Lintasan Sejarah 15 Juni 2019
Hari ini, Sabtu15 Juni 2019 bertepatan dengan 11 Syawal 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 25 Khordad 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

Rasulullah Pergi Ke Thaif
1437 tahun yang lalu, tanggal 11 Syawal 3 tahun sebelum Hijrah, Rasulullah Saw melakukan perjalanan ke Thaif di dekat Mekah dengan tujuan untuk mengajak kabilah Tsaqif masuk Islam.
Perjalanan ini dilakukan Rasulullah tak lama setelah wafatnya Abu Thalib, pelindung utama Rasulullah. Meninggalnya Abu Thalib yang disegani oleh kaum musyrik Quraisy, membuat mereka semakin berani mengganggu Rasulullah.
Oleh karena itu, jika warga kota Thaif mau menerima Islam, kota ini akan dijadikan tempat berlindung bagi warga Muslimin dari kekejaman kaum Musyrikin Mekah. Namun, pemimpin kabilah Tsaqif bukan hanya menolak beriman kepada Allah Yang Esa dan Rasulullah, namun bahkan menyerang Rasululah sehingga beliau terluka. Akhirnya Rasulullah dan kaum Muslimin Mekah berhijrah ke Madinah dan mendirikan pemerintahan Islam di sana.
Penumpasan Gerakan Perlawanan di Skotlandia
311 tahun yang lalu, tanggal 15 Juni 1708, kerajaan Inggris melakukan aksi penumpasan terhadap gerakan kemerdekaan Skotlandia.
Sejak lama, Inggris berusaha untuk mencaplok wilayah Skotlandia dan memasukkannya ke dalam wilayah Britania. Ambisi ini tercapai setelah Raja James I yang berdarah Skotlandia naik tahta tahun 1603. Sejak saat itulah, Skotlandia secara resmi menjadi bagian dari kerajaan Inggris.
Gerakan perlawanan bersenjata luas di Skotlandia menunjukkan bahwa rakyat Skotlandia menolak pendudukan Inggris atas negeri mereka. Tahun 1707, London melakukan penggabungan dua parlemen Inggris dan Skotlandia. Kebijakan ini tak urung memicu protes dan kemarahan rakyat Skotlandia yang berakibat pada munculnya gerakan perlawanan bersenjata.
Akhirnya pada tanggal 15 Juni 1708, kerajaan Inggris melakukan penumpasan besar-besaran terhadap gerakan perlawanan rakyat Skotlandia ini. Tahun 1999, menyusul kian meningkatnya tekanan terhadap London, kerajaan Inggris terpaksa menyetujui pemberian hak kepada rakyat Skotlandia untuk membentuk parlemen terpisah.

Sidang Pertama Antarparlemen Islam di Tehran
20 tahun yang lalu, tanggal 25 Khordad 1378 HS, sidang pertama Antarparlemen Islam diselenggarakan di Tehran.
Sidang pertama perwakilan parlemen-parlemen negara-negara Islam diselenggarakan di Tehran, pada 25 Khordad 1378 Hs dengan tujuan mendirikan Uni Antarparlemen Islam. Sidang ini dibuka dengan pesan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei dan pidato Hujjatul Islam Sayid Mohammad Khatami, Presiden Iran waktu itu.
Dalam sidang tiga hari itu, ketua-ketua dan delegasi parlemen dari 28 negara hadir dalam pertemuan ini. Dalam sidang itu, Iran terpilih sebagai ketua Uni Antarparlemen Islam dan satu dari pekerjaan penting organisasi ini adalah hubungan antarparlemen negara-negara Islam.
Dalam sidang ini juga diratifikasi anggaran dasar Uni Antarparlemen Islam dan selama 2 tahun Iran menjadi ketua organisasi ini. Konferensi Uni Antarparlemen melakukan sidangnya di salah satu negara anggota dua tahun sekali. Dewan Konferensi, Komite Pelaksana dan Sekretariat organisasi ini berada di Tehran.