Lintasan Sejarah 30 Desember 2018
-
30 Desember 2018
Hari ini, Ahad tanggal 30 Desember 2018 bertepatan dengan tanggal 22 Rabiul Tsani 1440 Hijriah Qamariah. Menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 9 Dey 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau:
Mulla Muhammad Muhsin Faidh Kashani Wafat
349 tahun yang lalu, tanggal 22 Rabiul Tsani 1091 HQ, Muhammad bin Shah Murtadha yang biasa dipanggil Muhsin, tapi lebih dikenal dengan nama Mulla Muhsin Faidh Kashani meninggal dunia dalam usia 84 tahun. Beliau dimakamkan di sebuah tempat yang kemudian menjadi pekuburan Faidh.
Mulla Muhsin Faidh Kashani lahir pada 1007 HQ di kota Kashan. Beliau mempelajari ilmu-ilmu pengantar keagamaannya di kota kelahirannyan dan sejak remaja ia pergi ke Isfahan untuk menuntut ilmu. Beliau sempat belajar kepada ulama besar di masanya seperti Allamah Muhammad Taqi Majlisi, Sheikh Bahai, Mir Damad, Mir Fandareski dan Mulla Sadra Shirazi.
Ketika Mulla Sadra tinggal di desa Kahak, Qom, Mulla Muhsin tinggal bersamanya dan kemudian menikahi anak gadis Mulla Sadra dan kemudia ia dipanggil dengan Faidh. Beberapa tahun kemudian ia kembali ke kampong halamannya Kashan dan sibuk mengajar dan menulis buku. Alamul Huda dan Muin ad-Din, anak saudaranya, Dhiya ad-Din Muhammad dan puluhan ulama lainnya tumbuh dalam didikannya.
Selama 65 tahun beliau menyibukkan diri dengan meneliti dan belajar, sehingga menghasilkan sekitar 200 buku dan risalah dalam pelbagai disiplin ilmu. Tafsir Shafi, Asfha dan Mushaffa merupakan buku tafsirnya, sementara al-Wafi, as-Syafi dan al-Mahajjah al-Baidha serta puluhan buku lainnya ditulis terkait irfan, hadis, teologi, sastra dan lain-lain. Semua ini menunjukkan keluasan ilmunya.
Ayatullah Boroujerdi Tiba di Qom
74 tahun yang lalu, tanggal 9 Dey 1323 HS, Ayatullah Boroujerdi tiba di kota Qom.
Pasca meninggalnya Ayatullah Haj Sheikh Abdolkareem Hairi Yazdi, pendiri Hauzah Ilmiah Qom pada 1315 HS, tanggung jawab pengelolaan hauzah dipegang oleh tiga marji besar waktu itu; Sayid Mohammad Taqi Khansari, Sayid Mohammad Hojjat Kouh Kamareh-i dan Sayid Sadr ad-Din Sadr. Mereka memimpin Hauzah Ilmiah Qom selama delapan tahun dengan baik
Pada 1323 HS, menyusul sakitnya Ayatullah Boroujerdi dan dirawat inap di sebuah rumah sakit di kota Rey, Tehran, para ulama Qom mengajak beliau untuk tinggal di Qom. Setelah sembuh, beliau akhirnya memutuskan untuk tinggal di Qom.
Akhirnya, dengan dukungan para ulama, beliau pada 9 Dey 1323 HS yang bertepatan dengan 14 Muharram 1364 HQ tiba di Qom dan memikul tanggung jawab Syiah sedunia.
Ayatullah Boroujerdi hingga akhirnya hidupnya, selama 17 tahun tinggal di Qom dan memimpin Hauzah Ilmiah Qom dengan baik. Kehadiran ulama besar ini juga memiliki berkah dan banyak mendidik murid-murid hebat.
Teror Zionis di Baladush-Shaikh
71 tahun yang lalu, tanggal 30 Desember 1947, dua kelompok teroris Zionis dalam operasi bersama mereka, menyerang sebuah desa bernama Baladush-Shaikh di Palestina.
Dalam serangan teror yang mengerikan itu, rumah-rumah warga Palestina dibakar dan enam puluh orang yang tengah berada di dalam rumah-rumah tersebut tewas terbakar.
Pada hari yang sama, sebuah kelompok teroris Zionis lainnya bernama Irgun juga melakukan aksi terornya dengan melemparkan bom ke tengah-tengah warga. Tujuh belas orang warga Palestina gugur syahid dalam serangan ini dan puluhan lainnya luka-luka.
Meningkatnya serangan kelompok-kelompok teroris terhadap bangsa Palestina di akhir tahun 1947 dan awal tahun 1948 adalah dalam rangka mengusir bangsa Palestina dari tanah air mereka dan persiapan untuk proklamasi berdirinya negara Israel pada bulan Mei tahun 1948.