Okt 23, 2018 10:31 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 23 Oktober 2018.
    Lintasan Sejarah 23 Oktober 2018.

Hari ini, Selasa 23 Oktober 2018 bertepatan dengan 13 Shafar 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 1 Aban 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

Makam Imam Ali as di kota Najaf, Irak.

Pelucutan Khilafah Imam Ali as di Peristiwa Hakamain

1402 tahun yang lalu, tanggal 13 Shafar 38 HQ, pelucutan khilafah Imam Ali as pasca peristiwa Hakamain.

Pasca pertemuan di Daumah al-Jandal, keesokan harinya, 13 Shafar 38 Hq, di hadapan dua pasukan, Abu Musa al-Asy’ari berkata kepada Amr bin Ash, “Engkau harus melengserkan Muawiyah sebagai penguasa agar saya juga melepaskan Ali bin Abi Thalib dari khilafah.”

Amr bin Ash berkata, “Saya tidak akan mendahuluimu sebagai anak buah Abu Bakar dan Umar serta orang yang lebih dahulu beriman dan berhijrah.!”

Ibnu Abbas mengingatkan, “Abu Musa! Jangan sampai anak licik ini menipumu.”

Yang terjadi adalah Abu Musa tidak mendengar ucapan Ibnu Abbas dan kemudian berdiri lalu mengeluarkan cincin dari jarinya dan berkata, “Saya melucuti Ali dan Muawiyah dari khilafah.”

Setelah itu, Amr bin Ash berdiri dan berkata, “Kalian semua telah mendengar bahwa Abu Musa telah melucuti Ali dari khilafah, saya juga melucutinya dari khilafah dan kekhalifahan kuberikan kepada Muawiyah bin Abi Sufyan. Karena ia lebih layak. Sebagai simbol pengangkatan itu, saya memakaikan cincin ke jariku!”

Peristiwa itu membuat kedua pihak saling bermusuhan akibat tipu muslihat Amr bin Ash. Abu Musa al-Asy’ari yang ketakutan akan kemarahan para sahabat Imam Ali as menyembunyikan dirinya di Mekah. Semua peristiwa ini tetap terjadi padahal Rasulullah Saw pada perang Daumah al-Jandal telah mengabarkan kepada Abu Musa tentang perbuatannya di masa mendatang. Beliau bersabda, “Hakamain di Daumah al-Jandal adalah sesat dan menyesatkan orang-orang yang mengikutinya. (Muntakhab at-Tawarikh, hal 167, Tatimmah al-Muntaha, hal 30-31, Syarah Ibnu Abi al-Hadid, jilid 13, hal 315)

Almarhum Ayatullah Sayid Mostafa Khomeini.

Sayid Mostafa Khomeini Gugur Syahid

41 tahun yang lalu, tanggal 1 Aban 1356 HS, Ayatullah Sayid Mostafa Khomeini, gugur syahid di rumahnya di kota Najaf, Irak, akibat teror dari antek-antek rezim Shah Pahlevi.

Ayatullah Sayid Mostafa Khomeini adalah putra tertua Imam Khomeini, Pemimpin Revolusi Islam Iran. Beliau dilahirkan pada tahun 1309 di kota Qom, Iran dan setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, beliau pergi ke kota Najaf untuk melanjutkan pendidikan. Karena kecerdasan dan kemampuannya yang tinggi, beliau telah mencapai derajat mujtahid pada usia 27 tahun dan sejak itu, selama 10 tahun beliau mengajar di Hauzah Ilmiah Najaf.

Ayatullah Sayid Mostafa Khomeini selalu mendampingi ayahnya, Imam Khomeini, sepanjang tahun-tahun berat perjuangan melawan rezim Shah yang despotik.Pasca pengasingan Imam Khomeini ra ke Turki, beliau bersama-sama rakyat yang marah turun ke jalan menuju rumah para marji. Setelah gerakan ini, anasir Shah Pahlevi menangkapnya, tapi beberapa hari kemudian beliau dibebaskan dan diasingkan juga ke Turki.

Setelah beberapa bulan tinggal di Turki, sekitar bulan September 1965 beliau bersama ayahnya, Imam Khomeini ra pergi ke Najaf, Irak dan menggeluti pelajarannya. Namun lagi-lagi beliau ditahan oleh pihak Irak akibat akvitas yang dilakukannya menentang rezim Irak yang anti-Islam dan dibebaskan dengan syarat tidak boleh melakukan aktivitas politik. Akhirnya pada 1 Aban 1356 yang bertepatan dengan tanggal 23 Oktober 1977 beliau ditemukan meninggal secara mencurigakan dalam usia 47 tahun.

Syahidnya Ayatullah Sayid Mostafa Khomeini ini semakin meningkatkan semangat rakyat Iran untuk meneruskan perjuangan revolusi mereka. Imam Khomeini dalam menyikapi kematian putranya, mengatakan, "Kesyahidan Mostafa merupakan rahmat tersembunyi dari ilahi."

Perang Al-Alamain di Mesir

76 tahun yang lalu, tanggal 23 Oktober 1942, dimulailah perang al-Alamain di kota al-Alamain, Mesir Utara.

Perang yang terjadi antara tentara Inggris dan NAZI Jerman ini, merupakan bagian dari Perang Dunia Kedua.

Pasukan Jerman dipimpin oleh Jenderal Irwin Rommel dan pasukan Inggris dipimpin oleh Letnan Jenderal L. Montgomery. Dalam perang ini, Inggris berhasil menang. Namun, perang di antara kedua pihak masih terus berlangsung di bagian lain di Afrika. Akhirnya, bersama dengan kekalahan total Jerman, Afrika pun terbebas dari Perang Dunia Kedua.