Jun 27, 2019 04:54 Asia/Jakarta
  • 27 Juni 2019
    27 Juni 2019

Hari ini, Kamis 27 Juni 2019 bertepatan dengan 23 Syawal 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 6 Tir 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

Ibnu Said Anshari Lahir

691 tahun yang lalu, tanggal 23 Syawal 749 HQ, Ibnu Said Anshari, seorang dokter, ahli matematika, dan penulis terkenal asal Mesir, terlahir ke dunia.

Sejarah

Ibnu Said Anshari menguasai bidang logika, kedokteran, dan matematika, serta memiliki pengetahuan yang luas tentang sejarah berbagai kejadian dan biografi tokoh-tokoh di zaman kuno maupun zamannya sendiri.

Buku-buku yang ditulis Anshari mencapai 14 buah, yang terpenting di antaranya berjudul "Arsyadul Qashid" yang berisi tentang sejarah ilmu-ilmu.

Ayatullah Khamenei Diteror di Masjid Abu Dzar

38 tahun yang lalu, tanggal 6 Tir 1360 HS, Ayatullah Khamenei diteror di masjid Abu Dzar, Tehran.

Setelah terbentuknya Republik Islam Iran, kekuatan-kekuatan adidaya dunia semakin meningkatkan aksi-aksi teror dan konspirasinya terhadap Iran. Mereka mulai mempersenjatai dan memperkuat kelompok-kelompok anti revolusi untuk menghancurkan negara Iran. Sekaitan dengan hal ini, anasir-anasir anti revolusi yang sebelum ini memperkenalkan dirinya sebagai kelompok revolusioner wajah hakikinya semakin tampak dengan aksi-aksi teror yang dilakukannya selama ini. Mereka menyalahgunakan situasi yang ada dan mulai menciptakan instabilitas.

Ayatullah Sayid Ali Khamenei

Salah satu kelompok teror ini adalah Kelompok Munafikin (MKO) yang berusaha keras meneror tokoh-tokoh Revolusi Islam Iran. Ayatullah Sayid Ali Khamenei yang waktu itu merupakan wakil Imam Khomeini di Dewan Tinggi Pertahanan dan Imam Jumat Tehran dalam pidato-pidatonya senantiasa menjelaskan substansi kelompok MKO dan tujuan buruk mereka. Hal ini membuat MKO berusaha menyingkirkan beliau.

Akhirnya, pada 6 Tir 1360 HS, Ayatullah Sayid Ali Khamenei hadir di Masjid Abu Dzar, timur Tehran untuk menyampaikan pidato. Ketika tengah menjawab sejumlah pertanyaan yang hadir, sebuah bom yang diletakkan di dalam sebuah tape meledak dan beliau terluka parah mulai dari pundak, leher dan tangan. Kemudian orang-orang yang hadir dengan sigap membawa beliau ke rumah sakit.

Orang-orang beranggapan beliau pasti meninggal dunia, namun ternyata Allah masih menghendaki lain dan beliau ternyata masih hidup. Sebuah pertolongan Allah untuk menyampaikan khazanah-Nya kepada umat Islam setelah Imam Khomeini ra untuk menuntun mereka.

Kedengkian kelompok teroris MKO tidak berhenti begitu saja, karena keesokan harinya mereka meledakkan kantor pusat Partai Jomhouri-e Eslami.

Rahmonov dan Abdullah Nur Tandatangani Perdamaian

22 tahun yang lalu, tanggal 27 Juni tahun 1997, Presiden Tajikistan, Imamali Rahmonov, dan pemimpin pejuang Islam negara tersebut, Abdullah Nur, menandatangani perjanjian damai di Moskow.

Dengan ditandatanganinya perjanjian tersebut, berakhirlah perang saudara di Tajikistan yang telah berlangsung selama lima tahun.

Imamali Rahmonov

Sekitar setahun setelah kemerdekaan Tajikistan tahun 1991 menyusul keruntuhan Uni Soviet, muncullah konflik di antara kelompok yang menginginkan dijalankan pemerintahan Islam di Tajikistan dengan kelompok pro-Rusia. Konflik ini akhirnya meletus menjadi perang saudara yang menimbulkan banyak korban jiwa.

PBB, Iran, dan Rusia berusaha menjadi mediator di antara kedua kelompok tersebut yang akhirnya berhasil menggolkan penandatanganan perjanjian damai tahun 1997. Berdasarkan perjanjian ini, 30 persen jabatan pemerintahan diberikan kepada kelompok Islam dan tentara Islam diikutkan dalam militer Tajikistan. Selain itu, dilakukan pula amandemen terhadap UUD Tajikistan yang mengakomodasi kehendak kelompok Islam.

Islam merupakan agama mayoritas penduduk Tajikistan. Pengaruh Islam masuk ke negara ini sejak abad ke-10. Selama berada di bawah Uni Soviet, umat Islam dilarang menjalankan ibadahnya. Namun demikian, semangat Islam tetap tersimpan dalam jiwa mereka dan setelah runtuhnya Uni Soviet, rakyat Tajikistan mendeklarasikan negara independen dan nilai-nilai Islam kembali hidup di negara tersebut.