Feb 14, 2018 13:34 Asia/Jakarta

Surat al-Ankabut ayat 50-55.

وَقَالُوا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آَيَاتٌ مِنْ رَبِّهِ قُلْ إِنَّمَا الْآَيَاتُ عِنْدَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ (50) أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ يُتْلَى عَلَيْهِمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَى لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ (51)

Dan orang-orang Kafir Mekah berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?” Katakanlah, “Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata.” (29: 50)

Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al Quran) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman. (29: 51)

Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan mengenai tanda-tanda kebenaran al-Quran dan risalah Nabi Muhammad Saw. Ayat-ayat tersebut menjelaskan bahwa meskipun terdapat berbagai tanda kebenaran, namun orang-orang Kafir mengemukakan berbagai dalih. Mereka mengatakan, mengapa Nabi Muhammad Saw tidak membawa mukjizat-mukjizat seperti mukjizat Nabi Musa as dan Nabi Isa as? Mengapa ia (Nabi Muhammad Saw) tidak melakukan apa yang kami inginkan? Mengapa ia tidak memancarkan mata air dari gurun pasir yang kering dan tandus? Mengapa ia tidak membawa surat tertulis dari Tuhan-nya untuk kami?

Sebenarnya, orang-orang Kafir tersebut tidak ingin beriman kepada Rasulullah Saw dan risalah beliau. Banyak orang-orang terdahulu yang telah menyaksikan mukjizat Nabi Musa as dan Nabi Isa as serta mukjizat nabi-nabi lainnya, namun mereka tetap tidak mengimaninya dan mereka mencari dalih untuk mengingkarinya.

Allah Swt menurunkan al-Quran sebagai mukjizat abadi Nabi Muhammad Saw. Orang-orang yang mendustakan al-Quran tidak akan mampu membuat satu surat pun yang semisal dengan surat-surat dalam kitabullah ini meskipun mereka telah mengerahkan segala upayanya. Selain itu, mukjizat tidak dalam kuasa para nabi, namun jika Allah Swt menghendakinya, maka mukjizat akan terjadi. Tentunya, mukjizat  juga bukan berdasarkan keinginan orang-orang kafir.

Tugas utama para Anbiya adalah memberikan bimbingan dan petunjuk melalui peringatan dan kabar baik yang sesuai dengan akal, logika dan fitrah manusia. Mereka bukan seperti para penyihir yang melakukan perbuatan-perbuatan aneh dan menakjubkan untuk menarik perhatian masyarakat.

Orang-orang Kafir meminta mukjizat berupa materi yang bersifat sementara, padahal al-Quran adalah mukjizat spiritual dan kekal Nabi Muhammad Saw; yaitu, sebuah kitab suci yang berisi pelajaran-pelajaran agung yang dibawa oleh seseorang yang tidak pernah belajar dan menulis, namun atas karunia Alah Swt, ia adalah guru bagi umat manusia di sepanjang sejarah.

Dari dua ayat tadi terdapat tiga poin pelajaran yang dapat dipetik:

1. Mukjizat nabi terakhir (Nabi Muhammad Saw) berupa firman-firman yang tertulis, di mana kalam ini abadi dan universal.

2. Al-Quran adalah sebuah kitab yang sempurna dan menjawab semua kebutuhan spiritual manusia serta dapat dipahami oleh semua generasi di setiap masa.

3. Al-Quran adalah penyebab jauhnya manusia dari kelalaian dan kebodohan. Berkat al-Quran, manusia akan menerima karunia dan rahmat Allah Swt yang tak terbatas.

قُلْ كَفَى بِاللَّهِ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ شَهِيدًا يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالَّذِينَ آَمَنُوا بِالْبَاطِلِ وَكَفَرُوا بِاللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ (52) وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِ وَلَوْلَا أَجَلٌ مُسَمًّى لَجَاءَهُمُ الْعَذَابُ وَلَيَأْتِيَنَّهُمْ بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ (53)

Katakanlah, “Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Dan orang-orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.” (29: 52)

Dan mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. Kalau tidaklah karena waktu yang telah ditetapkan, benar-benar telah datang azab kepada mereka, dan azab itu benar-benar akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya. (29: 53)

Ayat-ayat tersebut dari satu sisi menghibur Nabi Muhammad Saw bahwa jika orang-orang kafir mengingakari risalahnya, maka ia tidak harus menjadi lemah dan tidak bersemangat dalam menjalankan risalah yang diembannya. Sebab, Allah Swt  menjadi saksi atas usaha beliau dan Dia mendukungnya. Sementara dari sisi lain, Rasulullah Saw mengumumkan kepada orang-orang Kafir bahwa "Jika aku benar-benar bukan seorang nabi dan mengklaim atas kenabian ini, maka Allah Swt mengetahui dan menyaksikan semua ini serta Dia pasti akan mengungkapnya."

Orang-orang Kafir yang keras kepala itu kemudian mengatakan, "Jika pengakuan Anda benar, maka datangkanlah azab Tuhan kepada kami." Orang-orang Kafir tidak mengetahui bahwa Allah Swt memberikan tenggat waktu kepada manusia di dunia ini agar dalam memilih jalan kehidupan memiliki kebebasan dan ikhtiar.

Dari dua ayat tadi terdapat tiga poin pelajaran yang dapat dipetik:

1. Penolakan orang-orang Kafir terhadap ajakan untuk beriman kepada Allah Swt tidak akan melemahkan semangat orang-orang beriman dan tidak akan membuat mereka putus asa. Sebab, Allah Swt menjadi saksi dan melihat usaha mereka. Sebenarnya, orang-orang Kafir inilah yang merugi.

2. Allah Swt menegaskan kejujuran Nabi Muhammad Saw dan memberikan kesaksian atas hal itu.

3. Murka Allah Swt atas dasar kebijaksanaan dan diperhitungkan, bukan tergesa-gesa dan juga bukan karena tuntutan orang-orang bodoh dan keras kepala.

يَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌ بِالْكَافِرِينَ (54) يَوْمَ يَغْشَاهُمُ الْعَذَابُ مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ وَيَقُولُ ذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (55)

Mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. Dan sesungguhnya Jahannam benar-benar meliputi orang-orang yang kafir. (29: 54)

Pada hari mereka ditutup oleh azab dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka dan Allah berkata (kepada mereka), “Rasailah (pembalasan dari) apa yang telah kamu kerjakan.” (29: 55)

Ayat-ayat sebelumnya telah menjelaskan permintaan orang-orang Kafir agar segera diturunkannya azab. Sementara ayat-ayat ini menyebutkan, mengapa kalian ingin azab dipercepat tanpa alasan? Sekarang ini kalian tinggal di jahanam, namun kalian tidak menyadarinya; yaitu, neraka penindasan dan ketidakadilan, neraka perang dan pertumpahan darah, neraka ketidakamanan dan kerusuhan, neraka kecemasan dan depresi dan lain sebagainya.

Mereka mengira azab hanya terbatas pada badai, banjir dan gempa bumi. Perbuatan-perbuatan mereka tidak menghasilkan apapun kecuali persoalan dan penderitaan yang menimpa kaum mereka. Azab yang mereka rasakan di dunia adalah hasil dari perbuatan buruk mereka sendiri. Sementara di akhirat nanti, mereka juga akan dimasukkan ke dalam neraka dengan api yang menyala-nyala dari segala arah, sehingga tidak ada jalan bagi mereka untuk melarikan diri.

Dari dua ayat tadi terdapat dua poin pelajaran yang dapat dipetik:

1. Penundaan bagi kehancuran orang-orang Kafir merupakan kesempatan bagi mereka untuk bertaubat, namun mereka tidak menggunakan peluang tersebut.

2. Setiap perbuatan memiliki sisi batin, di mana sisi ini akan muncul di akhirat. Neraka adalah perwujudan amal perbuatan manusia di dunia.