Lintasan Sejarah 7 Februari 2018
Hari ini, Rabu tanggal 7 Februari 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 20 Jumadil Awal 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 18 Bahman 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Muhammad bin Hasan Hilli Lahir
757 tahun yang lalu, tanggal 20 Jumadil Awal 682 HQ, Muhammad bin Hasan Hilli, seorang ahli fiqih dan peneliti besar muslim, terlahir ke dunia di kota Hillah, Irak.
Muhammad bin Hasan Hilli yang dijuluki Fakhrul Muhaqiqin atau kebanggaan para peneliti ini adalah putra dari Allamah Hilli, cendekiawan Islam terkemuka pada zaman itu.
Pada usia muda, Fakhrul Muhaqiqin telah berhasil menguasai ilmu-ilmu tingkat tinggi sehingga mencapai derajat mujtahid. Selain terkenal atas ketinggian ilmunya, Fakhrul Muhaqiqin juga dikenal atas ketinggian akhlak dan ketakwaannya.
Beliau banyak meninggalkan karya penulisan di antaranya berjudul Syarh Mubadiul Ushul dan Tahsilun-Najah. Fakhrul Muhaqiqin meninggal dunia tahun 771 Hijriah.
Edward G. Brown lahir ke dunia
156 tahun yang lalu, tanggal 7 Februari 1862, Edward G. Brown peneliti dan sastrawan Inggris terlahir ke dunia.
Selepas menamatkan pendidikannya, dia mempelajari bahasa Turki, Persia dan Arab. Dia amat mencintai bahasa dan sastra Parsi dan untuk itu ia tinggal dalam waktu yang cukup lama di Iran.
Setelah melakukan penelitian yang mendalam dan komprehensif dalam kesusasteraan Iran, dia kembali ke Inggeris dan menjadi pengajar bahasa Persia di Universitas Cambridge. Sastrawan Inggris ini banyak menulis tentang peristiwa Revolusi Konstitusi Iran.
Di antara karya Edward Brown yang lain ialah A Literary History Of Persia dalam empat jilid, A Year Amongst the Persians dan Sejarah Tabaristan. Dia meninggal dunia pada tahun 1925.
Wafatnya Ayatullah Sayid Hibatuddin Hairi Huseini Syahrastani
51 tahun yang lalu, tanggal 18 Bahman 1345 HS, Ayatullah Sayid Hibatuddin Hairi Hosseini Shahrastani meninggal dunia dalam usia 83 tahun. Beliau dimakamkan di komplek suci Kazhimain, Irak.
Sayid Muhammad Husein yang lebih dikenal dengan Hairi Huseini Syahrastani lahir di kota Samara pada 1262 HS. Setelah menyelasaikan pendidikan awal hauzah, beliau belajar kepada Ayatullah Akhond Khorasani, Sayid Kazhim Yazdi dan Syeikh al-Syariah Isfahani hingga mencapai derajat keilmuan yang tinggi.
Pasca kemerdekaan Irak dari penjajahan Inggris, Ayatullah Syahrastani diangkat menjadi Menteri Ma'arif Irak dan sejak itu beliau mulai mereformasi urusan agama dan melindungi pelajar agama, sehingga beliau akhirnya diangkat menjadi Ketua Dewan Tinggi Irak.
Selama beberapa tahun Ayatullah Syahrastani menjadi anggota Parlemen Irak dan setelah itu beliau mengkhususkan waktunya untuk menulis buku dan membela Islam dari musuh-musuh. Beliau juga punya hubungan yang dekat dengan para cendikiawan dunia Islam untuk menyadarkan dunia Islam dan berusaha keras untuk mendidik semangat persatuan dan kebangkitan umat Islam.
Beliau meninggalkan banyak karya ilmiah seperti Feidh al-Bari, al-Syariah al-Thabi'ah dan al-Dalail wa al-Masail.