Lintasan Sejarah 19 Oktober 2018
-
19 Oktober 2018
Hari ini, Jumat 19 Oktober 2018 bertepatan dengan 9 Shafar 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 27 Mehr 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.
Ammar bin Yasir Gugur
1403 tahun yang lalu, tanggal 9 Shafar 37 HQ, Ammar bin Yasir, seorang sahabat besar Rasulullah Saw dan pengikut setia Ahlul Bait Nabi, gugur dalam perang Shiffin pada usia 94 tahun.
Ammar bin Yasir lahir 57 tahun sebelum peristiwa hijrahnya Rasulullah. Kedua orang tuanya, yaitu Yasir dan Sumayah, adalah dua sahabat Rasulullah yang gugur syahid di awal perjuangan menegakkan agama Islam.
Gugurnya Ammar bin Yasir dalam perang Shiffin tersebut sangat menyedihkan Imam Ali as. Akan tetapi, peristiwa ini dicatat oleh para sejarawan sebagai bukti bahwa Imam Ali berada di pihak yang benar dalam perangnya melawan pasukan Muawiyah tersebut.
Sebelumnya, dalam sebuah haditsnya yang terkenal, Rasulullah Saw pernah berkata kepada Ammar sebagai berikut, "Wahai Ammar! Anak-anakku kelak akan didera banyak fitnah. Jika situasi itu kelak engkau saksikan, tetaplah engkau pada kelompok Ali. Karena kebenaran akan selalu bersama Ali, dan Ali selalu berada di jalan yang benar. Wahai Ammar! Engkau nanti akan bertempur membela Ali melawan dua kelompok. Kelompok pertama adalah para pelanggar janji, kelompok kedua adalah para penjahat. Engkau nanti akan terbunuh oleh kelompok yang melawan Ali tersebut."
Perang Leipzig Berkobar
205 tahun yang lalu, tanggal 19 Oktober 1813, berlangsunglah perang Leipzig atau dikenal pula sebagai perang bangsa-bangsa.
Perang ini merupakan perang terbesar dalam era perang Napoleon dan kekalahan terbesar yang dialaminya. Dalam perang ini, bertarung sekitar 560 ribu pasukan, 300 ribu di antaranya pasukan gabungan beberapa negara, yaitu Swedia, Inggris, Prusia, Rusia, dan Austria.
Kekalahan Napoleon di Leipzig ini mengawali kekalahannya dalam perang-perang berikutnya. Pada tahun 1814, Napoleon dibuang ke pulau St. Elba.

Sekutu Asingkan Reza Khan ke Pulau Morris
77 tahun yang lalu, tanggal 27 Shahrivar 1320 HS, Reza Khan diasingkan ke pulau Morris atas perintah Inggris.
Setelah tentara Sekutu tiba di Iran, Reza Khan, Shah Iran secara terpaksa mengundurkan diri dan pada tanggal 25 Shahrivar 1320 HS (16 September 1941) ia terpaksa meninggalkan Iran. Sesuai perintah Inggris, Reza Khan akhirnya diasingkan ke pulau Morris pada tanggal 27 Mehr 1320 HS (19 Oktober 1941), setelah itu dipindah ke Johannesburg, Afrika Selatan dan ia meninggal di sana.
Bila Reza Khan sejak awal berkuasa tidak lewat kekuatan asing, khususnya Inggris dan memperkuat fondasi pemerintahannya di tengah rakyat Iran dengan menciptakan keadilan dan menerapkan kebebasan, pasukan Sekutu tidak akan pernah mampu dengan mudah melengserkannya lalu mengasingkannya ke pulau Morris.
Reza Khan memahami bahwa sekalipun Rusia dan Inggris menentangnya, tapi bila tentara mereka memasuki Tehran keluarga dan dirinya tidak akan diapa-apakan. Sikap paling keras Inggris dan Rusia terhadapnya tidak lebih dari pencopotannya dari kekuasaan dan pengasingan. Hal yang paling ditakutkannya adalah kemarahan rakyat yang ditindas olehnya selama berkuasa 16 tahun di Iran. Kenyataan ini memaksanya mengundurkan diri dan keluar dari Iran.