Okt 08, 2018 07:14 Asia/Jakarta
  • 8 Oktober 2018
    8 Oktober 2018

Hari ini, Senin tanggal 8 Oktober 2018 yang bertepatan dengan tanggal 28 Muharram 1440 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 16 Mehr 1397 Hijriah Syamsiah. Rekan setia, kini mari kita tinjau peristiwa bersejarah apa saja yang terjadi pada hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Baghdad Dikuasai Hulagu Khan

784 tahun yang lalu, tanggal 28 Muharam 656 HQ, kota Baghdad yang saat itu menjadi ibu kota pemerintahan Dinasti Abbasiah, ditaklukkan oleh Hulagu Khan, pemimpin bangsa Mongol.

Dalam penaklukan itu, Khalifah Mu'tashim tewas dan menandai berakhirnya 500 tahun masa pemerintahan Dinasti Abbasiah.

Dalam serangan itu, pasukan Mongol melakukan pembunuhan massal dan penghancuran terhadap rumah-rumah dan bangunan penting di kota Baghdad. Sebelum menaklukkan Bagdad, pasukan Mongol juga menyerang sebagian kawasan di Iran dan melakukan pembunuhan massal terhadap rakyat Iran.

Pasukan Hulagu Khan sedang mengepung kota Baghdad

Hubungan Gereja Inggris Putus dengan Gereja Roma

484 tahun yang lalu, tanggal 8 Oktober 1534, parlemen Inggris yang berada di bawah pengaruh Raja Henry Kedelapan, mengesahkan sebuah hukum yang menyebabkan hubungan antara gereja Inggris dan gereja Katolik Roma terputus.

Raja Henry Kedelapan pada awalnya memiliki hubungan yang baik dengan Paus Clement Ketujuh. Namun, ketika Paus menolak permintaan Henry Kedelapan untuk menceraikan istrinya, hubungan keduanya memburuk, bahkan Paus menyatakan bahwa Raja Henry telah kafir.

Setelah Raja Henry menikah kembali, dia diangkat sebagai pemimpin gereja Inggris. Dengan demikian, sejak saat itu gereja di Inggris berdiri sendiri dan dikenal dengan nama "Canterbury".

Gereja Ortodoks Yunani

Imam Khomeini Minta Kepala Negara Islam Mobilisasi Rakyat Hadapi Zionis Israel

45 tahun yang lalu, tanggal 16 Mehr 1352 HS, Imam Khomeini ra minta kepala-kepala negara Islam memobilisasi rakyat hadapi Zionis Israel.

Pada 8 Ramadhan 1393 HQ yang bertepatan dengan 14 Mehr 1352 HS, militer Mesir dan Suriah menyerang pasukan Zionis Israel yang menduduki terusan Suez dan dataran tinggi Golan dan berhasil mengambilnya kembali. Perang ini disebut Perang Ramadhan.

Pemerintah Irak meminta hubungan dengan Iran dan menyampaikan masalah front baru anti Israel. Pada awalnya, Iran sendiri hanya menyatakan kekhawatirannya terkait perang Arab dan Israel. Dalam kondisi yang demikian, pada 16 Mehr 1352 HS Imam Khomeini ra mengeluarkan pesan kepada negara dan bangsa Islam di seluruh dunia meminta semua, khususnya negara-negara Arab untuk tetap bertawakal kepada Allah, bersandar kepada kekuasaan-Nya yang tak terhingga dan memobilisasi segala kekuatan berpartisipasi dalam jihad suci ini.

Imam Khomeini ra dalam pesannya kepada negara-negara penghasil minyak dan segala fasilitas yang dimiliki agar menggunakannya melawan Israel dan para imperialis. Menurut Imam Khomeini, umat Islam berkewajiban melakukan segala bentuk kerjasama dan pengorbanan di jalan ini sesuai dengan kewajiban kemanusiaan, persaudaraan dan sesuai dengan hukum akal dan Islam.

Imam Khomeini ra