Nov 19, 2018 07:14 Asia/Jakarta
  • 19 November 2018
    19 November 2018

Hari ini, Senin 19 November 2018 bertepatan dengan 11 Rabiul Awal 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 28 Aban 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

Naser Ad-Din Shah Mencopot Amir Kabir dari Perdana Menteri

167 tahun yang lalu, tanggal 28 Aban 1230 HS, Naser ad-Din Shah mencopot Amir Kabir dari posisi Perdana Menteri.

Menyusul meninggalnya Mohammad Shah Qajar, Mirza Mohammad Taqi Khan Farahani yang dikenal dengan Amir Kabir berusaha keras agar kekuasaan dipegang oleh Naser ad-Din Shah dan ia yang akan mengelola negara dengan baik. Oleh karenanya, bersamaan dengan dimulainya kekuasaan Naser ad-Din Shah, Amir Kabir juga diangkat menjadi perdana menteri.

Independensi Amir Kabir dalam mengambil keputusaan dan pelayanan sosial yang diberikan serta secara umum kebijakan dalam dan luar negeri Amir Kabir selalu berpihak pada kepentingan negara. Kebijakan ini tidak disukai oleh tokoh, pangeran dan keluarga kerajaan yang kehidupannya ditanggung negara. Oleh karenanya, mereka melakukan apa saja agar dapat menghentikan kebijakan Amir Kabir. Namun independensi yang ditunjukkan selama ini membuatnya selamat dari segala tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Naser ad-Din Shah juga pada awalnya tidak memperhatikan isu-isu yang dikembangkan oleh orang-orang yang tidak menyukai Amir Kabir. Namun konspirasi yang diterapkan dari hari ke hari semakin luas dan bahkan berusaha menakut-nakuti Naser ad-Din Shah. Perlahan-lahan Naser ad-Din Shah yang baru berusia 20 tahun mulai berprasangka buruk kepada Amir Kabir. Akhirnya pada tanggal 28 Aban 1230 HS (19 November 1851) Shah memberhentikan Amir Kabir dari posisinya perdana menteri.

Sekalipun sudah diberhentikan, tapi kebencian terhadap Amir Kabir masih tetap berlanjut hingga akhirnya Naser ad-Din Shah mengeluarkan perintah untuk membunuh mantan perdana menterinya. Amir Kabir meninggal dunia pada 20 Dey 1230 HS (10 Januari 1852).

Naser ad-Din Shah

Ayatullah Sayid Hasan Sadr Gugur Syahid

86 tahun yang lalu, tanggal 11 Rabiul Awal 1354 HQ, Ayatullah Sayid Hasan Sadr, seorang ulama terkemuka Islam, meninggal dunia.

Ayatullah Sayid Hasan Sadr berhasil mencapai derajat mujtahid  pada usia muda dan masuk ke jajaran ulama terkemuka di hauzah ilmiah Najaf pada masa itu.

Ayatullah Hasan Sadr yang terkenal pula dengan nama Shadruddin ini memiliki ilmu yang luas di bidang fiqih, ushul fiqih, teologi, hikmah, hadis, dan lain-lain. Beliau banyak meinggalkan karya-karya penulisan di antaranya berjudul "Ta'sisu-Syiah al-Kiram lifunuunil Islam" dan  "Tahsiilul Furu' ad-Diiniiyah fi Fiqhil Imaamiyah."

Ayatullah Sayid Hasan Sadr

Kunjungan Pertama Presiden Arab ke Israel

41 tahun yang lalu, tanggal 19 November 1977, Anwar Sadat, Presiden Mesir melakukan kunjungan ke Baitul Maqdis.

Kunjungan Sadat ini merupakan kunjungan pertama presiden Negara-negara Arab ke Palestina Pendudukan, yang dilakukannya tak lama setelah mendekatnya hubungan Mesir dengan Rezim Zionis dan ditandatanganinya perjanjian antara kedua pihak, yang mereka istilahkan sebagai perjanjian perdamaian.

Kunjungan Sadat ini menimbulkan kemarahan dari kaum muslimin Arab dan khususnya bangsa Palestina. Meski demikian, pada tahun 1978, dengan mediator AS, Sadat malah menandatangani perjanjian Camp David dengan Israel. Akibatnya, terjadi gelombang protes besar-besaran dari negara-negara Arab, negara-negara muslim, serta dari rakyat Mesir sendiri.

Penandatangan perjanjian ini dianggap sebagai pengkhianatan terhadap bangsa Arab dan rakyat Mesir sendiri. Akhirnya pada tahun 1981, Anwar Sadat dibunuh oleh seorang perwira revolusioner Mesir bernama Khalid Islambuli.

Anwar Sadat, Presiden Mesir