Feb 18, 2018 15:34 Asia/Jakarta

Hari ini, Ahad tanggal 18 Februari 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 1 Jumadil Akhir 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 29 Bahman 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Askar Qadhi, Sejarawan Maroko Meninggal

453 tahun yang lalu, tanggal 1 Jumadil Tsani 986 HQ, meninggal dunia di tanah kelahirannya, Maroko.

Ibnu Askar setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya kemudian mempelajari pengobatan Ibnu Sina dan melanjutkan penelitian dan studinya di bidang ilmu-ilmu agama. Ibnu Askar meninggal sebuah risalah yang memuat laporan kondisi sebagian tokoh Maroko di abad ke-10 Hijrah dan karyanya ini terhitung sangat penting.

Karyanya ini kemudia dipakai oleh para sejarawan Maroko dan menjadikannya referensi dalam menulis sejarah. Diwan as-Syurafa merupakan karya lain dari Ibnu Askar.

Sejarah

Gambia Merdeka

53 tahun yang lalu, tanggal 18 Februari 1965, Gambia meraih kemerdekaannya dari Inggris dan hari ini dijadikan hari nasional Gambia.

Gambia adalah negara jajahan pertama Inggris di Afrika. Penjajahan Inggris atas Gambia dimulai sejak tahun 1588 dan selama empat abad, kekayaan alam negara ini dikuras oleh Inggris.

Kerugian yang dialami Inggris akibat Perang Dunia II membuatnya tidak mampu lagi mempertahankan daerah-daerah jajahannya, sehingga pada tahun 1963, Inggris memberikan kekuasaan otonomi kepada Gambia. Pada tahun 1965, Gambia meraih kemerdekaan penuh daan menjadi anggota negara-negara persemakmuran Inggris. Pada tahun 1970, sistem pemerintahan Gambia beralih menjadi republik.

Bendera Gambia

Pembentukan Partai Jomhouri-e Eslami

39 tahun yang lalu, tanggal 29 Bahman 1357 HS, sepekan pasca kemenangan Revolusi Islam Iran dibentuklah partai Jomhouri-e Eslami.

Ide pembentukan partai ini berasal dari sejumlah tokoh politik, agama dan akademi Iran yang punya peran penting dalam kemenangan revolusi dan dekat dengan Imam Khomeini ra. Pasca pengumuman pembentukan partai, disebarkan formulir pendaftaran anggota yang disertai dengan AD/ART organisasi.

Menurut para petinggi partai, pada dua hari pertama pendaftaran lebih dari 80 ribu orang menyambangi kantor-kantor partai di seluruh negeri. Seratus hari pasca pendirian partai Jomhouri-e Eslami, Doktor Bahonar menjelaskan sikap partai terkait masalah politik, ideologi, ekonomi dan budaya. Pada waktu anggota partai telah mencapai dua juta orang.

Tujuan pembentukan partai Jomhouri-e Eslami adalah menciptakan kekompakan dan kerjasama lebih baik di antara masyarakat yang loyal dengan Revolusi Islam, melindungi pemerintahan Islam sesuai dengan UUD. Para penggagas dibentuknya partai ini pada awalnya adalah Syahid Beheshti, Sayid Ali Khamenei, Akbar Ali Rafsanjani, Sayid Abdolkareem Mousavi Ardebili dan Mohammad Javad Bahonar.

Mereka bersama warga Iran yang sepikiran mampu melakukan sejumlah pekerjaan besar seperti penyusunan UUD, pembentukan pilar-pilar pemerintahan Islam, mempertahankan prinsip Republik Islam dan menjelaskan pokok-pokok pemikiran Islam bagi pertumbuhan masyarakat Islam menghadapi pemikiran sosialis, liberal dan nasionalis.

Sejak saat itu pula, para tokoh dan kelompok yang bergantung pada pihak asing menentang partai Jomhouri-e Eslami dan pemimpinnnya, sehingga terjadi aksi-aksi teror yang menggugursyahidkan tokoh-tokohnya.

Ledakan di markas partai Jomhouri-e Eslami