Lintasan Sejarah 3 Januari 2019
-
3 Januari 2019
Hari ini, Kamis tanggal 3 Januari 2019 bertepatan dengan tanggal 26 Rabiul Tsani 1440 Hijriah Qamariah. Menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 13 Dey 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau:
Qattan Muruzi Meninggal Dunia
975 tahun yang lalu, tanggal 26 Rabiul Tsani 465 HQ, Ainuz Zaman Qattan Muruzi, matematikawan, dokter dan filsuf terkemuka muslim terlahir ke dunia di kota Marv, Khorasan yang kini masuk dalam wilayah Turkmenistan.
Qattan dikenal sebagai ilmuan besar di bidang matematika, filsafat, sastra dan ilmu-ilmu agama. Dia juga memiliki ketertarikan yang besar kepada ilmu kedokteran.
Qattan Muruzi akhirnya lebih menyibukkan diri dengan aktivitasnya sebagai dokter. Banyak buku yang telah ditulisnya, diantaranya buku berjudul Keyhan-e Shenakht, yang membahas ilmu matematika. Qattan Muruzi wafat pada tahun 548 Hijriah.
Jaroslav Hasek Meninggal Dunia
96 tahun yang lalu, tanggal 3 Januari 1923, Jaroslav Hasek penulis dan pejuang kemerdekaan Cheko meninggal dunia.
Ia lahir pada tahun 1883 saat negaranya di bawah penjajahan Imperatur Austria-Hongaria. Oleh karena itu, usai menamatkan pelajarannya, Hasek memilih kancah politik sebagai bentuk perjuangannya membebaskan negaranya dari cengkaman penjajah. Ia berulangkali dipenjara akibat aksinya tersebut.
Menyusul meletusnya perang dunia pertama dan runtuhnya Imperatur Austria-Hongaria pada tahun 1918 kawasan Cheko dan Slovakia berhasil memerdekakan diri, selanjutnya terbentuklah negara Chekoslovakia. Di antara karya besar Hasek adalah buku berjudul The Good Soldier Schweik dan Penjual Batu.
Pesan Imam Khomeini Kepada Gorbachev
30 tahun yang lalu, tanggal 13 Dey 1367 HS, Imam Khomeini, pemimpin Revolusi Islam Iran, mengirimkan surat kepada Mikail Gorbachev, presiden terakhir Uni Soviet.
Dalam surat itu, Imam Khomeini mengajak Gorbachev untuk menyingkirkan paham Marxisme dan memeluk Islam. Dengan argumentasi yang jernih dan jitu, Imam Khomeini menunjukkan kesalahan sistem sosialis.
Beliau menulis, "Kebenaran harus diungkapkan bahwa masalah utama negara Anda bukanlah masalah kepemilikan, ekonomi, dan kebebasan. Masalah utama Anda adalah ketiadaan keyakinan terhadap Tuhan sebagaimana yang juga dialami oleh negara-negara Barat. Ketidakyakinan Barat terhadap Tuhan inilah yang kini membawa, atau akan membawa, mereka ke jalan buntu. Masalah utama Anda adalah pertempuran yang panjang dan tanpa arti dengan Tuhan dan Pencipta Segala Wujud."
Di akhir suratnya, Imam Khomeini menulis, "Bagi semua orang, telah jelas bahwa sejak saat ini, komunisme harus dicari dari dalam museum sejarah politik dunia. Saya harap Anda mempelajari Islam secara sungguh-sungguh. Hal ini bukan karena Islam dan umat Islam memerlukan Anda, namun karena nilai-nilai Islam yang tinggi dan universal-lah yang mampu memberikan jalan kesejahteraan dan kebebasan bagi semua bangsa."
Ramalan Imam Khomeini tentang keruntuhan sistem komunis yang ditulis dalam surat ini, terbukti pada tiga tahun berikutnya, yaitu bubarnya Uni Soviet pada tahun 1991.