Lintasan Sejarah 21 Desember 2018
-
21 Desember 2018
Hari ini, Jumat 21 Desember 2018 bertepatan dengan 13 Rabiul Tsani 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 30 Azar 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.
Kaum Muslimin Menaklukkan Iran
1376 tahun yang lalu, tanggal 30 Azar 21 HS, menyusul kekalahan yang dialami oleh Raja Yazdgerd Ketiga, raja terakhir dari Dinasti Sasani, dari pasukan kaum Muslimin, dimulailah era Islam di Iran.
Kemenangan kaum Muslimin dalam perang yang terjadi Nahawand, sebelah barat Iran itu, telah mengakhiri masa 416 tahun kekuasaan Dinasti Sasani dan mengakhiri penderitaan rakyat Iran yang ratusan tahun diperintah oleh dinasti kerajaan yang despotik.
Secara bertahap, rakyat Iran mengenal Islam dan karena prinsip tauhid, keadilan, dan persaudaraan yang terkandung dalam Islam, merekapun memeluk agama Ilahi ini. Lambat laun, akhirnya agama Islam tersebar luas di bumi Persia.
Mu'izzud-daulah Meninggal Dunia
1084 tahun yang lalu, tanggal 13 Rabiul Tsani 356 HQ, Abul Hasan Ahmad bin Buyah, terkenal dengan nama Mu'izzud-daulah Dailami meninggal dunia di kota Baghdad.
Mu'izzud-daulah adalah salah seorang diantara tiga bersaudara keluarga Alu Buyah yang berhasil menaklukan kota Baghdad. Al-Mustakfi, khalifah Daulah Abbasiah yang saat itu berkuasa di Irak berhasil ditaklukkan oleh Mu'izzud-daulah.
Warga Baghdad yang sebelumnya berada dalam situasi represif pemerintahan Al-Mustakfi mendapatkan kenyamanan pemerintahan Mu'izzud-daulah selama 2 tahun. Ia juga dikenal sebagai pemimpin yang sangat memperhatikan masalah budaya dan keilmuan. Di bawah pimpinan Mu'izzud-daulah, Baghdad mengalami perkembangan peradaban yang cukup pesat.
Bagi para pengikut mazhab Ahlul Bait, pemerintahan Mu'izzud-daulah dikenang sebagai masa pesatnya pertumbuhan keilmuan mazhab keluarga suci Nabi Muhammad Saw ini.
PLO Didirikan
54 tahun yang lalu, tanggal 21 Desember 1964, Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) didirikan.
Ketika didirikan, PLO terdiri dari delapan kelompok gerilyawan dan sejumlah lembaga pendidikan, sosial, kedokteran, budaya, dan keuangan. Setahun kemudian, divisi militer PLO yang diberi nama Kelompok Fatah memulai aktivitas mereka.
Pada tahun 1974, PLO diterima sebagai anggota pengamat dalam PBB dan hingga tahun 1982, organisasi ini berhasil menjalin hubungan resmi dengan lebih dari 100 negara. Namun kemudian, sejalan dengan semakin kerasnya aksi represi rezim Zionis terhadap aktivis PLO, organisasi ini mengubah taktik perjuangannya dengan diplomasi.
Hal ini terlihat dengan kesediaan pemimpin PLO, Yaser Arafat, untuk menandatangani perjanjian Oslo pada bulan September tahun 1993 yang isinya memberikan pengakuan secara resmi atas keberadaan negara Israel, dengan kompensasi pemberian status otonomi kepada Palestina oleh Zionis. Namun, Zionis ternyata tidak memperdulikan isi perjanjian tersebut dan hingga kini terus melakukan pembunuhan dan teror terhadap warga Palestina.