Lintasan Sejarah 8 Desember 2018
-
8 Desember 2018
Lintasan Sejarah hari ini, Sabtu tanggal 8 Desember 2018 bertepatan dengan tanggal 30 Rabiul Awal 1440 Hijriah Qamariah. Menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 17 Azar 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di tahun-tahun yang lampau:
Kudeta di Brunei Gagal
56 tahun yang lalu, tanggal 8 Desember 1962, kudeta di Brunei berhasil digagalkan.
udeta yang dilakukan oleh tentara Gurkha ini dipimpin oleh Sheikh Azahari yang pro-partai demokratis di Brunei, yaitu Brunei People's Party (PRB).
Kudeta ini dilakukan sebagai reaksi atas penolakan Sultan Brunei untuk menyelenggarakan sidang dewan legislatif. Sejak itu, Brunei diperintah dengan sistem absolut oleh Sultan, yang memegang posisi sebagai perdana menteri, menteri keuangan dan menteri pertahanan sekaligus.
Pada tahun 1980-an berdirilah partai politik di Brunei, namun dibubarkan pada tahun 1988. Pemerintah juga memiliki kekuasaan darurat, yang termasuk di dalamnya hak untuk menahan warga negara tanpa melalui pengadilan. Awalnya, Brunei berstatus protektorat Inggris, dan baru pada tanggal 1 Januari 1984, meraih kemerdekaan penuh.
Golda Meir Meninggal Dunia
40 tahun yang lalu, tanggal 8 Desember 1978, Golda Meir seorang tokoh rezim Zionis, meninggal dunia.
Golda Meir dilahirkan di Kiev Rusia tahun 1898 dan pindah ke Wisconsin Amerika tahun 1906. Pada tahun 1915, Golda Meir bergabung dengan Partai Buruh Zionis dan pada tahun 1921, ia dan suaminya pindah ke Palestina. Pada tahun 1969, Golda Meir terpilih sebagai Perdana Menteri Israel, hingga tahun 1974. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Israel.
Golda Meir adalah salah satu anggota Dewan Rakyat yang menandatangani proklamasi pendirian rezim Israel tahun 1948. Secara signifikan, Deklarasi Kemerdekaan Israel itu tidak menyebutkan adanya perbatasan, dan negara Yahudi tidak pernah secara terbuka menyatakan batas-batasnya.
Pada awal pendiriannya, orang-orang Israel telah menyita 158.332 unit dari keseluruhan 179.316 unit perumahan, termasuk rumah-rumah dan apartemen-apartemen milik bangsa Arab Palestina. Orang-orang Yahudi sedikitnya telah mengambil alih 10.000 toko dan 1.000 gudang. Selain itu, kira-kira 90 persen kebun zaitun dan 50 persen kebun jeruk Israel juga berasal dari rampasan. Perampasan kebun-kebun ini nilainya sangat besar sehingga sangat menolong Israel dalam meringankan masalah serius dalam keseimbangan neraca pembayaran Israel dari 1948 hingga 1953.
Hossein Makki, Sejarawan Iran Meninggal Dunia
19 tahun yang lalu, tanggal 17 Azar 1378 HS, Hossein Makki meninggal dunia di Tehran pada usia 88 tahun.
Hossein Makki lahir pada tahun 1290 HS. Setelah menyelesaikan pendidikannya ia pindah ke Tehran dan akhirnya diterima sebagai pegawai negeri. Setelah bulan Shahrivar 1320 HS dan adanya kelonggaran situasi politik ia memulai aktifitas resminya di media. Tulisan-tulisannya dalam bidang sejarah, penelitian dan budaya terbit di bagian terpenting koran-koran nomor satu Tehran.
Pada masa itu ia menulis buku sejarah "Iran dalam 20 tahun". Karena buku itulah ia menjadi terkenal. Pada tahun-tahun berikutnya ia masuk menjadi anggota partai Iran dan partai Demokrat. Ini adalah awal aktifitas politiknya di parlemen Iran periode 15, 16 dan 17.
Hossein Makki termasuk pendukung fanatik Dr. Mosaddegh. Ia termasuk orang yang banyak berjuang dalam menasionalkan perusahaan minyak. Makki adalah anggota organisasi Khal'e Yad salah satu perusahaan di selatan Iran. Karena pengorbanannya ia disebut sebagai pasukan yang penuh pengorbanan.
Pasca kudeta 28 Mordad 1332, ia tersingkirkan. Ketika ia kembali aktif di bidang politik pada tahun 1339 HS, rezim despotik Pahlevi mencegah aktifitasnya. Setelah itu ia mulai aktif di bidang keilmuan dan sastra dan banyak hasil karya yang ditulisnya.
Hasil karyanya antara lain, buku sejarah "Iran dalam 20 tahun" sebanyak 8 jilid, " Buku Hitam" sebanyak 8 jilid, buku "Kenangan Politik" sebanyak 2 jilid, buku "Kehidupan Sayid Hassan Modarres" sebanyak 2 jilid, buku "Peristiwa Tir" dan perbaikan Divane Moshtaq dan Farkhi Yazdi.
Hossein Makki merupakan orang terakhir di antara orang-orang yang berjuang menasionaliskan perusahaan minyak.