Des 03, 2020 07:08 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 3 Desember 2020
    Lintasan Sejarah 3 Desember 2020

Ayatullah Nakhjawani Meninggal

108 tahun yang lalu, tanggal 17 Rabiul Tsani 1334 HQ, Ayatullah Syaikh Muhammad Ali Nakhjawani, seorang ulama termasyhur abad ke-14 Hijriah, meninggal dunia di kota Karbala, Irak.

 

Ayatullah Nakhjawani berasal dari kota Nakhjawan, Azerbaijan. Sejak usia 11 tahun, beliau telah menguasai al-Quran dan kemudian mempelajari ilmu-ilmu logika, sastra Arab, dll.

 

Selanjutnya, Syaikh Nakhjawani menuntut ilmu dari ulama-ulama besar seperti Fadhil Irwani, sampai akhirnya mencapai derajat mujtahid dan menjadi marja taklid kaum muslimin di Kaukasus dan Azerbaijan. Ayatullah Nakhjawani meninggalkan berbagai karya penulisan, di antaranya berjudul Ijtima'iy-e Imruzi.

 

Jenderal AH. Nasution

 

Jenderal Abdul Haris Nasution Lahir

 

102 tahun yang lalu, tanggal 3 Desember 1918, Jenderal Besar TNI Purn. Abdul Haris Nasution lahir di Kotanopan, Sumatera Utara.

 

Jenderal Abdul Haris Nasution meninggal di Jakarta, 6 September 2000 di usia 81 tahun. Jenderal Nasution adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang merupakan salah satu tokoh yang menjadi sasaran dalam peristiwa Gerakan 30 September, namun yang menjadi korban adalah putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudannya, Lettu Pierre Tendean.

 

Sebagai seorang tokoh militer, Nasution sangat dikenal sebagai ahli perang gerilya. Pak Nas demikian sebutannya dikenal juga sebagai penggagas dwifungsi ABRI. Orde Baru yang ikut didirikannya (walaupun ia hanya sesaat saja berperan di dalamnya) telah menafsirkan konsep dwifungsi itu ke dalam peran ganda militer yang sangat represif dan eksesif. Selain konsep dwifungsi ABRI, ia juga dikenal sebagai peletak dasar perang gerilya. Gagasan perang gerilya dituangkan dalam bukunya yang fenomenal, Fundamentals of Guerrilla Warfare. Selain diterjemahkan ke berbagai bahasa asing, karya itu menjadi buku wajib akademi militer di sejumlah negara, termasuk sekolah elite militer dunia, West Point, Amerika Serikat.

 

Konferensi Palestina Pertama di Teheran

 

30 tahun yang lalu, tanggal 13 Azar 1369 HS, konferensi pertama tentang Palestina digelar di kota Tehran, Iran.

 

Konferensi ini adalah untuk menggalang kerjasama dunia untuk mendukung gerakan Intifada dan penentangan terhadap berlanjutnya imigrasi kaum Yahudi ke Palestina. Orang-orang yang hadir dalam konferensi ini, di antaranya adalah para pejuang dan pemikir muslim dari Palestina, Iran, dan negara-negara lainnya.

 

Masalah utama yang dibahas dalam konferensi ini adalah dimensi dan penyebab gerakan Intifada, revolusi Islam Palestina, dan pengaruh perubahan regional terhadap Palestina.[]