Lintasan Sejarah 13 Desember 2018
-
13 Desember 2018
Lintasan Sejarah hari ini, Kamis tanggal 13 Desember 2018 bertepatan dengan tanggal 5 Rabiul Tsani 1440 Hijriah Qamariah. Menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 22 Azar 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di tahun-tahun yang lampau:
Kharaqi Marvazi, Matematikawan Wafat
908 tahun yang lalu, tanggal 5 Rabiul Tsani 532 HQ Kharaqi Marvazi, matematikawan muslim meninggal dunia.
Kharaqi Marvazi lahir di daerah Kharaqi. Ia seorang matematikawan dan penulis besar di bidang sejarah, geografi dan matematika.
Kharaqi Marvazi merupakan ilmuwan istana Kharazmshahian dan memiliki posisi penting. Ia termasuk sejumlah ilmuwan di masa stagnasi ilmu pengetahuan dalam peradaban Islam. Karya-karyanya antara lain Muntaha al-Idrak dan at-Tabshirah fi Ilm al-Haiah.
Hijrah Sugra, Hijrah Ulama Tehran ke Rey
113 tahun yang lalu, tanggal 22 Azar 1284 HS, para ulama Tehran melakukan hijrah ke kota Rey yang dikenal dengan Hijrah Sugra.
Akibat meluasnya kezaliman, kefasadan dan kematian di akhir kekuasaan Mozaffaruddin Shah Qajar, ulama Tehran yang paling tersiksa dengan kondisi ini melakukan protes dan upaya memperbaiki kondisi yang ada serta menekan pemerintah dengan berhijrah dari Tehran ke komplek makam suci Hazrat Abdul Azhim di kota Rey.
Hijrah ulama Tehran ini dilakukan pada 22 Azar 1284 HS (13 Desember 1905) yang kemudian dikenal dengan istilah Hijrah Sugra yang pada tahap awal dilakukan oleh 2 ribu ulama. Setelah berlalu beberapa hari ribuan ulama lainnya bergabung dengan rombongan pertama hingga jumlah mereka melebihi 10 ribu ulama.
Para orator dan ulama ketika menyampaikan ceramahnya menyebutkan kezaliman yang dilakukan oleh pemerintah Ain ad-Dowleh, Perdana Menteri waktu itu dan menuntut terbentuknya lembaga peradilan.
Mozaffaruddin Shah Qajar menyaksikan kenyataan ini tampil untuk mencari solusi atas kondisi buruk menerima tuntutan para ulama dengan membentuk lembaga peradilan di setiap kota Tehran, penerapan undang-undang Islam di seluruh negeri dan pemberhentian kepala bea cukai Iran yang berkewarganegaraan Belgia serta memberhentikan Ala Dowleh, Gubernur Tehran.
Akhirnya aksi protes itu berakhir pada 22 Dey 1284 HS (12 Januari 1906) dan berlanjutnya perjuangan oleh ulama dan rakyat, Mozaffuruddin Shah terpaksa mendandatangani perintah Konstitusi pada tanggal 14 Mordad 1285 Hs (5 Agustus 1906).
Negosiasi Damai Vietnam Gagal
46 tahun yang lalu, tanggal 13 Desember 1972, negosiasi perdamaian Vietnam di Paris gagal setelah pertemuan selama 6 jam antara negosiator Vietnam Utara, Le Duc Tho dan Penasihat Keamanan Nasional Amerika, Henry Kissinger.
Dalam perundingan itu, negosiator Vietnam Utara menuntut pembubaran pemerintahan Vietnam Utara menuntut pembubaran pemerintahan Vietnam Selatan dan instalasi pemerintahan koalisi. Pihak Amerika menolak untuk mempertimbangkan tuntutan Vietnam Utara dan tetap mendukung Presiden Thien.
Di saat yang sama, Vietnam Selatan membuat tuntutan sendiri. Presiden Thien meminta Vietnam Utara mengakui Saigon bagian dari Vietnam Selatan, yang berarti keberadaan 100 ribu tentara Vietnam Utara di daerah selatan ilegal. Pihak Vietnam Utara menolak tuntutan Vietnam Selatan. Mereka tidak mengakui pemerintahan Thien dan tidak akan menarik pasukan mereka. Mereka kemudian melakukan walk out dalam perundingan di Paris itu.