Jun 18, 2021 11:52 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 18 Juni 2021

Hari ini Jumat, 18 Juni 2021 bertepatan dengan 7 Zulkaidah 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 28 Khordad 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Abul Hasan Laib Tutup Usia

 

1003 tahun yang lalu, tanggal 7 Dzulqadah 439 HQ, Abul Hasan Laib, seorang ahli hadis terkenal meninggal dunia.

 

Ahli hadis ini memiliki pusat pengajaran yang pengaruhnya cukup luas, sehingga banyak ilmuwan Arab yang menimba ilmu darinya.

 

Di antara ulama yang yang menuntut ilmu dari Abul Hasan Laib adalah Khatib Baghdadi, seorang ahli sejarah terkenal. Oleh karena itulah dalam karya-karyanya, Khatib Baghdadi banyak menyebut jasa-jasa Abul Ahsan Laib.

 

Ayatullah Sayid Ahmad Hosseini Khosroushahi Wafat

 

44 tahun yang lalu, tanggal 28 Khordad 1356 HS, Ayatullah Sayid Ahmad Hosseini Khosroushahi meninggal dunia di usia 65 tahun dan dimakamkan di halaman makam suci Imam Ridha as.

 

Ayatullah Sayid Ahmad Hosseini Khosroushahi lahir di kota Tabriz tahun 1291 HS. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar ilmu-ilmu keislamannya di kota kelahirannya, pada 1314 HS beliau bersama ayah dan sejumlah ulama Tabriz pindah ke kota Semnan. Waktu itu terjadi peristiwa Kashf Hijab (pembukaan jilbab) dan sejumlah aksi-aksi anti agama Shah Reza Khan Pahlevi. Setelah itu beliau pindah lagi ke kota Mashad.

 

Di kota Mashad, Sayid Ahmad belajar kepada guru-guru besar seperti Haj Agha Hossein Qommi, Mirza Abolqassem Angaji dan Mirza Mohammad Ayatollah Zadeh Khorasani. Setelah itu beliau tinggal selama dua tahun di Tabriz dan kemudian pindah lagi ke Qom.

 

Di hauzah ilmiah Qom, beliau belajar kepada Sheikh Abdokareem Hairi Yazdi dan guru-guru besar lainnya, sehingga mencapai derajat ilmu yang tinggi. Beliau sendiri bertahun-tahun mengajar fiqih, ushul fiqih, teologi dan akhlak. Ayatullah Khosroukhahi kemudian kembali ke Tabriz mengikuti panggilan ayahnya dan hingga akhirnya hayatnya tinggal di sana

 

Ayatullah Khosroukhahi sejak dimulainya kebangkitan Imam Khomeini ra pada tahun 1342 HS, termasuk ulama pejuang dan melakukan perjuangannya di Tabriz. Beliau berkali-kali ditahan dan dipenjarahkan, bahkan diasingkan oleh anasir rezim Pahlevi.

 

Necmettin Erbakan Mundur

 

24 tahun yang lalu, tanggal 18 Juni tahun 1997, Necmettin Erbakan, perdana menteri Turki yang beraliran Islam, dipaksa mengundurkan diri oleh kekuatan militer negara tersebut.

 

Partai Kemakmuran di bawah kepemimpinan Erbakan dalam pemilu yang dipercepat bulan Desember 1994, berhasil meraih suara mayoritas dan membentuk kabinet aliansi. Namun, keberpihakan Erbakan kepada gerakan Islam, usahanya untuk memperluas hubungan dengan negara-negara Islam, serta penolakannya atas hubungan dengan Israel, menimbulkan penentangan dari kalangan militer.

 

Dewan Keamanan Nasional Turki yang dikuasai oleh militer pada bulan Februari 1997 mengeluarkan surat perintah kepada Erbakan untuk menumpas gerakan keislaman di negara itu.

 

Surat perintah ini membuat Erbakan akhirnya terpaksa mengundurkan diri dan beberapa waktu kemudian dia diadili dan dijatuhi hukuman larangan untuk aktif dalam kegiatan politik selama 5 tahun. Selain itu, Partai Kemakmuran pimpinan Erbakan pun dibubarkan.