Mar 27, 2021 03:20 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 27 Maret 2021

Hari ini, Sabtu 27 Maret 2021 bertepatan dengan 13 Sya'ban 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 7 Farvardin 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

 

Muhamad Khalidi Wafat

242 tahun yang lalu, tanggal 13 Sya'ban 1200 HQ, Husein bin Muhammad Shaleh Khalidi, seorang ulama terkemuka abad ke-13 Hijriah, meninggal dunia.

Muhammad Khalidi dilahirkan di Baitul Maqdis dan di kota itulah ia menuntut ilmu-ilmu yang berkembang pada zaman itu.

Selain dikenal sebagai ulama, Khalidi juga terkenal karena keahliannya dalam menulis indah dan menyusun syair dalam bahasa Arab.

 

Kazem Zadeh Iranshahr, Penulis Kontemporer Iran Wafat

60 tahun yang lalu, tanggal 7 Farvardin 1340 HS, Kazem Zadeh Iranshahr meninggal dunia di Swiss dalam usia 78 tahun dan dimakamkan di sana.

Hossein Zadeh Iranshahr Tabrizi lahir di kota Tabriz pada 1262 HS dan menyelesaikan pendidikan dasarnya di kota kelahirannya. Untuk beberapa waktu ia pergi ke Kaukasus dan memilih Istanbul untuk melanjutkan pendidikannya. Kazem Zadeh bergabung dengan warga Iran pencari kebebasan yang tinggal di Istanbul dan bersama mereka membentuk Asosiasi Persaudaraan Iran.

Dari Turki, Kazem Zadeh lalu pergi ke Mekah dan setelah itu menuju Eropa. Ia melanjutkan pendidikannya di Paris dan belajar jurnalistik. Selama di Paris, ia bersama Allamah Mohammad Qazvini mendirikan Asosiasi Sastra dan Sains Iran dan setelah beberapa waktu ia mengajar bahasa dan sastra Persia di Universitas Cambridge, Inggris.

Kazem Zadeh pada 1301 HS mempublikasikan majalah Iranshahr di Istanbul selama empat tahun  dan Kementerian Kebudayaan Iran mengangkatnya sebagai pemimpin mahasiswa Iran di Turki.

Setelah tinggal selama 19 tahun di Jerman, Kazem Zadeh memutuskan untuk pergi ke Swiss dan di sana membentuk sebuah aliran Irfan Bathini yang memiliki banyak pengikut. Selain bahasa Persia, ia menguasai bahasa Perancis, Inggris, Jerman dan Arab dan banyak menggubah syair. Ia menulis banyak karya seperti Dar Jostejou-ye Khoushbakhti, Rah-e Now, Tajalliyat-e Rouh-e Irani dan lain-lain.

 

Yeltsin Angkat Kiriyenko

23 tahun yang lalu, tanggal 27 Maret 1998, PresidenBoris Yeltsin mengangkat Sergei Kiriyenko sebagai Perdana Menteri Rusia dan mengancam membubarkan parlemen jika menolak pengangkatan itu.

Yeltsin dalam suratnya kepada majelis rendah, Duma, mendesak para anggota legislatif untuk menyetujui Kiriyenko mengepalai pemerintahan baru.

Duma harus melakukan pemungutan suara terhadap pengangkatan Kiriyenko dalam satu minggu ini. Jika Duma tiga kali menolak calon Yeltsin untuk perdana menteri, presiden harus membubarkan Duma dan menyerukan diadakannya pemilu untuk memilih anggota parlemen yang baru.


Yeltsin menyatakan setuju terhadap rencana Kiriyenko untuk mempercepat dan memperluas reformasi pasar bebas yang terganggu karena merebaknya korupsi dan inefisiensi secara besar-besaran dalam pemerintahan.