dasar, beliau mulai belajar ilmu-ilmu agama.
Pelajaran pendahuluan dan menengah hauzah dipelajarinya di kota Isfahan dan kemudian beliau pindah ke Qom dan belajar buku al-Kifayah kepada Ayatullah al-Udzma Marashi Najafi dan Ayatullah Haj Sheikh Morteza Hairi. Sementara kuliah tingkat mujtahidnya dipelajari kepada Ayatullah Khonsari dan Hojjat. Di sela-sela kuliah tingkat mujtahid itu, Ayatullah Rouzati juga belajar syarah at-Tajrid dan syarah Syawariq karangan Lahiji kepada Ayatullah al-Udzma Ahmad Khonsari.
Ayatullah Rouzati belajar fiqih tingkat mujtahid dan sebagian ilmu ushul fiqih kepada Ayatullah al-Udzma Boroujerdi dan menulis kuliah beliau, khususnya masalah "Libas Masykuk" atau pakaian yang diragukan dalam sebuah risalah tersendiri dengan nama "al-Sabil al-Masluk fi al-Libas al-Masykuk".
Setelah belajar selama 10 tahun di Qom, beliau kembali ke kota Isfahan dan mulai mengajar buku seperti al-Ma'lim dan syarah al-Lum'ah di madrasah Sadr dan memberikan kuliah tafsir bagi para profesional.