Lintasan Sejarah 30 Oktober 2018
-
30 Oktober 2018
Hari ini, Selasa tanggal 30 Oktober 2018 yang bertepatan dengan tanggal 20 Shafar 1440 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 8 Aban 1397 Hijriah Syamsiah. Rekan setia, kini mari kita tinjau peristiwa bersejarah apa saja yang terjadi pada hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Arbain Syahadah Imam Husein
1379 tahun yang lalu, tanggal 20 Shafar 61 HQ, kafilah keluarga Rasulullah yang selamat dari tragedi Asyura kembali ke Karbala.
Peristiwa ini terjadi tepat 40 hari setelah tragedi itu berlangsung. Tanggal 20 Shafar kemudian dikenang oleh para pengikut Ahli Bait sebagai hari "Arbain" atau hari ke-40.
Berdasarkan catatan sejarah, setelah berlangsungnya tragedi pahit Asyura, kafilah keluarga Rasulullah yang tersisa, di antaranya Imam Zainal Abidin yang saat itu tengah sakit keras dan putranya Imam Baqir, beserta kaum perempuan, digiring oleh pasukan Ibnu Ziyad sebagai tawanan. Di Kufah, mereka menggugah kesadaran masyarakat tentang hakikat yang sebenarnya terjadi di Karbala. Sebagaimana yang dicatat secara cermat oleh para sejarawan, terjadi banyak distorsi yang dibuat oleh Ibnu Ziyad dalam menutup-nutupi hakikat perjuangan Imam Husein dan sahabat-sahabatnya hingga gugur syahid di Karbala.
Rombongan keluarga Rasulullah itu kemudian dikirim ke Syam untuk dipersembahkan kepada Yazid bin Muawiyah. Sisa rombongan itu tadinya diperkirakan akan dipermalukan oleh Yazid untuk akhirnya dibunuh. Akan tetapi, kefasihan Sayidah Zainab dalam menyampaikan hakikat Karbala kepada masyarakat Syam malah membuat kaum muslimin di sana menjadi tahu kejadian yang sebenarnya. Dengan demikian, keberadaan kafilah itu di Syam hanya membuat sosok Yazid semakin dibenci. Karena itulah Yazid tidak berani membunuh sisa kafilah tersebut. Yazid akhirnya malah membebaskan keluarga Rasulullah.
Sisa keluarga Rasulullah itu akhirnya bertolak dari Syam menuju Karbala, untuk melakukan prosesi pemakaman atas jenazah para syuhada Karbala. Pada saat yang sama, dari Madinah, sahabat Rasulullah yang sudah sangat tua, Jabir bin Hayyan al-Anshari juga bertolak ke Karbala. Pada tanggal 20 Shafar, kedua rombongan itu bertemu di tanah bersejarah saksi duka nestapa keluarga Rasulullah itu.
Mohammad Hossein Fahmideh Gugur Syahid
38 tahun yang lalu, tanggal 8 Aban 1359 HS, Mohammad Hossein Fahmideh, seorang remaja Iran berusia 12 tahun melakukan aksi heroik hingga mencapai derajat tinggi kesyahidan.
Fahmideh yang dilahirkan di kota Qom, dalam usianya yang masih sangat muda pergi ke medan perang di kota Khorramshahr untuk menghadapi serangan tentara agresor Irak yang menjarah kota itu. Dengan penuh keberanian, Fahmideh melakukan aksi bom mati syahid dengan cara melilitkan sejumlah granat di tubuhnya dan menabrakkan tubuhnya ke sebuah tank tentara Irak. Akibatnya, ia bersama tank tersebut meledak dan hancur lebur. Dalam sebuah pesan yang disampaikan menanggapi gugurnya Hossein Fahmideh, pemimpin Revolusi Islam Iran Imam Khomeini mengatakan,
"Sesungguhnya pemimpin kita semua adalah remaja berusia 12 tahun itu. Hatinya yang masih kecil jauh lebih besar dari ratusan lidah dan pena. Ia melilitkan granat di tubuh untuk kemudian menabrakkan diri ke tank musuh hingga hancur lebur. Dengan aksinya itu, ia telah meminum mata air syahadah".
Di Iran setiap tanggal 8 Aban diperingati sebagai Hari Remaja dan Siswa Basij. Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar Ayatollah al-Udzma Sayid Ali Khamenei saat menamakan hari ini sebagai Hari Remaja dan Siswa Basij mengatakan, "Memperingati peristiwa syahadah siswa Basij, syahid Hossein Fahmideh merupakan esensi Pertahanan Suci (Defa Moghaddas).
Bom Tsar, Legenda dengan Kekuatan 1400 Bom Atom AS
Dekade 50 dan 60-an dunia menyaksikan puncak persaingan dua kekuatan Barat dan Timur dalam memproduksi bom atom. Uni Soviet akhirnya berhasil memproduksi bom hidrogen terkuat di seluruh dunia. Bom ini diberi nama AN602 yang dikenal Barat dengan nama Tsar Bomba.
Kekuatan Bom Tsar ini setara dengan 50 megaton. Ledakan sebesar 50 megaton sama dengan 1.400 kali kekuatan dua bom Amerika Serikat yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki dan 10 kali lebih kuat dari kekuatan seluruh ledakan yang terjadi selama Perang Dunia II.
Rencana Bom Tsar akan diujicoba dengan kekuatan 100 megaton. Karena dari sisi teori, Uni Soviet punya kemampuan untuk memproduksi dan mengujicobanya. Namun hal itu tidak dilakuan dan uji coba dilakukan dengan mengurangi kekuatannya menjadi 50 megaton. Para ilmuwan Uni Soviet beralasan kemungkinan dampak radiasinya akan sangat luas dari yang diprediksikan. Uji coba Bom Tsar dilakukan di pulau Novaya Zemlya, utara Rusia.
Spesifikasi Bom Tsar
Uji coba Bom Tsar dilakukan pada tanggal 30 Oktober 1961. Bom Tsar dibawa oleh pesawat pembom Tu-95V yang dicat khusus anti panas. Bom Tsar dilepaskan dari ketinggian 10,5 kilometer dari permukaan bumi. Bom ini dilengkapi parasut khusus yang bertujuan menghambat kecepatan jatuhnya bom agar pesawat yang membawanya memiliki kesempatan untuk menjauh dari lokasi berbahaya. Bom Tsar meledak pada jam 11:32 di ketinggian 4 kilometer.
Kisaran pertama api yang ditimbulkan ledakan itu mencapai ketinggian 10,5 kilometer. Ketinggian awan jamur yang ditimbulkan ledakan Bom Tsar mencapai 64 kilometer dan lebarnya hingga 40 kilometer. Seluruh rumah yang dibuat dari bahan apapun dan berada di radius 55 kilometer hancur total.
Hawa panas yang ditimbulkan dari ledakan Bom Tsar dapat dirasakan hingga radius 270 kilometer dari pusat ledakan. Sedemikian tingginya panas yang ditimbulkan, sehingga manusia yang berada di jarak 100 kilometer, kulitnya akan terbakar stadium tiga. Gelombang yang dihasilkan dari ledakan Bom Tsar dapat dirasakan hingga jarak 700 kilometer dan kekuatannya dapat memecahkan kaca jendela hingga jarak 900 kilometer.
Sesuai dengan penelitian yang dilakukan, energi yang dihasilkan oleh ledakan Bom Tsar sama dengan gempa bumi dengan kekuatan 7,1 skala Richter.