Lintasan Sejarah 17 Desember 2017
Hari ini, Ahad tanggal 17 Desember 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 28 Rabiul Awal 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 26 Azar 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Pasukan Islam Mengalahkan Dinasti Sasanid
1408 tahun yang lalu, tanggal 28 Rabiul Awal 31 HQ, pasukan Islam mengalahkan Dinasti Sasanid.
Yazgerd III, Raja Sasanid pada tahun 31 Hq tiba di kota Marv untuk mengumpulkan pasukan dan meminta bantuan dari Khaqan Turki, gubernur Kashgar dan daerah-daerah lain yang berbatasan dengan kawasan timur Cina. Tapi Mahavieh, penjaga kota Marv yang dituduh menggunakan kekayaan kota mengutus beberapa orang ke tempat Yazgerd III. Beberapa orang yang diutus ini berhasil membunuh Yazgerd III dan dengan demikian berakhirlah silsilah dinasti Sasanid
Pada masa itu pula, pasukan Islam memasuki Iran untuk menyebarkan agama Islam dan tanggal 28 Rabiul Awal 31 Hq mereka berhasil mengalahkan dinasti Sasanid.
Kekalahan itu kembali pada kondisi dalam negeri Iran yang tidak stabil dan kezaliman yang dilakukan terhadap warga. Di sisi lain, keistimewaan agama Islam mempercepat kehancuran dinasti Sasanid.
Pembatalan Perjanjian Paksaan Tsar Rusia atas Iran
100 tahun yang lalu, tanggal 26 Azar 1296 HS, perjanjian paksaan Tsar Rusia atas Iran dibatalkan.
Di masa berkuasanya Vusuq Dowleh sebagai perdana menteri, pemerintahan Bolshevik Rusia yang baru terbentuk ingin menarik pasukannya dari kawasan utara Iran.
Sebuah surat dikirim kepada Iran yang isinya menyebutkan pembatalan seluruh perjanjian yang dipaksakan Tsar Rusia terhadap Iran. Surat itu diterima pada 26 Azar 1296 Hs (17 Desember 1917) yang berarti sejak saat itu seluruh perjanjian dengan Tsar Rusia dinyatakan batal.
Sesuai dengan butir-butir dalam surat itu, dibatalkan juga dasar pembagian Iran pada tahun 1907 bagi Rusia dan Inggris. Sementara, bila kedua pihak ingin melanjutkan perjanjian yang sebelumnya telah disepakati kedua negara, maka kedua pihak dapat mengumumkan kesediaannya.
Perang Bangladesh, Pakistan, India Berakhir
46 tahun yang lalu, tanggal 17 Desember 1971, berakhirlah perang antara India, Bangladesh, dan Pakistan.
Selepas kemerdekaan kawasan semenanjung India dari jajahan Inggris, pada 3 Juni tahun 1947, berdirilah negara Islam Pakistan yang terdiri dari dua bagian terpisah, yaitu Pakistan barat dan Pakistan timur. Karena ketidakadilan yang dirasakan oleh Pakistan timur, rakyat kawasan ini pada tanggal 26 Maret 1971 di bawah pimpinan Liga Awami yang diketuai Mujibur Rahman, memproklamasikan negara terpisah dengan nama Bangladesh.
Namun, proklamasi ini dihadapi dengan senjata oleh militer Pakistan dan terjadilah pembunuhan massal rakyat Bangladesh. Sejumlah besar rakyat Bangladesh, yang sebagiannya beragama Hindu, melarikan diri ke India.
Perdana Menteri India waktu itu, Indira Gandhi memutuskan untuk ikut campur dalam masalah ini demi membela Bangladesh. Akibatnya, meletus perang pada tanggal 3 Desember 1971 antara pasukan gabungan India dan Bangladesh melawan Pakistan. Perang itu berakhir dua minggu kemudian dan Pakistan pun mengakui berdirinya Bangladesh.