Lintasan Sejarah 16 Januari 2019
-
16 Januari 2019
Hari ini, Rabu 16 Januari 2019 bertepatan dengan 9 Jumadil Awal 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 26 Dey 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.
Muhammad bin Jamaluddin Makky Amily Gugur Syahid
654 tahun yang lalu, tanggal 9 Jumadil Awal 786 HQ, Muhammad bin Jamaluddin Makky Amily, seorang ulama pejuang asal Libanon gugur syahid dan beliau pun dijuluki dengan nama “Syahid Awal”.
Syahid Awal dilahirkan di desa Kamal Amil, Lebanon dan kemudian menuntut ilmu-ilmu agama dari ulama-ulama terkemuka zaman itu, di antaranya Allamah Hilli.
Sepanjang hidupnya, Syahid Awal menulis banyak buku-buku agama, yang paling terkenal adalah buku fiqih berjudul "Al-lum'ah Dimasyqiah" yang hingga sekarang masih menjadi salah satu buku pelajaran di hauzah-hauzah ilmiah.
Thaha Husain Lahir
130 tahun yang lalu, tanggal 16 Januari 1889, Doktor Thaha Husain, seorang penulis terkenal dari Mesir, terlahir ke dunia.
Thaha Husain sejak kecil telah kehilangan pengelihatannya, namun dengan kecerdasannya yang tinggi, ia berhasil menyelesaikan pendidikannya di Universitas Mesir. Gelar doktor Thaha Husein diraihnya dari Universitas Sorbonne, Perancis.
Thaha Husein kemudian menjabat berbagai poisisi penting di bidang ilmu dan budaya, di antaranya sebagai Menteri Kebudayaan Mesir. Di sela-sela kesibukannya, Thaha Husain banyak menulis buku, di antaranya berjudul "Sejarah Sastra Arab" dam "Al-Ayyam". Penulis Mesir ini meninggal dunia tahun 1973.
Shah Pahlevi Meninggalkan Iran
40 tahun yang lalu, tanggal 26 Dey 1357 HS, seiring dengan semakin memuncaknya perlawanan rakyat Iran terhadap rezim penguasa negara itu, Shah Muhammad Reza Pahlevi, raja terakhir Iran, akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan Iran dengan alasan pengobatan medis.
Muhammad Reza Pahlevi naik tahta pada tahun 1944 setelah ayahnya Shah Reza Pahlevi diasingkan oleh pasukan Sekutu akibat dukungannya kepada Jerman dalam Perang Dunia Kedua. Pada tahun 1954, Shah Pahlevi sempat pergi dari Iran karena memuncaknya perlawanan rakyat terhadap dirinya. Namun, tiga hari kemudian, dia berhasil merebut kembali tahtanya melalui kudeta terhadap pemerintahan Mosaddeq yang dipilih oleh rakyat Iran. Kudeta ini didukung oleh AS sehingga setelah itu, infiltrasi AS dalam pemerintahan Shah Pahlevi menjadi sangat besar.
Pemerintahan Shah yang despotik dan merupakan perpanjangan tangan kepentingan AS di Iran, membuat rakyat negara ini kembali bangkit menentang rezim Shah dengan dipimpin oleh Imam Khomeini.
Pesan 9 Butir Imam Khomeini ra
Bersamaan dengan kaburnya Mohammad Reza Pahlevi dari Iran, Imam Khomeini ra pada 26 Dey 1357 Hs, mengirimkan pesan yang berisikan 9 butir penting kepada bangsa Iran di antaranya:
“Saya memperingatkan mereka yang masuk menjadi anggota Dewan Kerajaan Ilegal agar segera mengundurkan diri. Bila membangkang, maka mereka bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Saya memperingatkan anggota parlemen ilegal, bila mereka melanggar, maka bangsa Iran akan menghukum mereka.”
Dalam pesan beliau juga disebutkan:
“Para petani segera menanam gandum, bank tidak boleh membayar deposito para pendukung rezim dan penjarah harta Baitul Mal, para mahasiswa harus tetap melanjutkan perjuangannya melawan pemerintah haram, shah, Dewan Monarki Ilegal dan jangan menerima dosen-dosen yang punya hubungan dengan rezim despotik.”
Imam Khomeini ra dalam pesannya merekomendasikan kepada bangsa Iran untuk melakukan demonstrasi di hari Arbain Imam Husein as.