Jul 03, 2019 05:04 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 3 Juli 2019

Hari ini, Rabu, 3 Juli 2019 bertepatan dengan 29 Syawal 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 12 Tir 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

Perjanjian Gulistan Ditandatangani

212 tahun yang lalu, tanggal 29 Syawal 1228 HQ, perjanjian Gulistan ditandatangani oleh Iran dan Tsar Rusia. Di pihak Iran, penandatangan perjanjian ini adalah Mirza Abul Hasan Khan Ilchi.

Perjanjian ini terdiri dari 11 pasal dan sebuah pembukaan. Perjanjian Gulistan merupakan akhir dari peperangan sepuluh tahun yang berlangsung antara Iran dan Rusia, dengan kekalahan di pihak Iran dan Dinasti Qajar yang berkuasa di Iran waktu itu.

Atas dasar perjanjian ini, sebagian wilayah Iran, mulai dari Gunje, Shirvan, Baku, Dagestan, dan Georgia sampai Laut Kaspia dikuasai oleh Rusia. Sebaliknya, Rusia hanya diikat perjanjian untuk mengakui pemerintahan Abas Mirza. Tiga belas tahun kemudian, yaitu tahun 1241 Hijriah, Rusia kembali menginvasi Iran dan menduduki sebagian wilayah kekuasaan Iran. Perang itu berakhir dengan perjanjian "Turkman Chai".

 

Theodore Hertzel Meninggal

115 tahun yang lalu, tanggal 3 Juli 1904, Theodore Hertzel, pendiri gerakan Zionisme Internasional, meninggal dunia. Hertzel dilahirkan pada tahun 1860 di Budapest, Hongaria, dan kemudian ia pindah ke Austria. Di Austria, pemikiran Hertzel mengenai pendirian negara Yahudi yang independen semakin mengkristal. Ia kemudian pada tahun 1895 menuliskan hasil pemikirannya itu dalam sebuah buku berjudul Pemerintahan Yahudi.Dalam buku itu, Hertzel menuliskan pemikiran Zionisme berkenaan dengan perluasan kekuasaan dan keunggulan ras Yahudi di atas ras-ras lainnya.

Pada tahun 1897, Theodore Hertzel dan para pendukungnya mengadakan kongres di Swiss dan terbentuklah Organisasi Zionisme Internasional. Setelah Theodore Hertzel meninggal, gerakan zionisme terus berkembang dan akhirnya pada tahun 1948, gerakan zionis berhasil merealisasikan cita-cita ilegalnya dengan mendirikan rezim Israel di atas tanah air milik bangsa Palestina.

Pesawat Sipil Iran Ditembak AS

31 tahun yang lalu, tanggal 12 Tir 1367 HS, sebuah pesawat sipil Airbus milik Iran dalam perjalanannya dari Iran menuju Dubai ditembak rudal oleh kapal perang AS, USS Vincennes.

Seluruh penumpang pesawat bernomor Iran Air 655 itu beserta awak pesawatnya,  yang keseluruhan berjumlah 298 orang, tewas. Peristiwa ini terjadi di akhir perang Irak-Iran.

Saat itu, kapal perang AS tersebut tengah berada di perairan Teluk Persia. AS menyatakan bahwa penembakan itu disebabkan karena kelalaian tentaranya. Namun mengingat kapal perang Vincennes milik AS itu memiliki perlengkapan yang sangat canggih, alasan tersebut sulit diterima. Yang lebih aneh lagi, setelah peristiwa itu, komandan kapal perang Vincennes tersebut malah diberi medali kehormatan oleh pemerintah AS.

Semua fakta ini, termasuk juga dokumen-dokumen resmi lainnya, menunjukkan bahwa penembakan terhadap pesawat sipil Iran oleh AS adalah sebuah kesengajaan.