Apr 25, 2021 06:35 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 25 April 2021

Hari ini, Minggu 25 April 2021 bertepatan dengan 12 Ramadan 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 5 Ordibehest 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Ibnu Al-Jauzi Meninggal

845 tahun yang lalu, tanggal 12 Ramadan 597 HQ, Ibnu al-Jauzi, seorang ulama fiqih, hadis, dan sejarah abad ke-6 Hijrah, meninggal dunia di kota Bagdad.

Ibnu al-Jauzi dilahirkan pada tahun 510 Hijriah dan menghabiskan sebagian besar umurnya untuk menuntut ilmu dan menulis buku. Selain menguasai bidang fiqih dan hadis, Ibnu al-Jawzi juga mahir dalam berkhutbah, sehingga menjadi kepercayaan dari para ulama di zamannya.

Karya tulis Ibnu al-Jawzi mencapai 200 jilid dan yang terkenal di antaranya berjudul "al-Muntazhim" dan "Mawa'izh al-Muluk".

 

Kiai Haji Mas Mansur, Pahlawan Nasional Wafat

75 tahun yang lalu, tanggal 25 April 1946, Kiai Haji Mas Mansur wafat pada usia 49 tahun.

Kiai Haji Mas Mansur meninggal di tahanan saat ditangkap oleh NICA. Ia adalah seorang tokoh Islam dan pahlawan nasional Indonesia. Mas Mansur juga banyak menghasilkan tulisan-tulisan yang berbobot. Pikiran-pikiran pembaharuannya dituangkannya dalam media massa.

Majalah yang pertama kali diterbitkan bernama Suara Santri. Majalah ini terbit dua kali sebulan dengan menggunakan bahasa Jawa dengan huruf Arab. Kedua majalah tersebut merupakan sarana untuk menuangkan pikiran-pikirannya dan mengajak para pemuda melatih mengekspresikan pikirannya dalam bentuk tulisan. Melalui majalah itu Mas Mansur mengajak kaum Muslimin untuk meninggalkan kemusyrikan dan kekolotan.

 

Kegagalan Invasi AS ke Tabas, Iran

41 tahun yang lalu, tanggal 5 Ordibehsht 1359 HS, Amerika gagal menginvasi Tabas, Iran.

Pada hari itu, Amerika Serikat dengan menggunakan beberapa helikopter dan pesawat terbang, berusaha melakukan invasi ke Iran. Tujuan utama misi pasukan AS tersebut adalah menyelamatkan mata-mata mereka yang disandera di gedung kedutaan AS di Teheran. Setelah tergulingnya rezim Shah Pahlevi dukungan AS, negara ini selalu berusaha menghancurkan Republik Islam Iran yang baru berdiri.

AS menggunakan kedutaannya di Iran sebagai pusat informasi dan kegiatan mata-mata. Para mahasiswa pembela Revolusi Islam kemudian menduduki kedubes dan menyandera para pegawainya. Dalam penyanderaan itu, mereka menemukan berbagai dokumen yang membuktikan bahwa kedutaan AS tersebut memang dijadikan pusat kegiatan mata-mata.

Pemerintah AS dengan berbagai perencanaan militer dan intelijen yang matang, serta menggunakan peralatan militer yang tercanggih, merancang strategi pembebasan sandera itu. Namun, tanpa diduga-duga, menjelang dimulainya operasi militer tersebut, angin topan melanda padang pasir di sekitar kota Tabas yang dijadikan pangkalan pasukan AS.

Sejumlah pesawat saling bertabrakan lalu hancur terbakar dan beberapa tentara AS pun tewas. Sisanya segera melarikan diri dari wilayah Iran. Kejadian alam yang sama sekali tidak diprediksi ini merupakan bukti perlindungan Allah Swt terhadap Revolusi Islam Iran.