Pariwisata Kesehatan (6)
-
Institute Sains Reproduksi Yazd
Iran memiliki berbagai pusat riset dan pengembangan medis yang telah memberikan pelayanan terbaiknya, salah satunya Institut Sains Reproduksi Yazd yang berada di provinsi Yazd.
Kota Yazd yang berjarak sekitar 667 km dari Tehran adalah kota bersejarah pertama di Iran dan terbesar kedua di dunia setelah Venesia, Italia yang masuk dalam daftar warisan budaya dunia.
Daerah ini terletak di lembah kering yang luas antara pegunungan Shir Kuh dan Kharānaq di zona tengah Iran. Yazd, secara harfiah berarti bersih, atau dikenal dengan sebuta "Dar al-Abad", juga "kota penangkap angin" dan "kota sepeda".
Yazd terdaftar sebagai situs warisan budaya dunia di UNESCO pada 9 Juli 2017, karena arsitektur historisnya yang berharga dan tekstur tradisional yang lestari hingga kini. Faktori ini telah menarik banyak wisatawan dari seluruh dunia. Ada banyak situs bersejarah di Yazd, termasuk Masjid Jameh Yazd, kuil api Yazd Atash Behram, kompleks Amir Chakhmaq, dan Fahadan.
شهر یزد
باغ دولت آباد یزد
مسجد جامع یزد
صنایع دستی یزد
Selain menjadi salah satu tujuan wisata budaya dan ekowisata, Yazd juga menjadi destinasi pariwisata kesehatan, dengan rumah sakit dan dokter yang masuk kategori terbaik di Timur Tengah.
Pengobatan infertilitas, penyakit kardiovaskular dan gigi menjadi beberapa area yang berhasil ditangani di Yazd. Provinsi Yazd memiliki lebih dari 2.650 tempat tidur dan 20 pusat medis dan 159 klinik. Selain itu, ada banyak dokter di Yazd, yang memiliki reputasi dunia, salah satu di diantaranya adalah Profesor Abbas Platonian yang memiliki keahlian di bidang infertilitas, Dr. Seyyed Mahmoud Sadr di bidang kardiovaskular dan Profesor Mohammad Bagher Ouliya di bidang penyakit rematik, yang ketenaran dan reputasinya dikenal di Iran dan dunia.
Salah satu faktor terpenting dalam reputasi Yazd di bidang kesehatan didukung keberadaan pusat penelitian kesuburan dan infertilitas dan penanganan penyakit ginekologi yang telah menjadikan kota ini salah satu pusat kesehatan Iran.
Institut Sains Reproduksi Yazd adalah salah satu pusat penelitian dan pengobatan infertilitas pertama di Iran dan Timur Tengah, yang berhasil mengobati banyak pasangan dari Iran dan dunia setiap tahunnya.
Institut Sains Reproduksi Yazd terletak di distrik Safaiei, di Jalan Timsar Fallahi Yazd yang berdiri sejak tahun 1986, dengan tujuan untuk menangani infertilitas bagi pasangan infertil yang terpaksa melakukan perjalanan ke negara-negara Eropa untuk mengatasi masalah tersebut.
پژوهشکده علوم تولید مثل یزد
Pusat riset ini juga aktif melatih para ahli, dan melakukan proyek penelitian dan pengembangan untuk pengobatan pasangan tidak subur yang terdiri dari empat bagian pusat penelitian yaitu: pusat penelitian dan pengobatan infertilitas, pusat penelitian biologi sel punca, pusat penelitian aborsi, dan pusat penelitian teknologi nano medis & rekayasa jaringan.
Pusat Penelitian Infertilitas pada akhir tahun 2001 ditetapkan sebagai pusat akademis nasional di bidang infertilitas oleh kementerian kesehatan dan pendidikan kedokteran Iran dan tahun 2002 sebagai pusat penelitian teladan di Festival Riset Razi.
Kehadiran spesialis dengan berbagai spesialisasi seperti endokrinologi, urologi, bedah ginekologi, dan psikiatri termasuk bidang lain yang ditangani Institut Riset Reproduksi Yazd. Selain itu, metode pengobatan infertilitas terbaru seperti IVF, IUI, IVM, ICSI, microinjection, pemeriksaan rahim dan ovarium melalui laparoscopy dan hysteroscopy.
Institut Sains Reproduksi Yazd telah menorehkan banyak prestasi selama bertahun-tahun, termasuk kelahiran sukses seperti kelahiran bayi pertama yang lahir dari mikroinjeksi, bayi pertama yang lahir dari sperma epididimis (Epididymis) dan mikroinjeksi. Selain itu, lembaga ini berhasil melakukan pematangan sel telur di luar tubuh dan pembuahan.
Lembaga ini dilengkapi dengan divisi internasional yang mendapatkan sertifikat IPD dari kementerian kesehatan Iran untuk bagian internasionalnya, juga membantu sejumlah besar pasangan non-Iran yang datang dari berbagai negara Asia dan Eropa setiap tahunmnya untuk berobat.
Untuk mempelajari lebih lanjut tentang penerimaan pasien asing, kami mengaja Anda menyimak penjelasan dari Dr. Nabi, Sekretaris Divisi Internasional Institut Riset Sains Reproduksi Yazd.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi situs web pusat medis ini dengan tautan: www.ssu.ac.ir atau menghubungi telpon +983537258410, atau mengirimkan pertanyaan melalui email ke [email protected] untuk berkomunikasi melalui email.
Statemen Dr. Nabi mengenalkan Institut Sains Reproduksi Yazd:
1. Dengan menyebut Nama Allah swt yang maha pengasih, saya adalah Dr. Ali Nabi. PhD ahli biologi reproduksi dan dosen Universitas Yazd dan juga Sekretaris layanan internasional Institut Sains Riset Yazd.
2. Institut Sains Reproduksi Yazd didirikan pada tahun 1989 oleh sekelompok spesialis ilmu kedokteran, terutama berkat keberadaan Prof. Platonian. Pusat medis ini diperkenalkan pada tahun 2001 oleh Kementerian Kesehatan Iran sebagai Pusat Ilmiah untuk Infertilitas dan Reproduksi, dan pada tahun 2002 dinobatkan menajdi pusat penelitian teladan.
3. Kami sudah membentuk tim internasional di lembaga ini, dan berhasil mendapatkan lisensi IPD dari Kementerian Kesehatan Iran dan juga melengkapi ruang rawat inap khusus untuk pasien internasional sesuai dengan standar yang ada dan melengkapi ruang tunggu untuk pasien ini.
4. Pekerjaan lain yang dilakukan menjalin kontrak dengan perusahaan yang berlisensi dan pelatihan bahasa Arab dan Inggris untuk staf lembaga, dan terjemahan dwibahasa dari semua panduan yang tersedia.
5. Klien kami sebagian besar dari negara-negara Arab, di pesisir Teluk Persia, seperti Irak dan Oman. Kami juga menerima pasien dari negara-negara seperti India, Kazakhstan, Ukraina, dan Afghanistan.
6. Cara kami menangani pasien adalah ketika pasangan mengunjungi pusat medis ini, mereka ditemani oleh seorang ahli IDP dan setelah diterima di bagian pasien internasional, mereka memasuki ruang pemeriksaan dokter IPD kemudian dibahas rencana pengobatan.
7. Dokumen yang perlu lampirkan oleh pasien internasional adalah paspor pasangan dan semua dokumentasi medis yang mereka miliki, kontrak yang telah mereka tandatangani dengan fasilitator yang sudah memiliki kontrak dengan pusat riset medis ini. Saat ini sekitar 12.000 pasangan mengunjungi lembaga kami setiap tahunnya, dan 150 di antaranya adalah pasangan internasional. (PH)