Lintasan Sejarah 4 Januari 2019
-
4 Januari 2019
Hari ini, Jumat tanggal 4 Januari 2019 bertepatan dengan tanggal 27 Rabiul Tsani 1440 Hijriah Qamariah. Menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 14 Dey 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau:
Louis Braille, Penemu Huruf Braille Lahir
210 tahun yang lalu, tanggal 4 Januari 1809, Louis Braille terlahir ke dunia di Coupvray, 4 Januari 1809 dan meninggal 6 Januari 1852 pada umur 43 tahun.
Louis Breille adalah pencipta sistem tulisan Braille yang digunakan oleh orang-orang buta. Ia meninggal pada 6 Januari 1852 di usia 43 tahun. Pada umur 4 tahun, matanya tertusuk jarum, Braille pun mengalami kebutaan. Pada tahun 1821, saat bersekolah khusus untuk penderita tuna netra, seorang prajurit bernama Charles Barbier mengunjungi sekolah tersebut dan menunjukkan suatu kode yang telah ditemukannya. Sistem tersebut dikatakan sebagai "tulisan malam" (night writing).
Ini dirancang khusus untuk tentara perang yang menggunakan kombinasi duabelas titik. Braille muda menyadari manfaat sistem ini. Ia pun mengembangkan sistem yang lebih sederhana dengan menggunakan enam titik. Dan tahun 1827, buku yang menggunakan enam titik tersebut, yang kemudian disebut Braille, telah diterbitkan.
Sekarang, para penderita buta menggunakan metode tersebut. Pada 6 Januari tahun 1852, Braille meninggal dunia. Sebuah monumen besar dibangun untuknya pada tahun 1867 untuk menghormati dia.
Pertama Kali Pesawat Terbang di Iran
105 tahun yang lalu, tanggal 14 Dey 1292 HS untuk pertama kalinya pesawat terbang di Iran.
Atraksi terbang sebuah pesawat ringan dua sayap yang dikemudikan pilot Polandia di masa Ahmad Shah Qajar pada 14 Dey 1292 HS (4 Januari 1914) dicatat dalam sejarah Iran sebagai awal tibanya sebuah pesawat di negara ini.
Dalam atraksi terbang itu, para kru pesawat menjual karcis kepada penonton dengan harga mahal dengan waktu yang tidak lama. Hingga beberapa tahun setelah itu kebanyakan pesawat yang tiba di Iran dengan tujuan atraksi.
Tehran hingga tahun 1301 HS belum memiliki kawasan khusus untuk landing dan take off pesawat. Akhirnya, pemerintah Iran mengalokasikan tanah di selatan Tehran untuk naik dan turunnya pesawat di Iran setelah ada permintaan dari pemerintah Inggris.
Beberapa waktu setelah itu dibuatlah jaringan penerbangan dan setelah melakukan perundingan dengan sejumlah perusahaan Eropa, untuk pertama kalinya layanan udara dibuka di Iran pada bulan Azar 1303 HS.
Ayatullah Al-Udzma Haj Sayid Ahmad Khansari Wafat
35 tahun yanglalu, tanggal 27 Rabiul Tsani 1405 HQ, Ayatullah al-Udzma Haj Sayid Ahmad Khansari meninggal dunia pada dalam usia 96 tahun. Jenazah beliau dibawa dari Tehran dan dimakamkan di kota Qom di lokasi makam suci Sayidah Maksumah.
Ayatullah al-Udzma Sayid Ahmad Khansari lahir di kota Khansar pada 1309 HQ. Pada usia tiga tahun ia telah kehilangan ayahnya dan saudaranya yang menggantikan tanggung jawab ayahnya. Setelah mempelajari ilmu-ilmu pengantar agama di tempat kelahirannya, ia pergi ke Isfahan untuk melanjutkan pendidikannya dan setelah itu pergi ke Najaf al-Asyraf, Irak.
Selama di hauzah ilmiah Najaf, ia belajar kepada guru-guru besar di sana seperti Ayatullah Akhond Khorasani, Sayid Mohammad Kazem Yazdi, Mirza Naini dan Agha Dhiya ad-Din al-Iraqi. Bertahun-tahun menimba ilmu membuatnya mencapai derajat ijtihad.
Ayatullah Khansari pada 1330 HQ kembali ke Iran dan ikut belajar kepada Ayatullah Sheikh Abdolkareem Hairi Yazdi di kota Arak. Setelah dibangunnya hauzah ilmiah Qom, Ayatullah Khansari mengajar di sana, tapi atas perintah Ayatullah Boroujerdi, ia akhirnya pergi ke Tehran dan di mengajar di masjid Sayid Azizollah, mengimami shalat jamaah di sana dan melakukan aktivitas politik.
Ayatullah Khansari begitu dikenal akan zuhud dan ketakwaannya. Kehadirannya bersama Imam Khomeini ra mampu memperkokoh kebangkitan rakyat Iran.