Apr 05, 2021 05:15 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 5 April 2021

Hari ini, Senin 5 April 2021 bertepatan dengan 22 Sya'ban 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 16 Farvardin 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Ibnu Hajar Asqallani Terlahir

669 tahun yang lalu, tanggal 22 Sya'ban 773 HQ, Ibnu Hajar Asqallani, ulama fiqih, hadis, sejarah, dan penyair muslim Mesir, terlahir ke dunia di kota Kairo.

Pada usianya ke-5 tahun, ayahnya meninggal dunia dan sejak saat itu pula, ia dikirim ke sekolah agama.

Pada usia 10 tahun, Asqallani telah menghapal al-Quran dan setelah itu, dia melanglang buana untuk menimba ilmu. Penguasaannya terhadap ilmu hadis membuatnya dikenal sebagai penghapal hadis terkemuka.

Dia meninggalkan karya penulisan sebanyak 150 jilid buku, di antaranya berjudul "Lisaanul Mizan" dan "al-Ishabah Fi Tamyiizish-Shahabah". Ibnu Hajar Asqalani meninggal dunia tahun 852 Hijriah.

 

Mirza Mohammad Ali Modarres Khiyabani Wafat

67 tahun yang lalu, tanggal 16 Farvardin 1333 HS, Ayatullah Modarres Khiyabani meninggal dunia pada usia 76 tahun dan dikebumikan di kota Tabriz.

Ayatullah Mirza Mohammad Ali Modarres Khiyabani lahir di kota Tabriz sekitar tahun 1257 HS. Setelah menyelesaikan pelajaran tingkat dasar dan menengah hauzah ilmiah, beliau belajar fiqih dan ushul fiqih untuk tingkat mujtahid kepada Ayatullah Mirza Abol Hassan Angaji dan Mirza Sadegh Mojtahed Tabrizi.

Beliau juga sempat belajar kepada Sayid Sadr ad-Din Sadr dan Mohammad Ali Shah Abadi dan diberi izin mengeluarkan fatwa (mujtahid) serta mendapat ijazah meriwayatkan hadis dari Syeikh Muhammad Husein Al Kasyif al-Ghitha dan Sheikh Agha Bozourgh Tehrani.

Modarres Khiyabani di akhir usianya selama 12 tahun mengajar di Madrasah Sepahsalar dan tekun melakukan riset serta menulis buku, sehingga meninggalkan banyak karya ilmiah. Sebagian dari karya penting beliau adalah buku Raihanah al-Adab dalam 8 jilid yang menjelaskan tentang kehidupan lebih dari 5 ribu ulama.

Beliau juga menulis Qamus al-Ma'arif dan Farhang Now Bahar yang memuat 19 ribu kata Persia. Selain itu beliau juga menulis buku Farhang-e Baharestan yang mencakup 55 ribu kata dan kalimat berbahasa Persia.

 

Pembajak Lepas 25 Sandera di Iran

33 tahun yang lalu, tanggal 5 April 1988, pembajak pesawat jumbo jet milik Kuwait Airways melepaskan 25 sandera, terdiri dari 24 perempuan dan 1 pria dengan kondisi jantung tidak stabil di Mashhad, Iran.

Mereka dibebaskan setelah perdana menteri Iran bernegosiasi dengan para pembajak yang merupakan tujuh pria Arab. Pesawat tersebut terbang dari Bangkok menuju Kuwait sebelum sang pilot ditodong untuk mendarat di Iran.

Para pembajak menuntut melepaskan 17 milisi muslim Syiah yang ditahan di Kuwait. Jika itu tidak dipenuhi, mereka akan membunuh tiga anggota keluarga Kerajaan Kuwait dan meledakkan pesawat.

Pembajakan itu berlangsung selama 16 hari setelah Kuwait menolak tuntutan para pembajak. Setelah di Iran, pesawat kemudian terbang ke Siprus, sebelum akhirnya berhenti di Aljazair. Pembajakan berakhir di sana dengan menyerahnya para pembajak dan tinggal tersisa 32 sandera.