Apr 21, 2021 05:37 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 21 April 2021

Hari ini, Rabu 21 April 2021 bertepatan dengan 8 Ramadan 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 1 Ordibehest 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Peringatan Penyair Saadi di Iran

Tanggal 1 Ordibehesht diperingati di Iran sebagai Hari Penyair Saadi.

Sheikh Mosleh ad-Din Sa'di Shirazi lahir di kota Shiraz pada tahun 606 Hq dari keluarga agamis. Di masa mudanya ia pergi ke Nizhamiyah, Baghdad untuk menuntut ilmu agama dan sastra, kemudia melanjutkan perjalanannya ke Irak, Syam dan Hijaz.

Sa'di kembali ke Shiraz pada pertengahan abad ke-7 dan melahirkan karya Bustan pada 655 HQ dan Gulistan yang berisikan nasihat dan hikmah dalam bentuk prosa yang digabung dengan potongan-potongan syair pada tahun 656 HQ.

Sa'di menghabiskan sebagian besar umurnya di kota kelahirannya Shiraz dan pada tahun 691 HQ beliau meninggal dunia di usia 85 tahun, lalu dikebumikan di tempat peribadatannya.

Dalam ucapan Sa'di setiap orang dapat memahami ungkapan cinta dalam bentuknya yang paling lembut dan indah. Semuanya diungkapkan dengan bahasa paling fasih, sederhana dan sempurna. Boleh dikata Sa'di adalah penyair berbahasa Persia yang paling berhasil dalam menyampaikan hikmah, nasihat, kebijakan dan permisalan.

 

Ali Dabiran Wafat

767 tahun yang lalu, tanggal 8 Ramadhan 675 HQ, Najmuddin Ali Dabiran, yang terkenal dengan nama Katibi, seorang filsuf dan ahli perbintangan terkemuka Iran, meninggal dunia.

Informasi mengenai riwayat kehidupan Katibi tidak banyak diperoleh. Namun, diketahui bahwa Nashiruddin Thusi seorang ulama besar masa itu, telah meminta Katibi untuk mendampinginya dalam pekerjaan di observatorium "Maraghe" yang terkenal di zaman itu.

Ilmuwan muslim ini dalam waktu yang cukup lama bekerja di observatorium tersebut. Selain itu, Katibi juga banyak meninggalkan karya penulisan di bidang filsafat dan logika, di antaranya berjudul "Jami'ud Daqayiq" dan "Hikmatul Ain".

 

Pasukan Soviet Serbu Sarang Nazi

76 tahun yang  lalu, tanggal 21 April 1945, kekuatan Nazi berada di titik nadir saat pasukan Uni Soviet (kini Rusia) mulai memasuki Kota Berlin, Jerman.

Penyerangan itu menandakan Perang Dunia Kedua di Eropa mendekati akhir.

Pasukan Merah Soviet menyerang ibukota Jerman itu dari tiga penjuru, utara, timur, dan tenggara. Sedangkan pasukan Sekutu pimpinan Amerika Serikat (AS) dan Inggris mendekati Berlin bagian barat.

Melihat keadaan sudah terdesak, Menteri Propaganda Nazi, Josef Goebbels, memerintah bahwa Berlin harus dipertahankan habis-habisan. Maka, dia menyatakan bahwa bila ada warga Jerman yang pengecut, baik yang mengibarkan bendera putih maupun melakukan sabotase kepada Nazi, akan dianggap melanggar hukum. 

Namun, peringatan Nazi itu sia-sia. Setelah digempur dengan tembakan artileri dari pasukan Soviet, Berlin akhirnya menyerah. Pasukan Soviet pun melenggang ke basis kekuatan Nazi itu tanpa perlawanan berarti. Namun, pertempuran di Berlin itu menewaskan puluhan ribu jiwa, baik tentara maupun warga sipil.