Feb 14, 2018 13:20 Asia/Jakarta

Surat al-Ankabut ayat 31-35

وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُشْرَى قَالُوا إِنَّا مُهْلِكُو أَهْلِ هَذِهِ الْقَرْيَةِ إِنَّ أَهْلَهَا كَانُوا ظَالِمِينَ (31) قَالَ إِنَّ فِيهَا لُوطًا قَالُوا نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَنْ فِيهَا لَنُنَجِّيَنَّهُ وَأَهْلَهُ إِلَّا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ (32)

Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan, “Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk negeri (Sodom) ini; sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zalim.” (29: 31)

Berkata Ibrahim, “Sesungguhnya di kota itu ada Luth.” Para malaikat berkata, “Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami sungguh-sungguh akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya. Dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).” (29: 32)

Pada pembahasan sebelumnya, telah kita sebutkan bahwa kum Luth adalah masyarakat fasid. Alih-alih memperhatikan pernyataan logis Nabi Luth, mereka bahkan mengolok dan menuduh beliau pembohong. Akan tetapi Nabi Luth as tidak mengendur di hadapan tekanan dan ancaman masyarakat fasid tersebut dan tidak berhenti memberikan hidayah kepada mereka. Beliau berdoa kepada Allah Swt agar dimenangkan di hadapan masyarakatnya.

Ayat-ayat tersebut menyebutkan bahwa Allah Swt mengirim malaikat ke Nabi Ibrahim as untuk menyampaikan kabar kepadanya bahwa dia akan memiliki keturunan di usianya yang sudah tua serta memberinya berita tentang turunnya azab bagi kaum Luth. Karena Nabi Luth as, adalah pendakwah di wilayah itu dan Allah Swt mengabulkan doanya untuk menurunkan azab bagi para pendosa.

Al-Quran menyebutkan, Nabi Ibrahim as mendengar berita diturunkannya azab untuk kaum Luth, beliau mengkhawatirkan keselamatan Nabi Luth as yang hidup di kota itu. Namun para malaikat yang diutus Allah Swt memberikan kabar bahwa hanya para pendosa yang akan diazab. Bahkan istri Nabi Luth as juga terpisah dari barisan orang-orang mukmin dan termasuk kelompok Kuffar. Meski dia tinggal di rumah nabi, akan tetapi dia tidak terselamatkan.

Dari dua ayat tadi terdapat empat poin pelajaran yang dapat dipetik:

1. Para malaikat adalah para pekerja di alam semesta. Mereka juga mengemban tugas untuk menyampaikan kabar dan kasih sayang Allah Swt, dan juga bertugas menurunkan hukuman dan murka Allah Swt.

2. Penyimpangan dari jalan yang benar demi memuaskan hawa nafsu, dihitung sebagai kezaliman, yaitu kezaliman terhadap diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

3. Jika kezaliman telah meluas dalam masyarakat, maka kebinasaan masyarakat tersebut semakin dekat.

4. Istri dan anak-anak bebas dalam memilih jalan mereka. Istri Nabi Luth memilih jalan orang-orang Kafir, akan tetapi anak-anak Nabi Luth memilih jalan yang benar.

وَلَمَّا أَنْ جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالُوا لَا تَخَفْ وَلَا تَحْزَنْ إِنَّا مُنَجُّوكَ وَأَهْلَكَ إِلَّا امْرَأَتَكَ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ (33) إِنَّا مُنْزِلُونَ عَلَى أَهْلِ هَذِهِ الْقَرْيَةِ رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ (34) وَلَقَدْ تَرَكْنَا مِنْهَا آَيَةً بَيِّنَةً لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ (35)

Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah karena (kedatangan) mereka, dan (merasa) tidak punya kekuatan untuk melindungi mereka dan mereka berkata, “Janganlah kamu takut dan jangan (pula) susah. Sesungguhnya kami akan menyelamatkan kamu dan pengikut-pengikutmu, kecuali isterimu, dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).” (29: 33)

Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik. (29: 34)

Dan sesungguhnya Kami tinggalkan daripadanya satu tanda yang nyata bagi orang-orang yang berakal. (29: 35)

Dari ayat-ayat Al-Quran dapat dipahami bahwa Nabi Luth as tidak mengenal para malaikat utusan Allah Swt, karena mereka menjelma dalam sosok para pemuda yang tampan. Oleh karena itu, beliau khawatir para tamunya itu akan menjadi sasaran perilaku buruk masyarakatnya yang fasid. Nabi Luth as bersedih dan merasakan kesulitan hebat memikirkan bagaimana beliau dapat menjaga kehormatan para tamunya itu.

Akan tetapi, para malaikat segera memperkenalkan diri mereka kepada Nabi Luth as dan memastikan kepada beliau bahwa tangan-tangan kotor masyarakat fasid tersebut tidak akan mampu menyentuh mereka, karena kaum pendosa itu segera akan menerima azab sangat pedih dari Allah Swt, sedemikian rupa sehingga tidak akan ada yang tersisa dari mereka kecuali puing-puing rumah mereka. 

Berdasarkan ayat-ayat tersebut, bersikeras untuk melakukan dosa serta kelanjutan dan perluasannya dalam masyarakat adalah masalah yang sangat berbahaya bukan hanya untuk sebagian orang, melainkan semua masyarakat akan merasan azab Allah Swt. Azab yang akan menjadi pelajaran bagi kaum lain. 

Dalam ayat-ayat lain disebutkan bahwa awalnya sebuah gempa bumi hebat mengguncang kota Sodom, kemudian terjadi hujan batu sedemikian hebat sehingga segala sesuatu dan semua orang terkubur dalam tumpukan batu.

Dari tiga ayat tadi terdapat empat poin pelajaran yang dapat dipetik:

1. Jika masyarakat telah menjadi fasid, maka kefasadan akan merasuk ke seluruh sektor dalam masyarakat tersebut. Ketika itu, bahkan keluarga-keluarga yang bersih pun tidak akan merasa aman dan para orang tua akan mengkhawatirkan keselamatan putra-putri mereka.

2. Menjaga kehormatan para tamu adalah kewajiban tuan rumah, dan kehormatan mereka harus sepenuhya terjaga selama mereka berada di rumah tuan rumah.

3. Orang mukmin memiliki kepedulian agama tinggi, di mana pun mereka menyaksikan kefasadan mereka akan menunjukkan reaksi.

4. Ikatan keluarga dan hubungan kekeluargaan dengan orang-orang saleh bukan penjamin keselamatan manusia di dunia dan akhirat. Karena isti nabi pun bisa terjerumus di neraka seperti nasib istri Nabi Luth, dan bisa pula memiliki tempat di sorga sebagaimana nasib istri Firaun.