Lintasan Sejarah 9 September 2020
Hari ini, Rabu 9 September 2020 bertepatan dengan 20 Muharam 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 19 Shahrivar 1399 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.
Amir Kabir Turun dari Jabatannya
174 tahun yang lalu, tanggal 20 Muharam 1268 HQ, Mirza Taqi Khan Amir Kabir turun dari jabatannya.
Mirza Taqi Khan Amir Kabir merupakan salah seorang dari tokoh politik terkenal Iran pada era Dinasti Qajar dan pernah menjadi perdana menteri pada masa kekuasaan Shah Nasiruddin.
Amir Kabir adalah seorang tokoh yang independen, beriman, pengembang ilmu dan pencinta budaya, serta merupakan salah seorang pelopor reformasi dan pencetus ide-ide cemerlang dalam bidang ilmu, pendidikan, dan budaya di Iran. Beliau berusaha keras untuk memajukan rakyat Iran dan di sepanjang era kepemimpinannya, dia telah melakukan banyak kebijakan dan reformasi. Amir Kabir juga dikenal sebagai pemimpin yang berusaha untuk mencegah dan menghalangi campur tangan asing dalam urusan Iran, dan berusaha menghentikan perampokan dan perampasan harta dan kekayaan negara oleh agresor dan imperialis.
Di antara hasil-hasil karya beliau adalah pendirian Madrasah Darul Funun, penerbitan dan penerjemahan buku-buku, surat kabar ilmiah dan sastra. Namun segala usaha dan perjuangan Amir Kabir untuk meninggikan derajat bangsa Iran telah menyebabkan kemarahan dan kebencian para imperialis dan antek-antek mereka di dalam negeri. Akibat tekanan dan konspirasi dari musuh-musuh Amir Kabir, Shah Qajar memecat beliau dari jabatannya sebagai perdana menteri. Amir Kabir kemudian dibuang ke Kashan dan akhirnya terbunuh di sana.
Ayatullah Sayid Mahmoud Taleghani Wafat
41 tahun yang lalu, tanggal 19 Shahrivar 1358 HS, Ayatullah Sayid Mahmoud Taleghani meninggal dunia pada dalam usia 69 tahun dan dikuburkan di Behesht Zahra, Tehran.
Ayatullah Sayid Mahmoud Taleghani lahir di kota Taliqan pada 1289 HS. Setelah mempelajari pendidikan agama di kotanya, beliau pergi ke kota Qom untuk lebih memperdalam pendidikan agamanya. Di Qom beliau ikut kuliah-kuliah Ayatullah Sayid Mohammad Hojjat Kouh Kamareh-i, Sayid Mohammad Taqi Khonsari untuk tingkat mujtahid dan memperoleh ijazah berijtihad dari Ayatullah Sheikh Abdolkareem Hairi Yazdi.
Aktivitas perjuangan Ayatullah Taleghani telah dimulai semenjak beliau memasuki hauzah ilmiah Qom. Pada 1318 HS, untuk pertama kalinya beliau mengeluarkan pernyataan kebenciannya terhadap rezim Shah Pahlevi terkait peristiwa Kashf Hejab (pelarangan memakai hijab). Menyusul pernyataan yang dikeluarkan, Ayatullah Taleghani ditangkap dan dipenjarakan. Pasca bulan Shahrivar 1320 HS, beliau secara resmi menyatakan perjuangannya menentang Shah Pahlevi. Beliau akhirnya dipenjara lagi dengan tuduhan menyembunyikan Syahid Navvab Shafavi.
Pada tahun 1330 dan 1331 HS beliau melakukan kunjungan ke negara Mesir dan Yordania atas usulan Ayatullah Boroujerdi untuk ikut dalam kerjasama antara Muslimin. Pada tahun 1342 HS, Ayatullah Taleghani kembali terjun ke medan perjuangan mengikuti Imam Khomeini ra dan beberapa kali beliau kembali dipenjarakan oleh rezim Shah.
Selama dipenjara, beliau mendapat kesulitan yang luar biasa, tapi Ayatullah Taleghani tidak pernah menunjukkan keletihan. Beliau melewati lebih dari 11 tahun di penjara dan senantiasa menjadi teladan perjuangan. Setiap kali beliau dibebaskan, maka yang dilakukannya adalah melanjutkan jalan perjuangan yang telah ditempuh sebelumnya. Setelah dibebaskan dari penjara pada tahun 1357 HS, beliau memainkan peran penting dalam pawai-pawai akbar tanggal 9 dan 10 bulan Muharram.
Pasca kemenangan Revolusi Islam Iran, Ayatullah Taleghani terpilih mengetuai Dewan Revolusi dan dalam pemilu anggota Dewan Ahli Kepemimpinan (Majelis Khubregan Rahbari) beliau terpilih mewakili warga Tehran. Pada awal bulan Mordad 1358 HS, beliau diangkat oleh Imam Khomeini ra sebagai Imam Jumat Tehran. Shalat Jumat terakhir yang dipimpin oleh Ayatullah Taleghani terjadi pada peringatan Jumat Berdarah 17 Shahrivar di pekuburan Behehst-e Zahra.
Selain berjuang, beliau ternyata tidak melupakan aktivitas budaya dan keilmuan. Ayatullah Taleghani meninggalkan sejumlah karya ilmiah seperti Tafsir Partovi az Quran dalam 6 jilid, Partovi az Nahjul Balaghah, Azadi va Istibdad, Darsi az Quran dan Dars-e Vahdat.
Ahmad Shah Masoud Diteror
19 tahun yang lalu, tanggal 9 September 2001, Ahmad Shah Masoud seorang komandan mujahidin Afganistan dan menteri pertahanan Burhanuddin Rabbani, presiden pemerintahan sementera Afganistan diteror.
Ahmad Shah Masoud lahir pada tahun 1952. Saat komunis memasuki ke Afganistan dan pendudukan negara ini oleh militer bekas Uni Soviet pada tahun 1979, beliau tinggal di kawasan pergunungan utara Afganistan dalam memerangi penjajah.
Dia memperlihatkan kepakarannya dalam memimpin tentaranya sehingga kawasan yang berada di bawah penguasaannya Dareh Panjshir tidak pernah dapat ditembusi oleh tentara Rusia maupun pihak penentangnya yang lain termasuk Taliban. Sehingga beliau dikenali dengan gelar Singa Panjshir.
Pada tahun-tahun akhir usianya, dia memimpin koalisi utara Afganistan dan berjuang menentang tentara Taliban yang mendapat dukungan dari Pakistan dan Amerika serta beberapa kali mengalahkan Taliban. Selepas teror ke atas Ahmad Shah Masoud, Taliban tidak berusia panjang dan tentera koalisi utara dengan menggunakan kesempatan serangan Amerika ke Afganistan untuk mengalahkan Taliban secara total.