Lintasan Sejarah 28 November 2020
-
28 November 2020
Hari ini, Sabtu 28 November 2020 bertepatan dengan 12 Rabiul Tsani 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 8 Azar 1399 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.
Qasimul Anwar Lahir
607 tahun yang lalu, tanggal 12 Rabiul Tsani 835 HQ, Sayid Qasimul Anwar, seorang penyair terkenal Iran zaman Timurian, meninggal dunia.
Sayid Qasimul Anwar dilahirkan di kota Tabriz, barat laut Iran. Awalnya, Sayid Qasim menetap di Herat, Afghanistan. Di kawasan itu, Sayid Qasim mengajar sastra Persia dengan jumlah murid yang sangat banyak. Akan tetapi, Pangeran Shahrukh dari Dinasti Timurian memiliki kecurigaan terhadap aktivitas Sayid Qasim.
Akhirnya, Sayid Qasim terpaksa meninggalkan Herat menuju Samarqand, Uzbekistan. Sejumlah karya tulis Sayid Qasimul Anwar yang berupa tulisan tangan hingga kini masih tersimpan rapi di sejumlah museum. Di antara karyanya adalah buku-buku berjudul "Anisul Arifin" dan Anisul ‘Asyiqin".
Inggris Keluar dari Pulau Abu Musa, Tonb Besar dan Tonb Kecil
49 tahun yang lalu, tanggal 28 November 1971, Inggris keluar dari tiga pulau di Teluk Persia, yaitu pulau Abu Musa, Tonb Besar dan Tonb Kecil, dan kekuasaan atas tiga pulau ini dikembalikan kepada pemerintah Iran.
Keluarnya Inggris dari ketiga pulau tersebut adalah bagian dari rencana Inggris untuk keluar dari wilayah Mediterania dan Teluk Persia karena masalah ekonomi dan politk. Tiga pulau ini memiliki nilai strategis karena terletak di Selat Hormuz yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Oman.
Pulau Abu Musa, Tonb Besar dan Tonb Kecil diduduki oleh Inggris sejak tahun 1887untuk mengamankan jalur perdagangannya di Teluk Persia dan Samudera Hindia.
Ayatullah Araki Meninggal Dunia
26 tahun yang lalu, tanggal 8 Azar 1373 HS, Ayatullah Araki meninggal dunia dalam usia 100 tahun. Beliau dimakamkan di komplek makam suci Sayidah Fathimah Maksumah as di Qom di samping guru-gurunya.
Syeikh al-Fuqaha wa al-Mujtahidin Ayatullah al-Udzma Sheikh Mohammad Ali Moslehi Araki dilahirkan di kota Arak pada 1273 HS. Beliau sejak usia 11 tahun secara serius mempelajari ilmu-ilmu keislaman pada guru-guru besar di masanya. Beliau belajar kepada ulama besar seperti Ayatullah Sayid Abdulkarim Hairi Yazdi dan Mohammad Taqi Khonsari. Setelah itu beliau mengajarkan ilmunya kepada murid-muridnya.
Ayatullah Araki selama 35 tahun memiliki kelebihan menjelaskan masalah-masalah rumit dalam tema-tema kuliahnya dengan bahasa yang mudah dan lugas. Selama itu pula beliau berhasil mendidik banyak murid yang kelak menjadi ulama besar saat ini seperti Aytollah Mohammad Taqi Sotoudeh, Ali Panah Eshtehardi, Jalal Taher Shams Golpaygani, Mohsen Harampanahi, Mohammad Alavi Gorgani, Sayid Mohsen Kharrazi, Ali Karimi Jahroumi, Reza Ostadi, Morteza Moghtadai, Mohammad Taqi Misbah Yazdi, dan puluhan murid lainnya.
Ayatullah Araki memberikan dukungan dalam pelbagai periode Revolusi Islam dan beliau punya perhatian khusus kepada Imam Khomeini ra. Di antara karya-karya Ayatullah Araki berjudul "Risalah fil Ijtihad wal Taklid" dan "Hasiye bar Urwatul Wutsqa" atau penjelasan atas kitab Urwatul Wutsqa.