Lintasan Sejarah 28 November 2017
Hari ini, Selasa tanggal 28 November 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 9 Rabiul Awal 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 7 Azar 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Hari Keimamahan Imam Mahdi Dimulai
1179 tahun yang lalu, tanggal 9 Rabiul Awal 260 HQ, sehari setelah wafatnya Imam Hasan Askari as, dimulailah hari pertama keimamahan Imam Mahdi af.
Imam Mahdi adalah putra Imam Hasan Askari as yang pada tanggal 8 Rabiul Awal tahun 260 Hijriah gugur syahid akibat dibunuh khalifah saat itu yang berasal dari Dinasti Abbasiah.
Tak lama setelah diangkat sebagai imam kaum Muslimin, Imam Mahdi atas perintah Allah Swt menyembunyikan diri dari umatnya karena keselamatannya terancam. Berdasarkan berbagai hadis yang sahih, Imam Mahdi as pada saat yang ditentukan Allah akan kembali muncul di tengah kaum Muslimin untuk menegakkan pemerintahan yang adil di muka bumi.
Ayatullah Abdolkareem Khuyini Zanjani Wafat
66 tahun yang lalu, tanggal 7 Azar 1330 HS, Ayatullah Abdolkareem Khuyini Zanjani meninggal dunia dalam usia 77 tahun dan dimakamkan di kota Qom.
Ayatullah Sheikh Abdolkareem Khuyini Zanjani pada 1253 HS lahir di kota Khuyin, bagian dari kota Zanjan dan sejak kecil telah belajar di madrasah agama. Kemudian, untuk menyempurnakan pendidikannya, ia pergi ke Qazvin dan setelah itu ke Najaf, Irak. Selama di Najaf, beliau belajar kepada Allamah Sayid Kazem Yazdi, Sheikh as-Syariah Isfahani, Akhond Mollah Mohammad Kazem Khorasani dan Mirza Mohammad Taqi Shirazi, hingga mencapai derajat keilmuan yang tinggi.
Setelah bertahun-tahun tinggal di Najaf, Ayatullah Abdolkareem Khuyini Zanjani kembali ke kota kelahirannya Zanjan dan memulai aktivitasnya menyebarkan agama, mengelola urusan Muslimin dan mendidik murid dan calon ulama.
Ulama besar ini di akhir usianya, setelah tinggal selama 40 tahun di Zenjan, ia pindah ke kota Qom dan mengajar kuliah untuk tingkat mujtahid. Beliau juga banyak meninggalkan karya tulis, seperti catatan pinggir untuk Urwah al-Wutsqa, syarah Kifayah al-Ushul dalam 2 jilid dan buku Fawaid.
Mauritania Merdeka
57 tahun yang lalu, tanggal 28 November 1960, Mauritania memproklamasikan kemerdekaannya.
Negara ini sejak abad ke-15 berada di bawah penjajahan Potugis, kemudian berpindah-pindah ke bawah kekuasaan Belanda dan Inggris. Pada tahun 1903, Mauritania dikuasai oleh Perancis. Pada pertengahan abad ke-20, rakyat Mauritania dalam sebuah referendum menyepakati dibentuknya sebuah pemerintahan otonomi.
Baru pada tahun 1960, negara ini dengan menandatangani perjanjian kesepakatan dengan pemerintah Perancis, meraih kemerdekaan penuh. Mauritania terletak di barat daya Afrika dan berbatasan dengan Aljazair, Mali, dan Senegal.
Inggris Keluar dari Pulau Abu Musa, Tonb Besar dan Tonb Kecil
46 tahun yang lalu, tanggal 28 November 1971, Inggris keluar dari tiga pulau di Teluk Persia, yaitu pulau Abu Musa, Tonb Besar dan Tonb Kecil, dan kekuasaan atas tiga pulau ini dikembalikan kepada pemerintah Iran.
Keluarnya Inggris dari ketiga pulau tersebut adalah bagian dari rencana Inggris untuk keluar dari wilayah Mediterania dan Teluk Persia karena masalah ekonomi dan politk. Tiga pulau ini memiliki nilai strategis karena terletak di Selat Hormuz yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Oman.
Pulau Abu Musa, Tonb Besar dan Tonb Kecil diduduki oleh Inggris sejak tahun 1887untuk mengamankan jalur perdagangannya di Teluk Persia dan Samudera Hindia.