Des 03, 2017 09:24 Asia/Jakarta

Hari ini, Ahad tanggal 3 Desember 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 14 Rabiul Awal 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 12 Azar 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Nabi Perintahkan Bunuh Ka’ab bin Asyraf

1436 tahun yang lalu, tanggal 14 Rabiul Awal 3 HQ, Nabi Muhammad Saw perintahkan umat Islam membunuh Ka’ab Asyraf.

Ka’ab bin Asyraf seorang Yahudi membacakan puisi kurang ajar terhadap Rasulullah Saw dan umat Islam, khususnya kepada wanita muslim. Dengan cara ini ia memprovokasi kaum Musyrik Mekah menghadapi umat Islam.

Nabi Muhammad Saw menilai Ka’ab telah melakukan perbuatan melanggar dan sudah keterlaluan, sehingga pada 14 Rabiul Awal 3 Hq mengeluarkan perintah untuk membunuhnya. Setelah keluar perintah tersebut, Muhammad bin Maslamah menyatakan siap melakukan perintah beliau dan dalam sebuah operasi berhasil membunuh Ka’ab.

Setelah Ka’ab bin Asyraf terbunuh, orang-orang Yahudi terpaksa menulis perjanjian damai dengan umat Islam.

Nabi Muhammad Saw

Jenderal Abdul Haris Nasution Lahir

99 tahun yang lalu, tanggal 3 Desember 1918, Jenderal Besar TNI Purn. Abdul Haris Nasution lahir di Kotanopan, Sumatera Utara.

Jenderal Abdul Haris Nasution meninggal di Jakarta, 6 September 2000 di usia 81 tahun. Jenderal Nasution adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang merupakan salah satu tokoh yang menjadi sasaran dalam peristiwa Gerakan 30 September, namun yang menjadi korban adalah putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudannya, Lettu Pierre Tendean.

Sebagai seorang tokoh militer, Nasution sangat dikenal sebagai ahli perang gerilya. Pak Nas demikian sebutannya dikenal juga sebagai penggagas dwifungsi ABRI. Orde Baru yang ikut didirikannya (walaupun ia hanya sesaat saja berperan di dalamnya) telah menafsirkan konsep dwifungsi itu ke dalam peran ganda militer yang sangat represif dan eksesif. Selain konsep dwifungsi ABRI, ia juga dikenal sebagai peletak dasar perang gerilya.

Gagasan perang gerilya dituangkan dalam bukunya yang fenomenal, Fundamentals of Guerrilla Warfare. Selain diterjemahkan ke berbagai bahasa asing, karya itu menjadi buku wajib akademi militer di sejumlah negara, termasuk sekolah elite militer dunia, West Point, Amerika Serikat.

Bendera Indonesia

Keberhasilan Uji Coba Rudal Balistik Iran

30 tahun yang lalu, tanggal 12 Azar 1366 HS, Iran berhasil melakukan uji coba rudal balistik.

Ketika Republik Islam Iran tengah menghadapi perang tidak berimbang menghadapi kekuatan-kekuatan adidaya dunia untuk membela eksistensi Islam, aksi embargo terhadap Iran semakin meluas. Tapi pada saat yang sama, pada 12 Azar 1366 Hs, Iran berhasil mengujicoba rudal balistik darat ke darat. Rudal balistik ini menjadi produksi pertama rudal Iran di tengah-tengah berkecamuknya Perang 8 Tahun Iran-Irak.

Keberhasilan ujicoba rudal balistik ini pada dasarnya menjadi babak baru kemampuan pertahanan Iran untuk melindungi negara. Kemampuan ini berkembang cepat pasca perang dengan bantuan para pakar di dalam negeri. Upaya ini menjadikan Iran berswasembada alat-alat perang, terutama rudal demi menjamin teritorial Iran. Kemampuan militer Iran bagaimanapun juga menciptakan kekhawatiran tersendiri bagi musuh-musuh Islam dan Iran yang menganggap Iran sebagai potensi ancaman bagi mereka.

Kini upaya Iran di sektor industri militer telah meluas hingga membuat sebagian model pesawat tempur, rudal, peluru, senjata dan kapal selam. Tentu saja kemajuan Iran ini dalam rangka membela diri dari serangan musuh-musuhnya.

Rudal Balistik Iran