Jul 13, 2019 05:09 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 13 Juli 2019

Hari ini, Sabtu, 13 Juli 2019 bertepatan dengan 10 Zulkaidah 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 22 Tir 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

Dinasti Samania Hancur

1051 tahun yang lalu, tanggal 10 Dzulqadah 389  HQ,  Dinasti Samania yang telah berdiri selama 128 tahun di Khorasan, Asia Tengah, dan sebagian Iran tengah, akhirnya hancur di tangan Ilik Khan.

Ilik Khan adalah salah seorang di antara budak-budak Turki, yang karena infiltrasi mereka di dalam pemerintahan Samania, mereka berhasil melumpuhkan kerajaan itu.

Selama masa kekuasaannya, raja-raja dari Dinasti Samania banyak berupaya untuk memajukan kota-kota wilayah kekuasaan mereka. Mereka melakukan pengembangan ilmu dan sastra serta memberikan penghormatan yang tinggi kepada para ulama. Pada saat itu, banyak pusat-pusat keilmuan dibangun di berbagai kota. Setelah hancurnya dinasti ini, kekuasaan di Iran dipegang oleh Dinasti Ali Buyeh dan Dinasti Turki bernama Ghaznavi.

 

Perang Kursk

Perang Kursk Berakhir

76 tahun yang lalu, tanggal 13 Juli 1943, The Battle of Kursk atau Perang Kursk, yang melibatkan dua juta tentara, 6000 tank, dan 5000 pesawat tempur, berakhir dengan kekalahan Jerman.

Pertempuran yang terjadi pada era Perang Dunia Kedua ini meletus antara Jerman dan Soviet di dekat kota Kursk, sebelah barat Rusia.

Serangan Jerman dimulai pada tanggal 5 Juli dari arah selatan dan utara kota Kursk. Namun, Soviet memiliki fasilitas tank dan pesawat tempur yang lebih besar sehingga 40 persen tank-tank Jerman berhasil dihancurkan. Akhirnya komandan pasukan Jerman, Marshal Gunther von Kluge, menarik mundur pasukannya. Perang di Kursk ini merupakan pertempuran dengan menggunakan tank terbanyak dalam sejarah.

 

Ayatullah Sayid Mohammad Vahidi Shabestari Wafat

19 tahun yang lalu, tanggal 22 Tir 1379 HS, Ayatullah Sayid Mohammad Vahidi Shabestari meninggal dunia di usia 84 tahun dan dikebumikan di komplek makam suci Sayidah Fathimah Maksumah as, Qom.

Ayatullah Sayid Mohammad Vahidi Shabestari lahir dari keluarga ulama di kota Shabestar, Provinsi Azerbaijan Timur pada 1295 HS. Setelah menyelesaikan pendidikan agama tingkat dasar dan menengah, pada usia 18 tahun beliau pergi ke kota Qom untuk melanjutkan pendidikannya. Selain belajar ilmu-ilmu klasik hauzah, beliau juga mempelajari filsafat, teologi dan irfan kepada Ayatullah Sheikh Mahdi Mazandarani dan Mirza Mohammad Ali Shah Abadi.

Setelah menyelesaikan pendidikan agama tingkat menengah, beliau belajar mata kuliah fiqih dan ushul fiqih untuk tingkat mujtahid kepada Ayatullah Sayid Mohammad Hojjat Kouh Kamareh-i selama 8 tahun. Beliau kemudian mengikuti perintah gurunya ini dan kembali ke kota kelahirannya. Selama 10 tahun di sana, beliau memberikan pelayanan masalah-masalah keagamaan kepada masyarakat. Pada usia 37 tahun beliau kembali ke Qom dan memberikan kuliah fiqih dan ushul fiqih untuk tingkat mujtahid dan pada saat yang sama beliau mengikuti kuliah Ayatullah Boroujerdi.

Beliau mendapat ijazah ijtihad dari Ayatullah Mohammad Hojjat Kouh Kamareh-i dan Abolhassan Isfahani. Selain itu beliau juga sangat berjasa dalam menyebarkan ajarah Ahlul Bait di provinsi Azerbaijan Barat dan Kurdistan serta membangun banyak masjid dan huseiniah di dua provinsi ini. Ayatullah Sayid Mohammad Vahidi juga ikut bersama ulama lainnya bangkit melawan rezim Shah Pahlevi.

Ayatullah Sayid Mohammad Vahidi Shabestari meninggalkan banyak karya tulis seperti catatan pinggir al-Urwah al-Wutsqa, Hakemiyat Piromoune Khatamiyat va Rafe Shubahat dan Syarah Wasilah an-Najah.