Aug 14, 2017 07:15 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 14 Agustus 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 21 Dzulqadah 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 23 Mordad 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Wafatnya Alauddin Ali bin Nafis, Dokter Muslim Suriah

751 tahun yang lalu, tanggal 21 Dzulqadah 687 HQ, Ibnu Nafis, dokter muslim meninggal dunia.

Alauddin Ali bin Nafis, ilmuwan dan dokter muslim terlahir di Damaskus, Suriah. Ia belajar ilmu-ilmu keislaman di tempat kelahirannya.

Ilmu kedokteran dipelajarinya pada para ilmuwan terkenal di masanya. Setelah mengkaji dan melakukan penelitian yang mendalam di bidang kedokteran, akhirnya ia memiliki kemampuan luar biasa.

Salah satu buku pertama yang ditulisnya Ibnu Nafis merupakan penjelasan bagian anatomi dari buku al-Qanun, karya Ibnu Sina. Dalam bukunya ini, Ibnu Nafis menjelaskan sirkulasi darah di dalam paru-paru. Penemuan Ibnu Nafis ini dilakukannya tiga abad sebelum ilmuwan Eropa menyatakan telah menemukan sirkulasi darah. Oleh karenanya, berdasarkan pandangan sejumlah peneliti, keberhasilan para ilmuwan Eropa menemukan sirkulasi darah ini mengambil teori yang dibuat oleh Ibnu Nafis.

Buku al-Syamil merupakan karya lain Ibnu Nafis yang menjelaskan teknik pembedahan dan membahasnya secara luas.

Pakistan Memisahkan Diri dari India

70 tahun yang lalu, tanggal 14 Agustus tahun  1947, Pakistan memisahkan diri dari India dan mengumumkan kemerdekaannya.

Pada abad ke-8 agama Islam masuk ke anak benua India dan sebagian dari wilayah Pakistan sekarang, selama masa penjajahan Ingrris pada akhir abad ke-18, dulu dikuasai oleh kaum Muslimin. Bersamaan dengan bangkitnya perjuangan rakyat India melawan penjajahan Inggris, pada tahun 1906 terbentuk partai "Liga Muslim" yang diketuai Muhammad Ali Jinah dan bertujuan untuk membentuk sebuah pemerintahan Islami.

Partai ini kemudian secara bertahap mampu menarik kekuatan kaum muslimin dan akhirnya terbentuklah negara Pakistan. Awalnya, Pakistan terdiri dari dua wilayah yang terpisah, yaitu di timur dan barat India. Namun, karena ketidakpuasan rakyat Pakistan Selatan atas pemerintahan pusat, akhirnya di Pakistan Selatan memisahkan diri dan membentuk negara Bangladesh pada tahun 1971. Pakistan sampai tahun 1970 berbentuk pemerintahan militer dan kemudian berubah bentuk menjadi Republik Islam Pakistan.

Pakistan memiliki luas wilayah lebih dari 803 ribu kilometer persegi dan berbatasan dengan Iran, India, Afganistan, dan China.

Pengangkatan Ayatullah Shahroudi Sebagai Ketua MA

18 tahun yang lalu, tanggal 23 Mordad 1378 HS, Ayatullah Shahroudi diangkat sebagai ketua Mahkamah Agung Republik Islam Iran.

Ayatullah Sayid Mahmoud Hashemi Shahroudi adalah faqih Syiah dan politikus Iran-Irak. Saat ini beliau menjabat sebagai anggota Dewan Garda Konstitusi dan Forum Penentu Kebijakan Negara. Beliau juga wakil Khorasan dan wakil pertama Dewan Ahli Kepemimpinan, sekaligus anggota Jameeh Modarresin Hauzah Ilmiah Qom.

Ayatullah Shahroudi tanggal 23 Mordad 1378 HS diangkat oleh Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menjadi Ketua Mahkamah Agung Iran dari tahun 1378 hingga 1388. Sebelum ini beliau menjadi anggota presidium Dewan Tertinggi Revolusi Islam Irak dan anggota Partai ad-Dakwah Irak.

Perang antara Hizbullah dan Zionis Israel berakhir

11 tahun yang lalu, tanggal 14 Agustus tahun 2006, menyusul keluarnya resolusi 1701 DK PBB, yang diterima oleh Hizbullah Lebanon dan rezim Zionis, maka perang diantara keduanya pun berakhir.

Perang yang dimulai dengan agresi pasukan militer rezim Zionis ke Lebanon, yang tak lain dilancarkan untuk membasmi dan menumpas Gerakan Perlawanan Islam Lebanon, dimulai pada tanggal 12 Juli 2006. Serangan militer besar-besaran ini diharapkan akan segera berakhir dengan kehancuran Hizbullah Lebanon. Akan tetapi ternyata, rakyat Lebanon, terutama bagian selatan negara ini, menunjukkan perlawanan yang gagah berani dan mengagumkan menghadapi serangan bengis dan membabi buta rezim Zionis.

Hizbullah Lebanon pun mampu menunjukkan serangan balasan yang sangat mengejutkan semua pihak, terutama sang agresor Zionis. Para pejuang Hizbullah mampu menghancurkan dua kapalperang moderen, enam buah helikopter militer dan puluhan tank pasukan militer rezim zionis, selain menewaskan sejumlah tentara rezim teroris ini.

Tambahan lagi, pasukan Hizbullah Lebanon berhasil menembakkan puluhan roket ke berbagai kawasan permukiman rezim Zionis yang mengakibatkan ketakutan dan keluarnya sejumlah besar penduduk kawasan-kawasan tersebut. Akhir perang ini menunjukkan keberhasilan dan kemenangan para pejuang Hizbullah dan warga Lebanon Selatan, sekaligus kekalahan memalukan rezim zionis yang selama ini dianggap sebagai kekuatan yang memiliki pasukan militer tak terkalahkan.