Lintasan Sejarah 22 Maret 2021
Hari ini, Senin 22 Maret 2021 bertepatan dengan 8 Sya'ban 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 2 Farvardin 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.
Ibnu Rumiyah Lahir
881 tahun yang lalu, tanggal 8 Sya'ban 561 HQ, Ibnu Rumiyah, seorang ahli hadis, ahli tanaman obat, dan ahli obat-obatan muslim abad ke 6 Hijriah, terlahir ke dunia.
Bersamaan dengan menuntut ilmu-ilmu agama dari ulama-ulama besar pada zamannya, Ibnu Rumiyah juga melakukan penelitian di bidang tanaman obat.
Pada awalnya, Ibnu Rumiyah melakukan penelitian tanaman obat di Andalusia, kemudian pergi ke berbagai negara, seperti Mesir, Irak, dan Hijaz, untuk meneruskan penelitiannya itu. Ibnu Rumiyah meninggalkan banyak karya penulisan di bidang hadis, fiqih, dan ilmu flora.
Liga Arab Dibentuk
76 tahun yang lalu, tanggal 22 Maret 1945, Liga Arab didirikan atas proposal Raja Faruk dari Mesir.
Organisasi ini berdiri dengan penandatanganan perjanjian antara Mesir, Suriah, Irak, Yaman, dan Arab Saudi yang dilaksanakan di kota Kairo Mesir.
Tujuan didirikannya Liga Arab adalah untuk melindungi wilayah dan kemerdekaan negara-negara Arab dan mempererat kerjasama ekonomi dan budaya.
Pada tahun 1962, dalam sebuah KTT, para kepala negara Liga Arab menandatangani perjanjian untuk mendirikan komando militer bersama. Namun, komando militer bersama ini pada prakteknya sama sekali tidak berfungsi dan tidak memberikan bantuan apapun kepada negara-negara Arab yang maju dalam perang melawan Zionis.
Permulaan Tindakan Represif Shah secara fisik
58 tahun yang lalu, tanggal 2 Farvardin 1342 HS (22 Maret 1963), dalam lanjutan tindakan represif Shah melawan kekuatan-kekuatan revolusi, antek-antek rezim Shah mulai menggunakan cara-cara fisik.
Saat itu, bertepatan dengan peringatan Imam Shadiq as. Karena khawatir akan berubah menjadi gerakan perlawanan revolusi, para petugas keamanan membubarkan acara peringatan itu yang dipusatkan di Madrasah Feiziyah, Qom dengan cara-cara yang sangat beringas.
Sebagian dari peserta acara peringatan yang mencoba memprotes langsung dibawa ke atas atap bangunan dan dilemparkan ke tanah. Sejumlah orang gugur syahid dalam peristiwa tersebut. Ini adalah awal mula tindakan represif secara fisik yang kemudian malah semakin mengobarkan api revolusi Islam di bawah pimpinan Imam Khomeini ra.