Apr 19, 2021 06:19 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 19 April 2021

Hari ini, Senin 19 April 2021 bertepatan dengan 6 Ramadan 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 30 Farvardin 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Abu Ali Sallar Wafat

 

979 tahun yang lalu, tanggal 6 Ramadan 463 HQ, Hamzah bin Abdullah Sallar, seorang ulama muslim abad ke-5 Hijriah, meninggal dunia di kota Tabriz, barat daya Iran.

Hamzah bin Abdullah Sallar dijuluki dengan nama Abu Ali. Abu Ali merupakan salah satu murid terkenal dari Syeikh Mufid dan Sayid Murtadha Alamul Huda, dua ulama besar pada masa itu.

Karya Abu Ali Sallar yang paling terkenal adalah kitab berjudul "al-Marasim al-Alawiyah wal al-Ahkam an-Nabawiyah". Selain itu, dia juga menulis sepuluh jilid kitab fiqih berjudul "Jawami'ul Fiqih".

 

Sayid Said Vatan Pour Gugur Syahid

34 tahun yang lalu, tanggal 30 Farvardin 1366 HS, Sayid Said Vatan Pour gugur syahid ketika ikut dalam operasi yang digelar Batalion Karbala-10 dalam Perang Pertahanan Suci.

Syahid Sayid Said Vatan Pour dilahirkan di kota Isfahan, Iran bagian tengah. Sejak masa kanak-kanak, ia senantiasa berusaha untuk tidak meninggalkan shalat meski belum mencapai usia baligh. Kedua orang tuanya sengaja tidak membangunkan Syahid Vatan Pour untuk shalat subuh, akan tetapi dia mengiba kepada mereka agar dibangunkan di subuh hari.

Setelah melihat kesungguhan hatinya, akhirnya mereka membangunkan Syahid Vatan Pour selama beberapa hari untuk shalat subuh, setelah itu dia selalu menunaikan shalat subuh tanpa perlu dibangunkan lagi.

Sejak usia remaja, Syahid Vatan Pour aktif melakukan amr makruf dan nahi munkar dengan tutur kata yang lembut. Dalam hal ibadah, dia menjadi teladan bagi saudara dan tetangganya. Di bidang pendidikan, Syahid Vatan Pour selalu meraih rangking pertama semenjak duduk di bangku Sekolah Dasar hingga SMA.

 

Teror Bom di Oklahoma City

26 tahun yang lalu, tanggal 19 April 1995, sebuah gedung kantor pemerintah Amerika Serikat (AS) di Oklahoma City, hancur akibat sebuah bom mobil. Sebanyak 168 orang, termasuk 19 anak-anak yang berada di pusat penitipan anak, tewas.

Bom mobil itu juga melukai sedikitnya 500 orang. Dengan emosional, presiden AS saat itu, Bill Clinton bersumpah untuk menghukum para pelaku seberat-beratnya.

Ledakan terjadi setelah pukul 9 pagi waktu setempat atau saat banyak orang mulai bekerja di gedung itu. Bom itu menghancurkan sebagian besar gedung Alfred Murrah berlantai sepuluh. 
 
Motif pengeboman adalah balas dendam atas serangan aparat keamanan AS kepada para pengikut aliran sesat Branch Davidian di Texas.  

Pelaku utama pengeboman, Timothy McVeigh, dijatuhi hukuman mati dengan cara disuntik cairan beracun setelah diadili selama dua bulan. Dia dieksekusi pada 11 Juni 2001.

Seorang rekan McVeigh yang membantunya, Terry Nichols, pada Desember 1997 divonis penjara seumur hidup. Sedangkan terpidana lain, Michael Fortier, dijatuhi vonis penjara selama 12 tahun setelah bersedia menjadi saksi kunci.