Lintasan Sejarah 27 Oktober 2018
-
27 Oktober 2018
Hari ini, Sabtu tanggal 27 Oktober 2018 yang bertepatan dengan tanggal 17 Shafar 1440 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 5 Aban 1397 Hijriah Syamsiah. Rekan setia, kini mari kita tinjau peristiwa bersejarah apa saja yang terjadi pada hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Abu As-Suud Terlahir ke Dunia
544 tahun yang lalu, tanggal 17 Shafar 896 HQ, Muhamad Mushtafa Imadi, atau yang lebih dikenal dengan nama Abu as-Suud, ulama dan mufassir terkenal muslim terlahir ke dunia di kawasan pedesaan Mudarris, dekat kota Istanbul, Turki.
Karena kecemerlangannya di dunia ilmu, setelah menyelesaikan masa studinya, Abu as-Suud langsung diminta untuk mengajar di sejumlah pusat keilmuan di Turki. Pada saat yang bersamaan, ia juga diangkat sebagai hakim di Istanbul.
Abus-Suud juga memiliki perhatian yang sangat besar terhadap situasi sosial politik di zamannya. Ia sempat terlibat di pemerintahan Imperium Ottoman. Saat itu, ia melakukan banyak pembenahan terhadap hukum negara dan berupaya menjadikan syariat Islam sebagai dasar seluruh hukum negara. Di antara karya tulis Abus-Suud adalah kitab berjudul "Irsyadul ‘Aqlis Salim", "Du'a Nameh", "Qanun Nameh", dan "Mafrudhat".
Konstitusi Periode ke-4 Republik Perancis Diresmikan
73 tahun yang lalu, tanggal 27 Oktober 1946, undang-undang dasar periode keempat Republik Perancis diresmikan setelah diselenggarakannya referendum di negara ini. Dengan demikian, dimulailah Republik Keempat Perancis.
Republik Ketiga Perancis berakhir dengan serangan Nazi Jerman di tahun 1940. Seorang perwira Perancis, yaitu Jenderal Charles De Gaulle, melarikan diri ke Inggris dan mendirikan pemerintahan pengasingan.
Pada tahun 1944, Perancis berhasil meraih kemerdekaannyadan pada tahun 1946, dimulailah pemerintahan Republik Keempat dengan De Gaulle sebagai presiden pertama. Republik Keempat Perancis yang berlangsung selama 12 tahun ini, dipimpin silih-berganti oleh 33 pemerintahan.
Dalam periode ini, Perancis banyak menghadapi kesulitan ekonomi akibat Perang Dunia Kedua dan akibat gerakan kemerdekaan sebagian negara-negara koloni Perancis, di antaranya Aljazair dan Vietnam. Kekalahan Perancis dalam perang Aljazair menandai runtuhnya Republik Keempat dan pada tahun 1958, berdirilah Republik Kelima Perancis.
Wafatnya Ayatullah Sayid Ruhullah Khatami
30 tahun yang lalu, tanggal 5 Aban 1367 HS, Ayatullah Sayid Ruhullah Khatami meninggal dunia dalam usia 82 tahun.
Ayatullah Sayid Ruhullah Khatami lahir tahun 1258 HS di kota Ardekan, Yazd. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar hauzahnya di tempat kelahirannya, Ayatullah Sayid Ruhullah Khatami melanjutkan pendidikan keagamaannya di kota Isfahan. Di Isfahan beliau menimba ilmu pada Mirza Ali Agha Shirazi, Sayid Muhammad, Sayid Ali Najaf Abadi dan Agha Rahim Arbab.
Ayatullah Ruhullah Khatami bertahun-tahun belajar kepada Ayatullah Sheikh Abdolkareem Hairi Yazdi hingga mencapai derajat mujtahid dan memiliki akhlak yang mulia.
Setelah itu beliau kemudian menetap di kota kelahirannya Ardekan menuntun masyarakat dan mengajar para santri agama. Aktivitas beliau menjadikannya sebagai tokoh agama yang disegani. Beliau punya peran besar dalam gerakan kebangkitan rakyat Yazd menentang rezim Pahlevi. Perjuangan beliau ini membuat Imam Khomeini ra sangat memperhatikannya.
Pasca kesyahidan Syahid Mihrab Ke-3, Ayatullah Sadoughi, beliau diangkat oleh Imam Khomeini ra sebagai wakilnya dan menjadi Imam Jumat di kota Yazd hingga akhir hidupnya.
Sayid Mohammad Khatami, mantan Presiden Republik Islam Iran adalah anaknya.